Berita

Konsulat AS di Yerusalem/Net

Dunia

Wamenlu: Pembukaan Konsulat AS di Yerusalem Jadi Kontradiksi Pengakuan Washington atas Ibukota Israel

JUMAT, 29 OKTOBER 2021 | 12:10 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Amerika Serikat (AS) harus mendapatkan persetujuan dari Israel sebelum membuka kembali konsulat di Yerusalem yang ditujukan untuk warga Palestina.

Hal itu disampaikan oleh Wakil Menteri Luar Negeri AS untuk Manajemen dan Sumber Daya, Brian McKeon ketika ditanya oleh Komite Hubungan Luar Negeri Senat pada Rabu (27/10) terkait protokol membuka konsulat di negara lain.

Ketika itu, Senator dari Partai Republik Bill Hagerty bertanya apakah Washington dapat membuka kembali konsulat AS untuk Palestina di Yerusalem tanpa persetujuan Israel.


"Pemahaman saya, kita perlu mendapatkan persetujuan tuan rumah untuk membuka fasilitas diplomatik apa pun," jawab McKeon, seperti dikutip Sputnik.

Hagerty menyebut, pembukaan konsulat jenderal AS akan menjadi pelanggaran terhadap UU Kedutaan Yerusalem tahun 1995.

“Usulan Presiden Biden untuk membuka misi kedua AS di Yerusalem akan mulai membalikkan pengakuan Yerusalem, dan itu akan membagi ibukota abadi dan tak terbagi Israel,” kata Hagerty.

Konsulat Jenderal Amerika Serikat di Yerusalem yang didirikan pada 1844, jauh sebelum Israel maupun Otoritas Nasional Palestina dibentuk.

Namun, setelah pembentukan Israel pada tahun 1948 dan pembukaan kedutaan besar AS yang terpisah di Tel Aviv, konsulat menyediakan layanan bagi warga Palestina.

Pada 2018, pemerintahan mantan Presiden Donald Trump mengumumkan memindahkan kedutaan AS dari Tel Aviv ke Yerusalem. Selain itu, konsulat juga digabung dengan kedutaan.

Populer

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Karyawan dan Konsultan Pajak Hasnur Group Dipanggil KPK Terkait Kasus Restitusi Pajak

Kamis, 09 April 2026 | 12:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

UPDATE

Strategi Perang Laut Iran Miliki Relevansi dengan Indonesia

Minggu, 19 April 2026 | 05:59

Inflasi Pengamat dan Ilusi Kepakaran di Era Digital

Minggu, 19 April 2026 | 05:45

Relawan MBG Kini Wajib Didaftarkan BPJS Ketenagakerjaan

Minggu, 19 April 2026 | 05:23

PB HMI Ajak Publik Pakai Rasionalitas Hadapi Polemik JK

Minggu, 19 April 2026 | 04:55

Perlawanan Iran: Prospek Tatanan Dunia Baru

Minggu, 19 April 2026 | 04:35

PDIP Setuju Parpol Wajib Lapor soal Pendidikan Politik Pakai Uang Negara

Minggu, 19 April 2026 | 04:15

JK: Rismon Mau Ketemu Saya dengan Tujuh Orang, Saya Tolak!

Minggu, 19 April 2026 | 03:53

Komnas HAM Desak Panglima TNI Evaluasi Operasi Militer di Papua

Minggu, 19 April 2026 | 03:30

Belajar dari Era Jokowi, PDIP Ingatkan Partai Koalisi Pemerintah Jangan Antikritik

Minggu, 19 April 2026 | 03:14

Indonesia Harus Belajar Filsafat dan Strategi dari Perang Laut Iran 2026

Minggu, 19 April 2026 | 02:55

Selengkapnya