Berita

Deputi Bidang Sistem dan Strategi BNPB, Raditya Jati/Net

Politik

Australia Tukar Pikiran dengan Indonesia Soal Penanganan Bencana Pandemi Covid-19

KAMIS, 28 OKTOBER 2021 | 21:56 WIB | LAPORAN: RAIZA ANDINI

Kemitraan Australia-Indonesia kembali diperkuat untuk Kesiapsiagaan Bencana (Program SIAP SIAGA) yang dilakukan antara Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Kementerian Luar Negeri RI, dan Kedutaan Besar Australia di Jakarta.

Salah satu bentuk penguatan tersebut adalah dengan menyelenggarakan Simposium Pembelajaran Regional tentang Covid-19 dan Dampaknya terhadap Penanganan dan Ketangguhan Bencana secara virtual, pada Kamis (28/10).

Simposium ini bertujuan memberikan ruang untuk merefleksikan dampak Covid-19 pada kemampuan regional dalam menangani bencana, dan berbagi pembelajaran tentang bagaimana pihak-pihak yang bergerak di bidang kemanusiaan di tingkat lokal telah beradaptasi dengan cepat di tengah berbagai tantangan.


Menurut Deputy Head of Mission Kedutaan Australia di Jakarta, Stephen Scott, kawasan Indo-Pasifik memiliki pengalaman yang sangat kaya di bidang penanganan bencana dan kedaruratan kesehatan masyarakat, seperti yang telah ditunjukkan selama pandemi Covid-19.

"Oleh karena itu, sangat penting untuk meningkatkan pertukaran pengetahuan antar negara dan melembagakan praktik-praktik baik dalam rangka memperkuat upaya pengelolaan risiko bencana dan mengatasi tantangan kita bersama di kawasan ini," kata Scott dalam keterangannya.

Simposium ini merupakan kelanjutan dari serangkaian webinar yang diselenggarakan Program SIAP SIAGA pada Juni 2021 untuk mendokumentasikan pembelajaran tentang topik yang sama.

Ada tiga topik tematis yang berhasil diidentifikasi dari serangkaian webinar yang lalu dan kemudian dibahas secara lebih mendalam pada Simposium ini: Tata Kelola dan Kepemimpinan Lembaga, Model Kemitraan, serta Teknologi dan Komunikasi.

Sesi-sesi dalam Simposium memaparkan pentingnya berbagai faktor seperti kesiapan kerangka hukum untuk peristiwa Covid-19, pemberdayaan organisasi kemanusiaan lokal memberikan bantuan kemanusiaan, upaya memperkuat kemitraan lokal, meningkatkan partisipasi anak muda dan perempuan dalam penanganan bencana, dan upaya mendorong penggunaan bahasa asli serta pendekatan inklusif yang juga mencakup kelompok disabilitas dalam komunikasi saat bencana.

Sementara itu, Deputi Bidang Sistem dan Strategi BNPB, Raditya Jati menekankan pentingnya 3C yaitu commitment of leadership atau komitmen para pemimpin dalam mengubah paradigma dari tanggap darurat ke pencegahan, collaboration atau kolaborasi antar berbagai pihak, serta risk communications atau komunikasi risiko untuk mendukung ketangguhan yang berkelanjutan untuk mendukung pembangunan berkelanjutan.

Hasil-hasil Simposium ini diharapkan dapat memberi masukan berharga untuk pelaksanaan Sesi Ketujuh Platform Global untuk Pengurangan Risiko Bencana (Seventh Session of the Global Platform for Disaster Risk Reduction) yang akan diselenggarakan Indonesia pada tahun 2022.

BNPB, dikatakan Raditya, turut bangga menyaksikan keberhasilan Simposium Regional ini, yang menjadi salah satu tindak lanjut dari rekomendasi Konferensi Regional Bantuan Kemanusiaan yang diselenggarakan oleh Indonesia pada 6-7 Oktober lalu.

"Konferensi Regional telah menekankan beberapa rekomendasi penting; pertama, perlunya aktor kemanusiaan di kawasan untuk memperkuat fokus pada pengumpulan data dan tindakan berbasis bukti dalam kesiapsiagaan bencana,” katanya.

Selain itu, lanjut Raditya, pentingnya mengintensifkan pertukaran pengalaman dan praktik baik dalam agenda kemanusiaan di kawasan Asia Pasifik.

Direktur Hak Asasi Manusia dan Kemanusiaan, Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia, Achsanul Habib menambahkan, acara simposium ini diharapkan menjadi momentum berbagai pengalaman antarnegara.

"Dialog, berbagi praktik terbaik, dan pertukaran pengalaman yang baik memainkan peran penting dalam memperkuat kapasitas kemanusiaan di kawasan," demikian disampaikan Achsanul.

Populer

Kolaborasi dengan Turki

Minggu, 11 Januari 2026 | 04:59

KPK Panggil Sekretaris Camat hingga Direktur Perusahaan dalam Kasus OTT Bupati Bekasi

Rabu, 14 Januari 2026 | 12:09

Ijazah Asli Kehutanan UGM

Rabu, 14 Januari 2026 | 05:09

KPK Dikabarkan OTT Walikota Madiun Maidi

Senin, 19 Januari 2026 | 15:23

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Aneh! UGM Luluskan Jokowi dengan Transkrip Nilai Amburadul

Minggu, 18 Januari 2026 | 00:35

UPDATE

Ketum PDIP Tinjau Kantor Baru Megawati Institute

Selasa, 20 Januari 2026 | 22:14

Polisi Bongkar Jaringan Senpi Ilegal Dipakai Begal, Dijual di Facebook Hingga Tokopedia

Selasa, 20 Januari 2026 | 22:09

Bupati Sudewo dan Tiga Kades Kajen Resmi Ditahan, Digiring ke Rutan Pakai Rompi Oranye

Selasa, 20 Januari 2026 | 21:53

Wapres Gibran Blusukan ke Pasar Borong Daun Bawang

Selasa, 20 Januari 2026 | 21:48

Istana Rayakan Prestasi Timnas Maroko sebagai Runner-Up Piala Afrika 2025

Selasa, 20 Januari 2026 | 21:32

Polisi Sudah Periksa 10 Saksi dan Ahli Terkait Pelaporan Pandji Pragiwaksono

Selasa, 20 Januari 2026 | 21:29

Komisi II Hanya Fokus Revisi UU Pemilu, Bukan Pilkada

Selasa, 20 Januari 2026 | 21:22

Thomas Djiwandono Mundur dari Gerindra Usai Dicalonkan Jadi Deputi Gubernur BI

Selasa, 20 Januari 2026 | 21:10

Bupati Pati Sudewo dan Tiga Kades Patok Harga hingga Rp225 Juta per Jabatan Perangkat Desa

Selasa, 20 Januari 2026 | 21:00

Daftar 28 Perusahaan Sumatera yang Izinnya Dicabut Prabowo

Selasa, 20 Januari 2026 | 20:56

Selengkapnya