Berita

Panglima Angkatan Bersenjata Sudan, Jenderal Abdel Fattah Al Burhan/Net

Dunia

Beberapa Jam Sebelum Kudeta, AS Sudah Peringatkan Jenderal Sudan Tapi Tak Didengar

JUMAT, 29 OKTOBER 2021 | 12:37 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Jenderal tinggi Sudan dilaporan tidak mengindahkan peringatan yang diberikan oleh seorang utusan senior Amerika Serikat (AS) beberapa jam sebelum melakukan kudeta.

Dikutip dari laporan Reuters, utusan khusus Presiden Joe Biden, Jeffrey Feltman terbang ke Khartoum dua hari sebelum kudeta pada Senin (25/10). Ketika itu, rumor mengenai akan adanya kudeta militer sudah bermunculan di publik di tengah ketegangan antara militer dan sipil.

Sayangnya, militer tidak mengindahkan peringatan itu. Tentara justru melanjutkan yang sudah dipersiapkan selama beberapa pekan sebelumnya untuk merebut kekuasaan.


Setelah Feltman meninggalkan Sudan, tentara menggerebek kediaman para pejabat tinggi, termasuk Perdana Menteri Abdalla Hamdok.

Serangan sebelum fajar itu membuat Hamdok dan beberapa pejabat ditetapkan di bawah tahanan rumah. Sementara Jenderal Abdel Fattah Al Burhan yang memimpin kudeta mengumumkan pembubaran pemerintah.

Burhan  juga muncul di televisi untuk mengumumkan pembubaran Dewan Berdaulat, sebuah badan yang dibentuk setelah penggulingan Bashir untuk berbagi kekuasaan antara militer dan sipil.

Dutabesar Sudan untuk 12 negara, termasuk Amerika Serikat, Uni Emirat Arab, China, dan Prancis, telah menolak pengambilalihan militer tersebut.

Duta Besar untuk Belgia dan Uni Eropa, Jenewa dan badan-badan PBB, China, Afrika Selatan, Qatar, Kuwait, Turki, Swedia dan Kanada juga menandatangani pernyataan tersebut, yang mengatakan para utusan mendukung perlawanan rakyat terhadap kudeta.

Negara-negara Barat mengecam kudeta, sembari menyerukan agar menteri-menteri kabinet yang ditahan untuk segera dibebaskan. Mereka mengatakan akan menghentikan bantuan vital jika militer tidak memulihkan pembagian kekuasaan dengan warga sipil.

Populer

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

Usai Dimaafkan Jusuf Hamka, KAKI Dorong Polri Buka Kembali Kasus NCD Unibank

Sabtu, 05 September 2026 | 19:53

UPDATE

Bahlil Ungkap Defisit Minyak RI Hampir 1 Juta Barel per Hari

Selasa, 15 September 2026 | 10:24

Pemerintah Terus Perbaiki DTSEN agar Bansos Tepat Sasaran

Selasa, 15 September 2026 | 10:15

Jelang Sertijab Menteri Keuangan, Rupiah Melemah ke Rp17.674 per Dolar AS

Selasa, 15 September 2026 | 10:10

Pitra Romadoni Pilih Restoratif Justice soal Kasus ITE di Polres Bogor

Selasa, 15 September 2026 | 10:05

Bahlil Buka Suara soal Antrean BBM Subsidi di Makassar

Selasa, 15 September 2026 | 10:05

KPK Benarkan Presiden Direktur Summarecon Agung Turut Terjaring OTT

Selasa, 15 September 2026 | 10:02

IBC Mulai Produksi Baterai di Karawang, Kapasitas Awal 6,9 GWh

Selasa, 15 September 2026 | 09:57

Ruang Akademik Menuju Ekosistem Hak Asasi Manusia

Selasa, 15 September 2026 | 09:48

Turun Dua Hari Beruntun, Emas Antam Ambruk ke Rp2,5 Juta per Gram

Selasa, 15 September 2026 | 09:44

KPK Dikabarkan Tetapkan Tangan Kanan Nusron Wahid Hingga Pihak Summarecon Usai OTT

Selasa, 15 September 2026 | 09:40

Selengkapnya