Berita

Presiden Joko Widodo/Net

Politik

Ujang Komarudin, Adi Prayitno, dan Refly Harun Dinilai Mumpuni Jadi Jubir Presiden

KAMIS, 28 OKTOBER 2021 | 08:30 WIB | LAPORAN: JAMALUDIN AKMAL

Posisi Jurubicara (Jubir) Presiden disarankan tidak diisi oleh orang dengan kapasitas ecek-ecek. Sebab tugas mereka adalah penyambung lidah presiden kepada rakyat.

Direktur Pusat Riset Politik Hukum dan Kebijakan Indonesia (PRPHKI), Saiful Anam mengatakan, Jubir Presiden merupakan kepanjangan tangan presiden yang harus sejalan dengan apa yang diinginkan oleh presiden.

"Untuk itu, harus mampu mewakili kerja dan keinginan presiden untuk disampaikan kepada publik. Jangan sampai jubir melebih-lebihkan atau bahkan mengurangi capaian yang sudah dilakukan oleh presiden," ujarnya kepada Kantor Berita Politik RMOL, Kamis (28/10).


Fadjroel Rachman sendiri kata Saiful, saat menjadi Jubir Presiden, belum dapat menyampaikan secara baik apa yang menjadi capaian presiden melalui kinerjanya.

Atas dasar itu, Saiful merasa ambibu apakah kepindahannya menjadi dutabesar bisa disebut naik kelas atau sebatas “dibuang” karena presiden tidak puas.

Lebih lanjut, Saiful Anam berharap jubis pengganti Facjroel adalah soso yang tidak hanya cerdas, tapi juga pintar dalam menyampaikan capaian dan juga keinginan-keinginan presiden.

Secara konkret, Saiful Anam menyebut tiga nama yang cocok. Mereka adalah pengamat politik dari Universitas Al Azhar Indonesia, Ujang Komaruddin, pengamat politik dari UIN Jakarta Adi Prayitno, dan pakar hukum tata negara Refly Harun.

"Ketiganya saya kira sangat mumpuni dalam mengemban amanah sebagai pengganti Fadjroel yang kini dipercaya sebagai Dubes," pungkas Saiful.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

Desakan Pecat Nusron Mencuat, Ahmad Doli Memungkinkan jadi Pengganti

Minggu, 20 September 2026 | 05:26

UPDATE

Bea Cukai Sita 1.435 Bale Pakaian Bekas Ilegal Senilai Rp11,4 Miliar

Selasa, 22 September 2026 | 12:26

Bea Cukai Gagalkan 30 Kontainer Berisi Beras-Garam hingga Balpres, Nilainya Rp27,3 Miliar

Selasa, 22 September 2026 | 12:14

Lulus Kuliah, Sarjana SGU Ditantang Adaptif Hadapi Perubahan

Selasa, 22 September 2026 | 12:03

KPK Bakal Dalami Keterlibatan Dua Dirjen ATR/BPN yang Belum Jadi Tersangka

Selasa, 22 September 2026 | 11:55

Keselamatan Warga Harus Diprioritaskan di Tengah Banjir Bandang Solok

Selasa, 22 September 2026 | 11:51

Menlu Sugiono Serukan Langkah Nyata Group Eight Hentikan Krisis Gaza

Selasa, 22 September 2026 | 11:49

Harga Bitcoin Melonjak 6,66 Persen ke 86.614 Dolar AS

Selasa, 22 September 2026 | 11:47

Parpol Nonparlemen Bakal Kesulitan Jika Wacana Dua Fraksi untuk Capres Diterapkan

Selasa, 22 September 2026 | 11:37

NPCT1 Pastikan Tidak Ada Korban Pasca-Kebakaran Kontainer

Selasa, 22 September 2026 | 11:32

Sjafrie Apresiasi Jepang, dari Kemitraan Pertahanan hingga Bantuan Chinook

Selasa, 22 September 2026 | 11:05

Selengkapnya