Berita

Sahabat yang juga Mantan Ketum GP Ansor sebelum Gus Yaqut, Nusron Wahid/RMOL

Politik

Bela Gus Yaqut, Nusron Wahid: Yang Ditangkap Publik Mispersepsi, Hadiah dalam Arti Peran NU Sukseskan Tugas di Kemenag

SENIN, 25 OKTOBER 2021 | 14:23 WIB | LAPORAN: ANGGA ULUNG TRANGGANA

Tokoh Nahdlatul Ulama (NU) Nusron Wahid angkat bicara terkait pernyataan sahabat dekatnya Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas yang menyebutkan bahwa Kementerian Agama (Kemenag) adalah hadiah untuk NU. Nusron menyatakan bahwa publik mispersepsi dengan apa yang dinyatakan oleh Yaqut.

Kepada Kantor Berita Politik RMOL, Nusron menjelaskan bahwa dirinya sangat mengenal sosok Gus Yaqut. Selama ini pria yang menggantikan Nusron sebagai Ketua umum GP Ansor itu kerap menyuarakan bahwa Kemenag harus inklusif, hadir untuk semua agama dan bangsa Indonesia.

"Apa yang ditangkap publik itu mispersepsi. Gus Yaqut itu saya kenal mulai kuliah di UI dan PMII, dia sudah seperti adek saya. Sebenarnya tidak hanya untuk NU saja, tapi untuk umat Islam, semua agama dan bangsa Indonesia," kata Nusron, Senin (25/10).


Terkait dengan konteks hadiah negara untuk NU, Nusron meluruskan bahwa apa yang disampaikan Gus Yaqut adalah dalam konteks tanggung jawab berat NU yang saat ini kadernya telah diberi amanah memimpin Kemenag.

"Hadiah dalam konteks tugas dan peranan NU dalam konteks sebagai mayoritas pengikut ahlussunnah wal jamaah di Indonesia. Bukan berarti hadiah tunggal milik NU saja. Tapi kepada tugas dan peranan," demikian penjelasan Politisi Partai Golkar itu.

Lebih lanjut Anggota Komisi VI DPR RI itu menjelaskan, pernyataan Gus Yaqut itu merupakan ekspresi betapa beratnya tanggung jawab kader NU yang sedang mengemban amanah harus mengimplemantasikan nilai yang diajarkan oleh NU.

Sehingga, menurut Nusron, wajar jika Gus Yaqut menyampaikan pernyataan itu karena sebagai motivasi untuk merealisasikan tugas beratnya di Kemenag diasosiasikan hadiah untuk NU.

"Tapi hadiah dalam arti peranan NU dalam mensukseskan tugas di Kemenag dan di kementerian lain di republik sangat urgen, penting dan signifikan. Tanggung jawabnya juga berat," pungkasnya.

Populer

Kolaborasi dengan Turki

Minggu, 11 Januari 2026 | 04:59

KPK Panggil Sekretaris Camat hingga Direktur Perusahaan dalam Kasus OTT Bupati Bekasi

Rabu, 14 Januari 2026 | 12:09

Ijazah Asli Kehutanan UGM

Rabu, 14 Januari 2026 | 05:09

KPK Dikabarkan OTT Walikota Madiun Maidi

Senin, 19 Januari 2026 | 15:23

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Aneh! UGM Luluskan Jokowi dengan Transkrip Nilai Amburadul

Minggu, 18 Januari 2026 | 00:35

Bukti cuma Sarjana Muda, Kok Jokowi Bergelar Sarjana Penuh

Rabu, 14 Januari 2026 | 05:00

UPDATE

Izin Dicabut, Toba Pulp Bongkar Dokumen Penghargaan dari Menteri Raja Juli

Rabu, 21 Januari 2026 | 18:08

Prabowo Hadiri Forum Bisnis dan Investasi di Lancaster House

Rabu, 21 Januari 2026 | 18:04

Bonjowi Desak KIP Hadirkan Jokowi dan Pratikno

Rabu, 21 Januari 2026 | 17:57

15 Anggota Fraksi PDIP DPR Dirotasi, Siapa Saja?

Rabu, 21 Januari 2026 | 17:50

Pramugari Florencia 13 Tahun Jadi Bagian Wings Air

Rabu, 21 Januari 2026 | 17:35

Inggris Setuju Kerja Sama Bangun 1.500 Kapal Ikan untuk Nelayan RI

Rabu, 21 Januari 2026 | 17:31

Bukan Presiden, Perry Warjiyo Akui yang Usul Keponakan Prabowo Jadi Deputi Gubernur BI

Rabu, 21 Januari 2026 | 17:30

Wakil Kepala Daerah Dipinggirkan Setelah Pilkada

Rabu, 21 Januari 2026 | 17:22

Konflik Agraria di Kawasan Hutan Tak Bisa Diselesaikan Instan

Rabu, 21 Januari 2026 | 17:20

Krisis Bukan pada Energi, tapi Tata Kelola yang Kreatif

Rabu, 21 Januari 2026 | 16:54

Selengkapnya