Berita

Ilustrasi/Net

Dunia

China Biayai Pembangunan Pos Unit Pasukan Khusus di Perbatasan Tajikistan-Afghanistan

KAMIS, 28 OKTOBER 2021 | 17:43 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

China tengah membangun pos terdepan untuk unit pasukan khusus polisi Tajikistan di dekat perbatasan Tajikistan-Afghanistan.

Jurubicara parlemen Tajikistan pada Kamis (27/10), pos tersebut akan berlokasi di Provinsi Otonomi Gorno-Badakhshan timur di pegunungan Pamir, yang berbatasan dengan Provinsi Xinjiang di China dan Provinsi Badakhstan di Afghanistan.

Ia menekankan, tidak ada pasukan China yang akan ditempatkan di fasilitas tersebut.


Rencana untuk membangun pos tersebut muncul di tengah ketegangan antara pemerintah Dushanbe dan penguasa baru Taliban di Afghanistan.

Presiden Tajik Emomali Rakhmon telah menolak untuk mengakui pemerintah Taliban, menyerukan perwakilan yang lebih luas dari kelompok etnis Afghanistan, di mana Tajik adalah yang terbesar kedua.

Sementara itu, Kabul telah memperingatkan Dushanbe agar tidak ikut campur dalam urusan dalam negerinya.

Menurut media Rusia, Taliban telah membuat aliansi dengan kelompok militan etnis Tajik yang berbasis di Afghanistan utara yang berusaha untuk menggulingkan pemerintah Rakhmon.

Sementara itu, China adalah investor utama di Tajikistan dan Beijing juga beberapa kali bertindak sebagai donor, menyerahkan, misalnya, gedung parlemen baru secara gratis.

Populer

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

Usai Dimaafkan Jusuf Hamka, KAKI Dorong Polri Buka Kembali Kasus NCD Unibank

Sabtu, 05 September 2026 | 19:53

UPDATE

Bahlil Ungkap Defisit Minyak RI Hampir 1 Juta Barel per Hari

Selasa, 15 September 2026 | 10:24

Pemerintah Terus Perbaiki DTSEN agar Bansos Tepat Sasaran

Selasa, 15 September 2026 | 10:15

Jelang Sertijab Menteri Keuangan, Rupiah Melemah ke Rp17.674 per Dolar AS

Selasa, 15 September 2026 | 10:10

Pitra Romadoni Pilih Restoratif Justice soal Kasus ITE di Polres Bogor

Selasa, 15 September 2026 | 10:05

Bahlil Buka Suara soal Antrean BBM Subsidi di Makassar

Selasa, 15 September 2026 | 10:05

KPK Benarkan Presiden Direktur Summarecon Agung Turut Terjaring OTT

Selasa, 15 September 2026 | 10:02

IBC Mulai Produksi Baterai di Karawang, Kapasitas Awal 6,9 GWh

Selasa, 15 September 2026 | 09:57

Ruang Akademik Menuju Ekosistem Hak Asasi Manusia

Selasa, 15 September 2026 | 09:48

Turun Dua Hari Beruntun, Emas Antam Ambruk ke Rp2,5 Juta per Gram

Selasa, 15 September 2026 | 09:44

KPK Dikabarkan Tetapkan Tangan Kanan Nusron Wahid Hingga Pihak Summarecon Usai OTT

Selasa, 15 September 2026 | 09:40

Selengkapnya