Berita

Sekum DPP GAMKI Sahat Martin Philip Sinurat/RMOL

Politik

Lupakan Kegaduhan, GAMKI Ajak Yaqut Gencarkan Penguatan Moderasi Beragama

JUMAT, 29 OKTOBER 2021 | 20:48 WIB | LAPORAN: ANGGA ULUNG TRANGGANA

Gerakan Angkatan Muda Kristen Indonesia (GAMKI) mengajak masyarakat melupakan kegaduhan terkait pernyataan Gus Yaqut tentang "Kemenag hadiah untuk NU".

GAMKI menyatakan bahwa pihaknya mendukung Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas untuk menggencarkan program penguatan moderasi beragama di tengah masyarakat, khususnya generasi muda Indonesia.

Sekretaris Umum Dewan Pimpinan Pusat (DPP) GAMKI Sahat Martin Philip Sinurat menilai, program penguatan moderasi beragama bertujuan untuk membangun karakter generasi muda yang inklusif dan toleran.


Dengan moderasi beragama, seluruh generasi muda dapat berinteraksi dan membaur di tengah masyarakat Indonesia yang majemuk.

"Sumpah Pemuda di tahun 1928 mengingatkan kita tentang bersatunya pemuda Indonesia dari berbagai latar belakang suku, agama, daerah, dan golongan. Inspirasi ini harus diteruskan oleh generasi muda saat ini, di tengah ancaman konservatisme agama yang semakin marak menjangkiti generasi muda kita," kata Sahat MP Sinurat, Kamis (28/10).

Menurut Sahat, Menteri Agama Yaqut Cholil Quomas adalah salah satu figur muda Indonesia yang selama ini konsisten menjaga kemajemukan dan membangun keharmonisan di tengah masyarakat Indonesia.

Ia mengatakan, selama dirinya berinteraksi baik dalam kapasitasnya sebagai Ketua Umum GP Ansor hingga menjabat Menteri Agama, Gus Yaqut konsisten dengan nilai toleransinya.

"Termasuk keinginan menjadikan Kementerian Agama sebagai milik semua agama. Semoga ke depan, keinginan ini dapat diwujudnyatakan melalui program-program Kemenag yang proporsional dan dapat dirasakan oleh semua agama di Indonesia," pungkasnya.

Dalam beberapa hari ini, Yaqut menjadi sorotan publik karena mengungkapkan pernyatan bahwa Kementerian Agama adalah hadiah untuk Nahdlatul Ulama (NU), bukan umat Islam secara spesifik.

Setelah disorot banyak pihak Yaqut mengklarifikasi bahwa apa yang ia nyatakan bersifat untuk internal. Tujuan pernyataannya adalah untuk memotivasi santri dan pengasuh pondok pesantren se Indonesia.

Populer

Menyorot Nuansa Politis Penetapan Direksi Pelindo

Senin, 02 Maret 2026 | 06:59

Keputusan KIP Kuatkan Keyakinan Ijazah Jokowi Palsu

Minggu, 22 Februari 2026 | 06:18

Harianto Badjoeri Dikenal Dermawan

Senin, 23 Februari 2026 | 01:19

Rusia dan China akan Dukung Iran dari Belakang Layar

Minggu, 01 Maret 2026 | 04:20

Jokowi Lebih Jago dari Shah Ruh Khan soal Main Drama

Senin, 23 Februari 2026 | 03:31

Kecelakaan Moge di Kulon Progo, Istri Bos Rokok HS Meninggal

Senin, 02 Maret 2026 | 18:54

PKB Kutuk Pembunuhan Ali Khamenei dan Desak PBB Jatuhkan Sanksi ke Israel-AS

Minggu, 01 Maret 2026 | 18:07

UPDATE

Pelajar Islam Indonesia Kutuk Trump dan Netanyahu

Rabu, 04 Maret 2026 | 10:08

Prabowo Tunjukkan Soliditas Elite Lewat Pertemuan dengan Mantan Presiden

Rabu, 04 Maret 2026 | 10:08

Bupati Pekalongan Dikabarkan Telah Jadi Tersangka Dugaan Benturan Kepentingan PBJ

Rabu, 04 Maret 2026 | 09:45

Masihkah Indonesia Konsisten dengan Politik Luar Negeri Bebas Aktif?

Rabu, 04 Maret 2026 | 09:43

KPK Buka Peluang Periksa BPN Depok soal Suap Lahan PT KD

Rabu, 04 Maret 2026 | 09:38

Irak Ikut Pangkas Produksi, Harga Minyak Makin Naik

Rabu, 04 Maret 2026 | 09:21

Pertemuan Elite jadi Cara Prabowo Redam Polarisasi Politik

Rabu, 04 Maret 2026 | 09:15

Bursa Asia Anjlok, Kospi Jatuh Paling Dalam

Rabu, 04 Maret 2026 | 08:51

Harga Emas Dunia Terkoreksi Gara-gara Dolar AS

Rabu, 04 Maret 2026 | 08:41

Menaker Tetapkan Tenggat BHR Ojol 2026: Paling Lambat H-7 Lebaran

Rabu, 04 Maret 2026 | 08:26

Selengkapnya