Berita

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo/Net

Politik

Responsif dengan Tuntutan Publik, Kapolri Bisa Bawa Polri Dicintai Masyarakat

MINGGU, 24 OKTOBER 2021 | 21:49 WIB | LAPORAN: ANGGA ULUNG TRANGGANA

Kinerja Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo mendapat apresiasi dari banyak kalangan. Salah satunya, Sekjen Pergerakan Kedaulatan Rakyat (PKR) Yosef Sampurna Nggarang.

Menurut Yosef, Jenderal Sigit sangat responsif menangkap tuntutan publik terkait kerja anak buahnya yang indisipliner.

Lebih lanjut, Yosef menjelaskan, respons cepat Kapolri itu berdampak pada turunnya kasus yang diadukan ke aparat kepolisian. Catatan Komnasham menyebutkan 571 kasus. Jauh lebih rendah dibanding tahun sebelumnya.


Aktivis Kemanusiaan Natalius Pigai merilis informasi pengaduan kasus di tiap tahun, tahun 2020 1.122 ksus, tahun 2020 1.272, tahun 2018 1.670 kasus. dan tahun 2017  1.652 kasus. Pigai merilis info pengaduan sampai tahun 2013.

"Angka-angka diatas telah terbukti menunjukan bahwa konsep Presisi Kapolri mengahadirkan rasa keadilan bagi masyarakat," demikian kata Yosef, Minggu (24/10).

Ia melihat, harapan pada institusi Polri makin kuat saat Kapolri cepat merespons tuntutan terkait kinerja anggota kepolisian yang melakukan kekerasan,melanggar aturan, dengan mengeluarkan Instruksi Kapolri tertuang dalam Surat Telegram (ST) Nomor: ST/2162/X/HUK.2.8./2021.

Surat Telegram dengan 11 point itu, menurut pria yang karib disapa Yos, salah satu isinya transparan dalam penegakan hukum dan tentu memperkuat demokrasi dan menjunjung hak asasi manusia (HAM).

"Kita bisa lihat, intruksi Kapolri itu dipedomani, dijalankan di daerah dengan menindak dan memberhentikan anggota Polri yang melanggar etik," tandas Yos.

Lebih lanjut Yos mengataka bahwa Surat Telegram itu juga memperlihatkan Kapolri Listyo tidak bisa di intervensi oleh siapapun.

"Publik berharap, Kapolri konsisten dalam soal ini. Dengan demikian Kepolisian dicintai oleh masyarakat," pungkasnya.

Populer

Abu Janda Cs Jangan Sampai Lolos

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:00

Profil Achmad Syahri Assidiqi: Legislator Gerindra 'Gamer' Anak Eks DPR RI

Selasa, 12 Mei 2026 | 20:12

Jangan Biarkan Dua Juri Final LCC Lolos dari Sanksi UU ASN

Kamis, 14 Mei 2026 | 12:43

Wali Murid Sekolah Islam Terpadu di Tangerang Korban Investasi Bodong Lapor Polisi

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:13

Tetangga Sudah Mendahului, Indonesia Masih Berpidato

Jumat, 15 Mei 2026 | 05:30

Inilah Bupati Sitaro Chyntia Ingrid Kalangit yang Diborgol Kejati

Minggu, 10 Mei 2026 | 01:09

Anak SMA Peserta Cerdas Cermat MPR Ramai-ramai Dibully Juri dan MC

Senin, 11 Mei 2026 | 14:27

UPDATE

Puan: APBN 2027 Harus Jadi Instrumen Nyata untuk Sejahterakan Rakyat

Rabu, 20 Mei 2026 | 12:19

28 Tahun Reformasi, Kekuasaan Harus Berjalan Independen

Rabu, 20 Mei 2026 | 12:18

Prabowo Minta Menkeu Segera Ganti Pimpinan Bea Cukai Bermasalah

Rabu, 20 Mei 2026 | 12:08

Bitcoin Depot Bangkrut, Hampir 10 Ribu ATM Ditutup

Rabu, 20 Mei 2026 | 12:07

Pemerintah Harus All Out Bebaskan WNI yang Ditahan Israel

Rabu, 20 Mei 2026 | 12:01

Rupiah Melemah, UMKM dan Hilirisasi Industri Harus Diperkuat

Rabu, 20 Mei 2026 | 11:46

Prabowo: Rakyat Tidak Mimpi Kaya Raya, Asal Bisa Hidup Layak dan Sejahtera

Rabu, 20 Mei 2026 | 11:42

Kenaikan Penerimaan Pajak Jangan Bikin Terlena

Rabu, 20 Mei 2026 | 11:38

Sah! Prabowo Wajibkan Ekspor Sawit Hingga Batu Bara Satu Pintu Lewat BUMN

Rabu, 20 Mei 2026 | 11:33

Fatayat NU Ajak Kader Perempuan Lebih Percaya Diri di Ruang Publik

Rabu, 20 Mei 2026 | 11:32

Selengkapnya