Berita

Ilustrasi/Net

Dunia

Reputasi Interpol Bisa Rusak Parah Jika Adakan Sidang Tahunan di Turki

JUMAT, 29 OKTOBER 2021 | 14:40 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Menjelang Sidang Umum Tahunan ke-98 Organisasi Polisi Internasional (Interpol) di Istanbul pada bulan depan, sejumlah aktivis hak asasi manusia menyuarakan kekhawatiran mereka.

Seorang kolumnis dari Independent Arabia, Tugut Oglu, menyebut reputasi Interpol akan rusak parah jika mengadakan sidang tahunan di Turki. Itu lantaran sejumlah kabar menyebut pemerintahan Presiden Recep Tayyip Erdogan kerap menggunakan Interpol untuk menculik para pemberontak di luar negeri.

"Pengacara, asosiasi HAM dan organisasi non-pemerintah menyatakan keprihatinan bahwa acara yang akan diadakan di Istanbul pada 21 hingga 25 November 2021 itu akan digunakan untuk melegitimasi penculikan pemberontak di luar negeri," tulisnya, seperti dikutip dari TR724.


Sekretariat Jenderal Interpol sendiri memilih Turki sebagai tuan rumah lantaran hanya Ankara satu-satunya pihak yang mengajukan diri secara sukarela untuk mengadakan sidang tahunan.

Tetapi di sisi lain, Turki juga sering dituduh menyalahgunakan mekanisme Interpol seperti Rusia, China dan Iran.

Banyak organisasi internasional, terutama Perserikatan Bangsa-Bangsa, menekankan bahwa pemerintah Turki tidak mengadopsi standar hukum untuk menuduh warga negara melakukan terorisme, dan dapat dengan mudah mencap lawan politik atau sipil sebagai "teroris".

Data yang disebutkan oleh Menteri Dalam Negeri Turki Süleyman Soylu menunjukkan, sejak upaya kudeta pada 2016 hingga 2020, ada sekitat 600 ribu orang yang telah diselidiki atas tuduhan terorisme, 100 ribu orang telah ditangkap, dan 150 ribu pegawai negeri telah diberhentikan.

Semua pelanggaran hukum ini dilakukan di bawah bayang-bayang status keadaan darurat yang dideklarasikan oleh Erdogan sejak kudeta 2016.

Sejak saat kudeta yang gagal itu, puluhan ribu orang Turki, sebagian besar dari komunitas akademis, melarikan diri dari penindasan yang diterapkan di Turki. Mereka mencoba berlindung di berbagai negara, sementara beberapa meninggal dunia saat mencari suaka.

Dalam beberapa hari terakhir, organisasi HAM “Pengadilan Turki” secara simbolis mengadili pemerintah AKP yang dipimpin Erdogan.

Pengadilan Turki menyatakan bahwa pemerintah Partai AK akan mengintensifkan upayanya untuk menggunakan celah hukum dan lembaga internasional untuk ekstradisi para pemberontak, terutama anggota Gerakan Gülen.

Populer

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Langsung Terbang ke Jakarta, Maukah Chatib Basri Ganti Purbaya?

Jumat, 05 Juni 2026 | 06:58

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Ironis! Terima Penghargaan Negara tapi Terjerat Korupsi

Jumat, 05 Juni 2026 | 01:00

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

UPDATE

Fakta Sidang Blueray Cargo: Kode BC1 Mengarah ke Djaka Budi Utama

Senin, 15 Juni 2026 | 18:15

Anak Buah Bahlil Irit Bicara Usai 7 Jam Diperiksa KPK

Senin, 15 Juni 2026 | 18:08

KPU Patok Anggaran Rp4,6 Triliun di Tahapan Awal Pemilu 2029

Senin, 15 Juni 2026 | 17:59

IHSG-Rupiah Menguat Sore Ini Usai AS-Iran Sepakat Damai

Senin, 15 Juni 2026 | 17:47

Demo Mahasiswa Ucapkan Selamat Atas Kegagalan Prabowo-Gibran

Senin, 15 Juni 2026 | 17:46

Wapres Gibran Terima Perwakilan Mahasiswa di Tengah Unjuk Rasa

Senin, 15 Juni 2026 | 17:23

Sifra Kejar Cita-cita di Sekolah Rakyat Demi Bantu Orang Tua Disabilitas

Senin, 15 Juni 2026 | 17:19

Demi Kepercayaan Masyarakat, Mahasiswa UBK Desak MBG Dihentikan

Senin, 15 Juni 2026 | 17:06

Komisi II DPR: KPU dan Bawaslu akan Tetap Eksis di 2027

Senin, 15 Juni 2026 | 16:47

DPR Minta Kejagung Tingkatkan Anggaran Perkara untuk Kejati dan Kejari

Senin, 15 Juni 2026 | 16:47

Selengkapnya