Berita

Presiden Joko Widodo dalam Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ASEAN ke-38 pada Selasa, 26 Oktober/Ist

Politik

Jokowi: Keberhasilan Kemitraan ASEAN-RRT Dipengaruhi Bagaimana Kita Kelola Laut China Selatan

SELASA, 26 OKTOBER 2021 | 21:54 WIB | LAPORAN: AHMAD SATRYO

Kemitraan yang saling menghormati dan menguntungkan menjadi satu materi yang diangkat Presiden Joko Widodo dalam Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ASEAN ke-38 pada Selasa (26/10).

Dalam pidatonya, Jokowi menyinggung kemitraan ASEAN dengan Republik Rakyat Tiongkok (RRT) yang sudah berjalan selama 30 tahun.

Menurutnya, kemitraan ASEAN-RRT yang berlangsung lama tersebut dilatarbelakangi oleh kepentingan yang sama, yaitu untuk membangun kawasan yang damai dan stabil.


"Masa 30 tahun adalah waktu yang cukup untuk membangun kepercayaan antar kita," ujar Jokowi yang hadir virtual dalam KTT ASEAN ke-38 ini dari Istana Bogor, Jawa Barat.

Membangun kawasan yang damai dan stabil yang menjadi komitmen bersama ASEAN-RRT, diutarakan Jokowi, salah satunya adalah dengan menghormati hukum internasional di Laut China Selatan.

"Keberhasilan kita membangun kemitraan yang kokoh antara lain akan sangat dipengaruhi bagaimana kita mengelola Laut China Selatan," ucapnya.

Jokowi menyatakan, ASEAN-RRT memiliki kepentingan yang sama untuk terus membangun kemitraan guna meningkatkan kesejahteraan, sehingga tidak ingin terjebak pada rivalitas yang berakibat pada kerugian.

Justru kata Jokowi, ASEAN ingin mengembangkan kerja sama secara terbuka dengan semua mitra secara inklusif di empat prioritas yaitu maritim, konektivitas, pencapaian SDGs, dan penguatan perdagangan investasi

"Jika kerja sama ini berhasil kita lakukan, maka sebuah kemitraan strategis komprehensif akan merupakan sebuah keniscayaan," demikian Jokowi.

Populer

PIK-2 dan Ancaman Kedaulatan Negara

Rabu, 19 Agustus 2026 | 04:42

Satlap Tri Cakti Diduga Hadang Polisi di Belitung, IPW Desak Ada Tindak lanjut

Senin, 17 Agustus 2026 | 14:30

Febrie Bisa Diamuk Koruptor Lain Jika Ditahan di Rutan Kejaksaan

Selasa, 11 Agustus 2026 | 11:18

KPK OTT Rektor Unsoed Prof Akhmad Sodiq

Jumat, 21 Agustus 2026 | 08:01

Mendadak Berubah, Jaksa Agung Lantik Saiful Bahri jadi Dirdik Jampidsus

Selasa, 11 Agustus 2026 | 20:21

Rismon Sianipar Bisa Menangkan Sayembara Rp100 Juta dari Denny Indrayana

Rabu, 12 Agustus 2026 | 05:19

Warga Gembira TransJakarta Layani Rute Kepulauan Seribu

Selasa, 11 Agustus 2026 | 06:10

UPDATE

Rakornas BEM KSI Bawa Misi Besar

Jumat, 21 Agustus 2026 | 20:08

BNPB Catat 8 Provinsi Terjadi Karhutla Selama 2 Hari, Wilayah IKN Jadi Prioritas

Jumat, 21 Agustus 2026 | 19:52

Menkop Dorong Anak Muda Malang Bentuk Koperasi untuk Perkuat Usaha

Jumat, 21 Agustus 2026 | 19:51

Gus Yaqut Seret Pemerintah Arab Saudi demi Bantah Dakwaan KPK

Jumat, 21 Agustus 2026 | 19:48

Kinerja Menhut Atasi Karhutla Dipertanyakan, Hukum Cuma Tajam ke Bawah?

Jumat, 21 Agustus 2026 | 19:34

BRI Group Kelola Ekosistem Emas 153 Ton melalui Ekosistem Ultra Mikro

Jumat, 21 Agustus 2026 | 19:23

Belajar dari Kehancuran Harappa

Jumat, 21 Agustus 2026 | 19:09

Pertarungan Para King Maker dan Super-Konektor Belakang Layar Pilpres 2029

Jumat, 21 Agustus 2026 | 18:29

Petinggi PT Pakuwon Jati Diperiksa KPK

Jumat, 21 Agustus 2026 | 18:28

Semua Elemen Masyarakat Harus Jaga Jakarta Tetap Kondusif

Jumat, 21 Agustus 2026 | 18:05

Selengkapnya