Berita

Direktur Eksekutif Indikator Politik Indonesia Burhanuddin Muhtadi/Repro

Politik

Pandangan Pemilih Muda, Perhatian Parpol pada Isu Perubahan Iklim Masih Rendah

RABU, 27 OKTOBER 2021 | 14:18 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Mayoritas generasi Z (Gen Z) dan Milenial sebagai pemilih muda, menilai bahwa perhatian partai-partai politik di Indonesia masih rendah terhadap krisis atau perubahan iklim.

Hal itu terpotret dalam temuan survei Indikator Politik Indonesia dan Yayasan Indonesia Cerah, bertajuk "Persepsi Pemilih Muda dan Pemula (Gen Z dan Millenial) atas Permasalahan Krisis Iklim di Indonesia" yang dirilis pada Rabu siang (27/10).

"Belum ada satu partai politik pun yang dominan dalam persepsi responden pemilih pemula dan muda dari kalangan Gen-Z dan milenial terkait isu perhatian parpol-parpol di Indonesia dalam menghentikan atau mengatasi perubahan/krisis iklim," kata Direktur Eksekutif Indikator Politik Indonesia Burhanuddin Muhtadi.


Berdasarkan data Indikator Politik Indonesia, Partai Demokrat mendapatkan 4 persen yang menilai sangat perhatian, 29 persen menilai cukup perhatian, 20 persen kurang perhatian, 15 persen tidak perhatian sama sekali.

Lalu ada Partai Gerindra dengan 3 persen sangat perhatian, 29 persen cukup perhatian, 22 persen kurang perhatian, 15 persen tidak perhatian sama sekali.

PDI Perjuangan 5 persen yang menilai sangat perhatian, 26 persen menilai cukup perhatian, 22 persen kurang perhatian, 16 persen tidak perhatian sama sekali.

Partai Golkar 3 persen yang menilai sangat perhatian, 27 persen menilai cukup perhatian, 23 persen kurang perhatian, 15 persen tidak perhatian sama sekali.

Partai Nasdem 3 persen menilai sangat perhatian, 25 persen menilai cukup perhatian, 23 persen kurang perhatian, 16 persen tidak perhatian sama sekali.

Kemudian PKB 2 persen yang menilai sangat perhatian, 25 persen menilai cukup perhatian, 25 persen kurang perhatian, 15 persen tidak perhatian sama sekali.

PKS 2 persen yang menilai sangat perhatian, 24 persen menilai cukup perhatian, 24 persen kurang perhatian, 16 persen tidak perhatian sama sekali.

Selanjutnya PPP 2 persen yang menilai sangat perhatian, 24 persen menilai cukup perhatian, 24 persen kurang perhatian, 16 persen tidak perhatian sama sekali.

PAN 2 persen yang menilai sangat perhatian, 24 persen menilai cukup perhatian, 24 persen kurang perhatian, 17 persen tidak perhatian sama sekali.

Terakhir PSI 1 persen yang menilai sangat perhatian, 21 persen menilai cukup perhatian, 26 persen kurang perhatian, 18 persen tidak perhatian sama sekali.

Survei kolaborasi antara Indikator Politik Indonesia dan Yayasan Indonesia Cerah ini digelar pada medio 9-16 September 2021.  

Survei menggunakan metode stratified multistage random sampling dengan jumlah sampel sebanyak 4.020 responden dari 34 provinsi di Indonesia yang berusia 17-35 tahun, dengan toleransi kesalahan (margin of eror-MoE) sekitar kurang lebih 2.7 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen.

Turut hadir dalam acara tersebut yakni Pendiri sekaligus Direktur Eksekutif Yayasan Indonesia Cerah, Anggota Komisi VII DPR RI fraksi Golkar Dyah Roro Esti.

Kemudian, Walikota Bogor Bhima Arya Sugiyarto, Politikus PDIP Putra Nababan, dan Politikus Partai Gerindra Rahayu Saraswati.

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

Dadan Hindayana Kena Batunya

Rabu, 03 Juni 2026 | 01:04

UPDATE

Wall Street Lesu, Nasdaq Anjlok Paling Dalam

Rabu, 10 Juni 2026 | 08:20

Tok! Pertamax Naik Drastis Jadi Rp16.250 per Liter Mulai Hari Ini

Rabu, 10 Juni 2026 | 08:02

Peringati 100 Hari Perang, Ghalibaf Puji Keteguhan Rakyat Iran

Rabu, 10 Juni 2026 | 07:49

Logam Mulia Melemah, Pasar Waspadai Lonjakan Inflasi AS

Rabu, 10 Juni 2026 | 07:39

JIS Diburu Sponsor, Jakpro Mulai Proses Tender Naming Rights

Rabu, 10 Juni 2026 | 07:27

AS Gempur Iran Setelah Helikopter Apache Ditembak Jatuh di Selat Hormuz

Rabu, 10 Juni 2026 | 07:16

Saham Teknologi dan Perbankan Tertekan, Bursa Eropa Ditutup Lesu

Rabu, 10 Juni 2026 | 07:05

Ditopang Geng Solo dan Golkar, Duet Gibran-Bahlil Bisa jadi Efek Kejut di Pilpres 2029

Rabu, 10 Juni 2026 | 06:58

Iran Disebut Memiliki Tiga Senjata Nuklir yang Bikin AS-Israel Ketar-ketir

Rabu, 10 Juni 2026 | 06:30

Lagu ‘MBG’ Sarana Efektif Dongkrak Popularitas Bahlil Menuju Pilpres 2029

Rabu, 10 Juni 2026 | 06:01

Selengkapnya