Berita

Pemimpin Al Qaeda Ayman Al Zawahiri/Net

Dunia

Zalmay Khalilzad: Pemimpin Al Qaeda Kemunginan Masih Berada di Afghanistan atau Tetangganya

SENIN, 25 OKTOBER 2021 | 10:26 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Pemimpin kelompok teroris Al Qaeda, Ayman Al Zawahiri kemungkinan masih berada di Afghanistan atau negara tetangganya.

Menurut pengungkapan mantan utusan khusus Amerika Serikat (AS) untuk Afghanistan Zalmay Khalilzad, Washington memang telah mencapai sebagian besar tujuan kontraterorisme di Afghanistan.

"(Tetapi) laporan yang saya lihat menunjukkan (Al Zawahiri) bisa berada di Afghanistan atau wilayah yang berdekatan," ujar Khalilzad dalam sebuah wawancara dengan CBS.


Meski begitu, Khalilzad meragukan jika Taliban mengetahui keberadaan Al Zawahiri.

"Saya tidak tahu apakah Taliban mengetahuinya. Taliban yang saya tangani, mereka mengatakan kepada saya bahwa mereka tidak tahu di mana dia berada," terangnya.

Meskipun masih ada tantangan dan kegagalan di masa lalu, Khalilzad percaya bahwa misi kontraterorisme AS di Afghanistan berhasil karena ancaman teroris dari negara itu tidak seperti dulu lagi dan Al Qaeda telah hancur.

Di sisi lain, Khalilzad mengakui, keberadaan AS di Afghanistan selama 20 tahun tidak berhasil menciptakan demokrasi.

"Mengenai masalah membangun Afghanistan yang demokratis, saya pikir itu tidak berhasil. Perjuangan terus berlanjut. Taliban adalah realitas Afghanistan. Kami tidak mengalahkan mereka," ucapnya.

Pada 18 Oktober, Menteri Luar Negeri AS Antony Blinken mengumumkan bahwa Khalilzad mengundurkan diri sebagai utusan khusus Afghanistan.

Khalilzad mengatakan bahwa dia membuat keputusan untuk mengundurkan diri pada saat Washington memulai fase baru kebijakan terhadap Kabul setelah penarikan dari Afghanistan pada Agustus.

Populer

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Karyawan dan Konsultan Pajak Hasnur Group Dipanggil KPK Terkait Kasus Restitusi Pajak

Kamis, 09 April 2026 | 12:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

UPDATE

Strategi Perang Laut Iran Miliki Relevansi dengan Indonesia

Minggu, 19 April 2026 | 05:59

Inflasi Pengamat dan Ilusi Kepakaran di Era Digital

Minggu, 19 April 2026 | 05:45

Relawan MBG Kini Wajib Didaftarkan BPJS Ketenagakerjaan

Minggu, 19 April 2026 | 05:23

PB HMI Ajak Publik Pakai Rasionalitas Hadapi Polemik JK

Minggu, 19 April 2026 | 04:55

Perlawanan Iran: Prospek Tatanan Dunia Baru

Minggu, 19 April 2026 | 04:35

PDIP Setuju Parpol Wajib Lapor soal Pendidikan Politik Pakai Uang Negara

Minggu, 19 April 2026 | 04:15

JK: Rismon Mau Ketemu Saya dengan Tujuh Orang, Saya Tolak!

Minggu, 19 April 2026 | 03:53

Komnas HAM Desak Panglima TNI Evaluasi Operasi Militer di Papua

Minggu, 19 April 2026 | 03:30

Belajar dari Era Jokowi, PDIP Ingatkan Partai Koalisi Pemerintah Jangan Antikritik

Minggu, 19 April 2026 | 03:14

Indonesia Harus Belajar Filsafat dan Strategi dari Perang Laut Iran 2026

Minggu, 19 April 2026 | 02:55

Selengkapnya