Berita

Ketua Umum (Ketum) PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri/RMOL

Politik

Singgung Islam Garis Keras, Megawati Serukan Seluruh DPD Bangun Patung Bung Karno

KAMIS, 28 OKTOBER 2021 | 20:16 WIB | LAPORAN: JAMALUDIN AKMAL

Islam garis keras, disebut Ketua Umum (Ketum) PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri, tidak membolehkan membangun patung karena takut disembah. AKan tetapim dirinya berharap patung Bung Karno bisa dibangun di setiap daerah.

Hal itu disampaikan Megawati saat memberikan pidato di Peringatan Hari Sumpah Pemuda serta rangkaian acara peresmian Prasasti Taman UMKM Bung Karno, dan Penandatanganan 16 Kantor Partai yang diikuti oleh kader PDIP melalui virtual, Kamis sore (28/10).

Megawati mengaku mengikuti ideologi dan pemikiran-pemikiran ayahnya, Presiden Soekarno yang sejak dulu dipanggil Bung Karno.


Megawati yakin, apa yang telah dibuat oleh seorang pemimpin seperti Bung Karno belum tentu bisa dibuat lagi oleh pemimpin lainnya. Sehingga, tidak bisa dihapuskan oleh sejarah bangsa.

"Jadi, kalau memungkinkan, maka tentunya tidak perlu terburu-buru, karena kita sifatnya gotong royong. Bikin lah di setiap daerah yang namanya patung beliau. Mau tidak mau, suka tidak suka, beliau adalah proklamator kita, bapak bangsa dan diberi gelar pahlawan nasional," kata Megawati dihadapan kadernya.

Megawati menyadari bahwa patung sifatnya hanya simbolis. Akan tetapi, patung pahlawan merupakan sebuah presentasi seperti apa sosok pahlawan.

"Ada yang mengatakan, itu kan kalau dari Islam garis keras, mengatakan tidak boleh, takut itu didewakan atau disembah. Tidak ada niat seperti itu. Hanya sebuah pengenalan dan dari sosok pahlawan-pahlawan," kata Megawati.

Bahkan, Megawati berharap bahwa seluruh pahlawan bangsa dibuatkan fisik patung agar generasi muda mengetahui sosok para pahlawannya.

"Ini karena kebetulan saya bercerita soal Bung Karno pahlawan, karena kita juga mengikuti memperingati Hari Sumpah Pemuda," tuturnya.

Megawati juga mengajak para kadernya untuk terus memelihara taman makam pahlawan. Karena menurutnya, tidak semua negara mempunyai taman makam pahlawan.

"Karena belum tentu loh sebuah negara itu punya taman makam pahlawan loh. Karena tidak ada perjuangannya melawan penjajah (negara lain). Kalau kita sudah sangat yakin dan meyakini perjuangan kita bukan lah hanya dari omongan saja," pungkas Megawati.

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

UPDATE

Intervensi Jepang Runtuhkan Dominasi Dolar AS

Jumat, 01 Mei 2026 | 08:15

Saham Big Tech Bergerak Beragam, Alphabet dan Amazon Moncer

Jumat, 01 Mei 2026 | 07:58

Mojtaba Khamenei: Tak Ada Tempat bagi AS di Teluk Persia

Jumat, 01 Mei 2026 | 07:36

Harga Emas Melonjak setelah Jepang Intervensi Pasar Mata Uang

Jumat, 01 Mei 2026 | 07:26

STOXX 600 Capai Level 611,28 Saat Sektor Industri Melesat di Atas 1 Persen

Jumat, 01 Mei 2026 | 07:06

Diplomasi Raja Charles III terhadap ‘King’ Trump

Jumat, 01 Mei 2026 | 06:57

Celios: Kita Menolak MBG Dijadikan Alat Politik

Jumat, 01 Mei 2026 | 06:28

Keluarga, Buruh dan Prabowonomics

Jumat, 01 Mei 2026 | 06:02

Pembatalan Unjuk Rasa May Day di DPR Dianggap Warganet ‘Sudah Cair’

Jumat, 01 Mei 2026 | 05:39

Prabowo-Gibran Diselamatkan Beras

Jumat, 01 Mei 2026 | 05:15

Selengkapnya