Berita

Menteri Keuangan RI Sri Mulyani/Net

Dunia

Bersama Menkeu AS, Sri Mulyani Ajak G20 Buat Forum Khusus Cegah Pandemi dan Dampaknya di Masa Depan

RABU, 27 OKTOBER 2021 | 10:57 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Sebuah surat yang ditulis oleh Menteri Keuangan Amerika Serikat (AS) Janet Yellen dan Menteri Keuangan RI Sri Mulyani dikirim kepada negara-negara G20.

Surat tertanggal 25 Oktober 2021 itu berisi permintaan dukungan G20 untuk meluncurkan forum koordinasi kesehatan dan global yang bertujuan mencegah pandemi di masa depan.

"Sementara kita membuat kemajuan dalam memerangi Covid-19, kita juga menghadapi kenyataan pahit: ini bukan pandemi terakhir," tulis mereka, seperti dikutip dari situs resmi Departemen Keuangan AS.


Mereka mengatakan, kemunculan pandemi telah menciptakan krisis keuangan global yang membutuhkan penguatan kerjasama ekonomi internasional. Dalam hal ini, G20 harus menjadi pemimpin dalam kerjasama tersebut.

"Pandemi saat ini menunjukkan kurangnya kesiapan di tingkat negara dan kurangnya koordinasi di antara kita. Untuk itu, kami sangat mendukung peluncuran forum di mana para menteri kesehatan dan keuangan dapat memulai pekerjaan memfasilitasi kerjasama global dan mengoordinasikan pencegahan, deteksi, berbagi informasi, dan jika diperlukan, tanggapan," jelas dua menkeu itu.

Dalam surat itu dijelaskan forum akan banyak menanggapi seruan badan-badan independen, termasuk Panel Independen Tingkat Tinggi untuk mendorong keterlibatan strategis antara menteri kesehatan dan keuangan.

Selain itu, forum itu juga akan memberdayakan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dan entitas lainnya.

"Dengan pertemuan Pemimpin G20, kita harus berkomitmen untuk memastikan kapasitas pembiayaan bank pembangunan multilateral memenuhi tugas ini," pungkas mereka.

Indonesia sendiri akan memegang kepemimpinan G20 pada tahun depan, dengan sejumlah fokus, utamanya pemulihan ekonomi dampak pandemi dan ekonomi hijau.

Populer

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

Usai Dimaafkan Jusuf Hamka, KAKI Dorong Polri Buka Kembali Kasus NCD Unibank

Sabtu, 05 September 2026 | 19:53

UPDATE

Bahlil Ungkap Defisit Minyak RI Hampir 1 Juta Barel per Hari

Selasa, 15 September 2026 | 10:24

Pemerintah Terus Perbaiki DTSEN agar Bansos Tepat Sasaran

Selasa, 15 September 2026 | 10:15

Jelang Sertijab Menteri Keuangan, Rupiah Melemah ke Rp17.674 per Dolar AS

Selasa, 15 September 2026 | 10:10

Pitra Romadoni Pilih Restoratif Justice soal Kasus ITE di Polres Bogor

Selasa, 15 September 2026 | 10:05

Bahlil Buka Suara soal Antrean BBM Subsidi di Makassar

Selasa, 15 September 2026 | 10:05

KPK Benarkan Presiden Direktur Summarecon Agung Turut Terjaring OTT

Selasa, 15 September 2026 | 10:02

IBC Mulai Produksi Baterai di Karawang, Kapasitas Awal 6,9 GWh

Selasa, 15 September 2026 | 09:57

Ruang Akademik Menuju Ekosistem Hak Asasi Manusia

Selasa, 15 September 2026 | 09:48

Turun Dua Hari Beruntun, Emas Antam Ambruk ke Rp2,5 Juta per Gram

Selasa, 15 September 2026 | 09:44

KPK Dikabarkan Tetapkan Tangan Kanan Nusron Wahid Hingga Pihak Summarecon Usai OTT

Selasa, 15 September 2026 | 09:40

Selengkapnya