Berita

Buruh dan mahasiswa yang tergabung dalam Gebrak tetap bertahan menyuarakan aspirasi meski diguyur hujan lebat di Jakarta Pusat/RMOL

Politik

Tak Ditemui Jokowi Meski Diguyur Hujan, Demonstran: Rezim Peduli Orang Kaya Dibanding Rakyat Biasa

KAMIS, 28 OKTOBER 2021 | 15:47 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Massa aksi dari Gerakan Buruh Bersama Rakyat (Gebrak) dan sejumlah elemen mahasiswa yang berdemonstrasi di kawasan Patung Kuda Arjuna Wiwaha, Jakarta Pusat masih bertahan.

Pantauan Kantor Berita Politik RMOL di lokasi sekitar pukul 15.30 WIB, massa aksi masih menyuarakan aspirasinya meski hujan deras mengguyur wilayah Patung Kuda Arjuna Wiwaha dan sekitarnya.

Koordinator Gebrak, Nining Elitos mengatakan, pihaknya tidak heran ketika perwakilan dari Istana belum ada yang menemui massa aksi untuk memenuhi 13 tuntutan aksi.


"Inilah pemerintah kita hari ini, kalau orang-orang yang bermobil mewah, berpakaian rapi itu pasti diterima, tapi itu sudah diperlihatkan rezim Jokowi-Maruf rakyat tidak penting bagi mereka. Padahal kekuasaan yang diraih mereka hari ini dipilih oleh rakyat," sesalnya kepada wartawan di lokasi.

Namun begitu, ia menegaskan bahwa massa akan terus menyuarakan apa yang menjadi tuntutannya dengan terus mengorganisir gerakan-gerakan rakyat di seluruh wilayah di Indonesia.

"Momentum dua tahun Jokowi-Maruf menjadi pimpinan di negeri ini, kita menyimpulkan gagal menyejahterakan rakyat bangun kesatuan rakyat untuk kedaulatan rakyat," pungkasnya.

Aksi Gebrak pada momentum hari Sumpah Pemuda ini mengkritisi kinerja dua tahun rezim Jokowi-Maruf Amin dengan membawa 13 tuntutan, di antaranya meminta pemerintah untuk menyetop kriminalisasi dan penangkapan aktivis, bebaskan seluruh aktivis gerakan rakyat yang ditangkap dan dikriminalisasi.

Massa Gebrak terdiri dari berbagai elemen buruh hingga mahasiswa, yakni Konfederasi kongres aliansi buruh Indonesia (Kasbi), Konfederasi Persatuan Buruh Indonesia (KPBI), Konsorsium Pembaruan Agraria (KPA), Sentral Gerakan Buruh Nusantara (SGBN), Konfederasi Serikat Nasional (KSN), Serikat Pekerja Media dan Industri Kreatif (Sindikasi).

Populer

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

KPK Dikabarkan Tetapkan Tangan Kanan Nusron Wahid Hingga Pihak Summarecon sebagai Tersangka

Selasa, 15 September 2026 | 09:40

UPDATE

Anies dan KDM Bisa Wassalam Jika Wacana Dua Fraksi untuk Capres Diterapkan

Senin, 21 September 2026 | 16:22

Keluarga Ikhlas Namun Masih Berharap Lima Wartawan yang Hilang Bisa Pulang

Senin, 21 September 2026 | 16:01

Begini Respons Nusron Ditanya Alasan Mundur dari Kepengurusan Golkar

Senin, 21 September 2026 | 15:53

Turki Siap Kirim Bantuan Militer ke Arab Saudi Jika Terdesak

Senin, 21 September 2026 | 15:47

Bupati Bolmut Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Senin, 21 September 2026 | 15:41

Menkop Dorong Koperasi Sawit Miliki Pabrik CPO Sendiri

Senin, 21 September 2026 | 15:15

Lima Wartawan Hilang saat Liput Anak Krakatau Jadi Pahlawan Pers

Senin, 21 September 2026 | 15:07

Arab Saudi Gempur Yaman 760 Kali, Houthi Ancam Balas Lebih Keras

Senin, 21 September 2026 | 14:56

Dukung Prabowo Kuatkan Sanksi Pelaku Karhutla

Senin, 21 September 2026 | 14:50

Jangan Ukur Keberhasilan Pariwisata Hanya dari Jumlah Wisatawan

Senin, 21 September 2026 | 14:40

Selengkapnya