Berita

Pemimpin junta Myanmar Min Aung Hlaing/Net

Dunia

Dimulai Hari Ini, KTT ASEAN Berlangsung Tanpa Kehadiran Myanmar

SELASA, 26 OKTOBER 2021 | 12:29 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Pertemuan puncak para pemimpin ASEAN secara resmi dimulai pada hari ini, Selasa (26/10). Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, KTT ASEAN tahun ini berlangsung tanpa kehadiran perwakilan Myanmar.

Berdasarkan keputusan para menlu ASEAN pada 15 Oktober, pemimpin junta Myanmar Min Aung Hlaing tidak diundang selama KTT lantaran gagak mengimplementasikan lima poin konsensus yang telah disepakati pada April.

Alih-alih, para menlu ASEAN sepakat untuk mengundang perwakilan non-politis bagi Myanmar. Tetapi pihak junta mengkritisinya dengan menyebut langkah tersebut melanggar prinsip non-intervensi.


Pada Senin malam (25/10), junta Myanmar mengatakan hanya akan menyetujui kehadiran kepala negara atau perwakilan menteri di KTT, jika tidak maka kursi mereka akan kosong.

Hingga pembukaan KTT ASEAN, Brunei yang saat ini menjabat sebagai ketua mengatakan tidak ada konfirmasi mengenai kehadiran perwakilan non-politik dari Myanmar.

Dalam sambutan pembukaan pada pertemuan virtual, baik Brunei maupun Sekretaris Jenderal ASEAN tidak menyebutkan kehadiran perwakilan Myanmar.

Myanmar jatuh ke dalam krisis sejak aksi kudeta militer pada 1 Februari terhadap pemerintahan sipil yang dipimpin oleh Aung San Suu Kyi.

Aksi protes menolak kudeta militer ditanggapi dengan kekerasan hingga memicu banyak korban jiwa, hingga lebih dari 1.000 orang dengan ribuan lainnya ditangkap.

Pada April, para pemimpin ASEAN termasuk junta menyepakati lima poin konsensus untuk menyelesaikan krisis di Myanmar.

Lima poin konsensus tersebut yaitu penghentian kekerasan, dimulainya dialog konstruktif, mediasi oleh utusan khusus ASEAN, akses bantuan kemanusiaan, dan kunjungan ke Myanmar oleh utusan khusus.

Populer

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Karyawan dan Konsultan Pajak Hasnur Group Dipanggil KPK Terkait Kasus Restitusi Pajak

Kamis, 09 April 2026 | 12:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

UPDATE

Strategi Perang Laut Iran Miliki Relevansi dengan Indonesia

Minggu, 19 April 2026 | 05:59

Inflasi Pengamat dan Ilusi Kepakaran di Era Digital

Minggu, 19 April 2026 | 05:45

Relawan MBG Kini Wajib Didaftarkan BPJS Ketenagakerjaan

Minggu, 19 April 2026 | 05:23

PB HMI Ajak Publik Pakai Rasionalitas Hadapi Polemik JK

Minggu, 19 April 2026 | 04:55

Perlawanan Iran: Prospek Tatanan Dunia Baru

Minggu, 19 April 2026 | 04:35

PDIP Setuju Parpol Wajib Lapor soal Pendidikan Politik Pakai Uang Negara

Minggu, 19 April 2026 | 04:15

JK: Rismon Mau Ketemu Saya dengan Tujuh Orang, Saya Tolak!

Minggu, 19 April 2026 | 03:53

Komnas HAM Desak Panglima TNI Evaluasi Operasi Militer di Papua

Minggu, 19 April 2026 | 03:30

Belajar dari Era Jokowi, PDIP Ingatkan Partai Koalisi Pemerintah Jangan Antikritik

Minggu, 19 April 2026 | 03:14

Indonesia Harus Belajar Filsafat dan Strategi dari Perang Laut Iran 2026

Minggu, 19 April 2026 | 02:55

Selengkapnya