Berita

Jutaan anak Afghanistan kelaparan akibat krisis pangan/Net

Dunia

Jutaan Anak Afghanistan Terancam Kehilangan Nyawa karena Kelaparan

SENIN, 25 OKTOBER 2021 | 17:52 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Jutaan orang Afghanistan, termasuk anak-anak, terancam kehilangan nyawa mereka karena kelaparan.

Direktur Eksekutif Program Pangan Dunia (WFP) David Beasley pada Senin (25/10) menyebut 22,8 juta atau lebih dari setengah populasi Afghanistan menghadapi kerawanan pangan yang akut. Jumlah itu bertambah dari 14 juta hanya pada dua bulan lalu.

"Anak-anak akan mati. Orang-orang akan kelaparan. Keadaan akan menjadi jauh lebih buruk," ujar Beasley, seperti dikutip TRT World.


Sebelum perebutan kekuasaan oleh Taliban pada pertengahan Agustus lalu, Afghanistan sudah dilanda krisis pangan yang diperburuk oleh perubahan iklim.

Setelah Taliban mengambil alih kekuasaan, banyak negara dan organisasi internasional yang membekukan bantuan kemanusiaan untuk Afghanistan.

"Anda harus mencairkan dana ini sehingga orang dapat bertahan hidup," kata Beasley.

Pada Minggu (24/10), jurubicara Taliban Suhail Shaheen mengatakan, perdamaian di Afghanistan akan bergantung pada roda perekonomian yang sangat terdampak oleh sanksi.

"Dimulainya proyek ekonomi di Afghanistan dan penghapusan sanksi sangat penting untuk memberantas kemiskinan, pengangguran, penanaman opium, dan memastikan Afghanistan menjadi damai dan stabil untuk dirinya sendiri dan orang lain," ujarnya di Twitter.

Populer

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Karyawan dan Konsultan Pajak Hasnur Group Dipanggil KPK Terkait Kasus Restitusi Pajak

Kamis, 09 April 2026 | 12:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

UPDATE

Strategi Perang Laut Iran Miliki Relevansi dengan Indonesia

Minggu, 19 April 2026 | 05:59

Inflasi Pengamat dan Ilusi Kepakaran di Era Digital

Minggu, 19 April 2026 | 05:45

Relawan MBG Kini Wajib Didaftarkan BPJS Ketenagakerjaan

Minggu, 19 April 2026 | 05:23

PB HMI Ajak Publik Pakai Rasionalitas Hadapi Polemik JK

Minggu, 19 April 2026 | 04:55

Perlawanan Iran: Prospek Tatanan Dunia Baru

Minggu, 19 April 2026 | 04:35

PDIP Setuju Parpol Wajib Lapor soal Pendidikan Politik Pakai Uang Negara

Minggu, 19 April 2026 | 04:15

JK: Rismon Mau Ketemu Saya dengan Tujuh Orang, Saya Tolak!

Minggu, 19 April 2026 | 03:53

Komnas HAM Desak Panglima TNI Evaluasi Operasi Militer di Papua

Minggu, 19 April 2026 | 03:30

Belajar dari Era Jokowi, PDIP Ingatkan Partai Koalisi Pemerintah Jangan Antikritik

Minggu, 19 April 2026 | 03:14

Indonesia Harus Belajar Filsafat dan Strategi dari Perang Laut Iran 2026

Minggu, 19 April 2026 | 02:55

Selengkapnya