Berita

Partai Golkar/RMOLNetwork

Politik

Direktur KPN: Sangat Mungkin Golkar Gabungkan Parpol Pecahannya di Pemilu 2024

KAMIS, 28 OKTOBER 2021 | 15:54 WIB | LAPORAN: IDHAM ANHARI

Peluang Partai Golkar untuk menghimpun atau menyatukan partai politik pecahannya seperti Nasdem, Gerindra, Hanura, Berkarya dan Perindo pada Pemilu 2024 yang akan datang sangat bisa dimungkinkan terjadi.

Demikian pendapat Direktur Eksekutif Kajian Politik Nasional (KPN) Adib Miftahul kepada Kantor Berita Politik RMOL, Kamis sore (18/10).

“Sangat dimungkinkan, karena Partai Golkar itu perlu dicatat merupakan partai yang paling senior, partai yang sudah teruji ketika terjadi pergolakan dan perpecahan hingga sampai sekarang ini menjadi partai pemenang kedua Pemilu,” kata Adib.


Kemungkinan Golkar untuk menghimpun partai politik pecahannya ini terbuka lebar. Pasalnya, Prabowo Subianto kala itu sebelum menjadi Ketua Umum Gerindra pernah mengikuti konvensi Calon Presiden Partai Golkar pada tahun 2003 silam.

Menurut Adib, Golkar sebagai partai senior dengan kader-kader yang sudah malang melintang dan memiliki pemahaman politik mumpuni pasti mampu untuk menghimpun kekuatan dari partai-partai politik yang dulu pernah satu wadah di bawah rimbunnya pohon beringin.

Untuk menwujudkan ini, kata Adib, Golkar harus bisa memberikan kepastian porsi kekuasaan terhadap partai-partai politik pecahan Golkar itu, ketika nanti berkoalisi.

“Ketika mereka (parpol pecahan Golkar) sudah mendapat jaminan apa yang mereka bisa dapatkan, saya kira koalisi ini akan mudah terbetuk,” demikian Adib.

Misalnya wacana ini terwujud. Golkar bisa saja hanya berkoalisi dengan partai Nasdem, berutan Surya Paloh.

Karena,dari hasil pemilihan suara Pemilu 2019. Partai Golkar memperoleh 17.229.789 suara atau 12,31 persen, sementara Nasdem memperoleh 12.661792 suara atau 9,05 persen. Jika keduanya bergabung maka 21,26 persen suara, sangat cukup untuk mengusung lantaran telah melampaui Parparliamentary threshold atauambang batas perolehan suara minimal partai politik sebesar 20 persen.

Populer

Kolaborasi dengan Turki

Minggu, 11 Januari 2026 | 04:59

KPK Panggil Sekretaris Camat hingga Direktur Perusahaan dalam Kasus OTT Bupati Bekasi

Rabu, 14 Januari 2026 | 12:09

Ijazah Asli Kehutanan UGM

Rabu, 14 Januari 2026 | 05:09

KPK Dikabarkan OTT Walikota Madiun Maidi

Senin, 19 Januari 2026 | 15:23

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Aneh! UGM Luluskan Jokowi dengan Transkrip Nilai Amburadul

Minggu, 18 Januari 2026 | 00:35

UPDATE

Ketum PDIP Tinjau Kantor Baru Megawati Institute

Selasa, 20 Januari 2026 | 22:14

Polisi Bongkar Jaringan Senpi Ilegal Dipakai Begal, Dijual di Facebook Hingga Tokopedia

Selasa, 20 Januari 2026 | 22:09

Bupati Sudewo dan Tiga Kades Kajen Resmi Ditahan, Digiring ke Rutan Pakai Rompi Oranye

Selasa, 20 Januari 2026 | 21:53

Wapres Gibran Blusukan ke Pasar Borong Daun Bawang

Selasa, 20 Januari 2026 | 21:48

Istana Rayakan Prestasi Timnas Maroko sebagai Runner-Up Piala Afrika 2025

Selasa, 20 Januari 2026 | 21:32

Polisi Sudah Periksa 10 Saksi dan Ahli Terkait Pelaporan Pandji Pragiwaksono

Selasa, 20 Januari 2026 | 21:29

Komisi II Hanya Fokus Revisi UU Pemilu, Bukan Pilkada

Selasa, 20 Januari 2026 | 21:22

Thomas Djiwandono Mundur dari Gerindra Usai Dicalonkan Jadi Deputi Gubernur BI

Selasa, 20 Januari 2026 | 21:10

Bupati Pati Sudewo dan Tiga Kades Patok Harga hingga Rp225 Juta per Jabatan Perangkat Desa

Selasa, 20 Januari 2026 | 21:00

Daftar 28 Perusahaan Sumatera yang Izinnya Dicabut Prabowo

Selasa, 20 Januari 2026 | 20:56

Selengkapnya