Berita

Mantan Presiden Afghanistan Ashraf Ghani/Net

Dunia

Permintaan untuk Beri Kekuasaan Pada Taliban Sempat Ditolak, Pakistan Ingin Ashraf Ghani Digantung

RABU, 27 OKTOBER 2021 | 12:34 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Sebuah artikel yang diterbitkan oleh Dutabesar Afghanistan untuk Uni Emirat Arab (UEA) di Wall Street Journal baru-baru ini agaknya cukup mengejutkan.

Artikel itu menyebutkan Panglima Angkatan Darat Pakistan Qamar Bajwa dan Kepala Inter-Services Intelligence (ISI) Faiz Hamid melakukan kunjungan ke Kabul pada Mei, untuk bertemu dengan Ashraf Ghani yang ketika itu masih menjadi presiden Afghanistan.

Menurut Ahmed, kedua petinggi Pakistan menuntut Ghani untuk memberikan kursi kuota Pashtun di pemerintahannya kepada Taliban.


Keduanya juga meminta Ghani untuk membebaskan tahanan Taliban, memberikan kelompok itu bagian dari pendapatan bea cukai, dan menyimpan senjata mereka. Pakistan juga meminta Ghani untuk menghentikan operasi khusus dan serangan udara Afghanistan.

Dalam hal lain, Pakistan meminta untuk diizinkan mengirim tim intelijen demi memantau kehadiran India di Afghanistan.

Tetapi menurut Ahmed, Ghani telah menolak permintaan-permintaan tersebut. Itu lantaran permintaan serupa Ghani untuk memantau Taliban di Pakistan ditolak oleh Islamabad.

"Pemandangan di dalam benteng Afghanistan adalah bahwa Pakistan menginginkan kepala Ghani digantung," tambah Ghani.

Ghani digulingkan setelah Taliban merebut kendali Afghanistan pada pertengahan Agustus, ketika Amerika Serikat (AS) menarik pasukannya. Ketika Taliban berusaha menguasai Kabul, Ghani dilaporkan melarikan diri ke luar negeri, memicu kemarahan publik.

Populer

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Karyawan dan Konsultan Pajak Hasnur Group Dipanggil KPK Terkait Kasus Restitusi Pajak

Kamis, 09 April 2026 | 12:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

UPDATE

Strategi Perang Laut Iran Miliki Relevansi dengan Indonesia

Minggu, 19 April 2026 | 05:59

Inflasi Pengamat dan Ilusi Kepakaran di Era Digital

Minggu, 19 April 2026 | 05:45

Relawan MBG Kini Wajib Didaftarkan BPJS Ketenagakerjaan

Minggu, 19 April 2026 | 05:23

PB HMI Ajak Publik Pakai Rasionalitas Hadapi Polemik JK

Minggu, 19 April 2026 | 04:55

Perlawanan Iran: Prospek Tatanan Dunia Baru

Minggu, 19 April 2026 | 04:35

PDIP Setuju Parpol Wajib Lapor soal Pendidikan Politik Pakai Uang Negara

Minggu, 19 April 2026 | 04:15

JK: Rismon Mau Ketemu Saya dengan Tujuh Orang, Saya Tolak!

Minggu, 19 April 2026 | 03:53

Komnas HAM Desak Panglima TNI Evaluasi Operasi Militer di Papua

Minggu, 19 April 2026 | 03:30

Belajar dari Era Jokowi, PDIP Ingatkan Partai Koalisi Pemerintah Jangan Antikritik

Minggu, 19 April 2026 | 03:14

Indonesia Harus Belajar Filsafat dan Strategi dari Perang Laut Iran 2026

Minggu, 19 April 2026 | 02:55

Selengkapnya