Berita

Aksi protes atas pelanggaran HAM terhadap minoritas Uighur di Xinjiang, China/Net

Dunia

Israel Tolak Gabung 43 Negara untuk Serang China Soal Pelanggaran HAM Uighur

RABU, 27 OKTOBER 2021 | 10:11 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Israel dilaporkan telah memilih untuk tidak menandatangani pernyataan 43 negara di Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) yang menyoroti keprihatinan perihal kondisi minoritas Muslim Uighur di Xinjiang.

Sekelompok 43 negara, termasuk Amerika Serikat (AS), Inggris, Jerman, dan Australia telah menandatangani pernyataan tersebut pada pekan lalu.

Tetapi seorang pejabat diplomatik Israel mengatakan, pihaknya memiliki kepentingan lain yang harus diseimbangkan dalam menangani hubungan dengan China.


Dikutip dari The Times of Israel, China dan Israel memiliki hubungan yang lebih dekat, khususnya di bidang perdagangan, dalam beberapa tahun terakhir.

Alih-alih, Kementerian Luar Negeri Israel menekankan pihaknya turut prihatin mengenai kondisi minoritas Uighur dan telah menyuarakannya di berbagai jalur diplomatik.

"Salah satu contohnya adalah penandatanganan kami pada pernyataan Kanada (tentang Uighur) pada bulan Juni di Dewan Hak Asasi Manusia. Posisi kami dalam masalah ini tidak berubah," kata Kemlu Israel.

Kekhawatiran atas perlakuan China terhadap minoritas Uighur di komunitas Yahudi global telah tumbuh dalam bertahun-tahun. Kamp pendidikan ulang juga kerap dibandingkan dengan kamp konsentrasi selama Holocaust.

Aktivis di Amerika Serikat telah mencoba untuk memobilisasi komunitas Yahudi di belakang perjuangan Uighur seperti dalam kasus genosida di Darfur pada awal 2000-an, sementara Yahudi Inggris telah memimpin perang melawan pelanggaran terhadap Uighur di Inggris.

Pernyataan PBB sendiri menyerukan China untuk memastikan penghormatan penuh terhadap aturan hukum dan untuk mematuhi kewajibannya di bawah hukum nasional dan internasional sehubungan dengan perlindungan hak asasi manusia.

Populer

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

Usai Dimaafkan Jusuf Hamka, KAKI Dorong Polri Buka Kembali Kasus NCD Unibank

Sabtu, 05 September 2026 | 19:53

UPDATE

Bahlil Ungkap Defisit Minyak RI Hampir 1 Juta Barel per Hari

Selasa, 15 September 2026 | 10:24

Pemerintah Terus Perbaiki DTSEN agar Bansos Tepat Sasaran

Selasa, 15 September 2026 | 10:15

Jelang Sertijab Menteri Keuangan, Rupiah Melemah ke Rp17.674 per Dolar AS

Selasa, 15 September 2026 | 10:10

Pitra Romadoni Pilih Restoratif Justice soal Kasus ITE di Polres Bogor

Selasa, 15 September 2026 | 10:05

Bahlil Buka Suara soal Antrean BBM Subsidi di Makassar

Selasa, 15 September 2026 | 10:05

KPK Benarkan Presiden Direktur Summarecon Agung Turut Terjaring OTT

Selasa, 15 September 2026 | 10:02

IBC Mulai Produksi Baterai di Karawang, Kapasitas Awal 6,9 GWh

Selasa, 15 September 2026 | 09:57

Ruang Akademik Menuju Ekosistem Hak Asasi Manusia

Selasa, 15 September 2026 | 09:48

Turun Dua Hari Beruntun, Emas Antam Ambruk ke Rp2,5 Juta per Gram

Selasa, 15 September 2026 | 09:44

KPK Dikabarkan Tetapkan Tangan Kanan Nusron Wahid Hingga Pihak Summarecon Usai OTT

Selasa, 15 September 2026 | 09:40

Selengkapnya