Berita

Perdana Menteri Pakistan Imran Khan dan Presiden AS Joe Biden/Net

Dunia

Pakistan Siap Beri AS Akses Wilayah Udara Demi Basmi ISIS-K

MINGGU, 24 OKTOBER 2021 | 14:47 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Amerika Serikat (AS) dilaporkan hampir mencapai kesepakatan formal dengan Pakistan mengenai penggunaan wilayahnya untuk melakukan operasi militer dan intelijen di Afghanistan.

Dalam laporan CNN, Pakistan telah menyatakan keinginan untuk menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) penggunaan wilayah udaranya dengan imbalan bantuan AS dalam upaya kontraterorisme dan bantuan dalam mengelola hubungan dengan India.

Meski begitu, mengutip sumber, negosiasi tetap berlangsung dan ketentuan perjanjian belum diselesaikan sehingga masih bisa berubah.


Saat ini, AS telah menggunakan wilayah udara Pakistan untuk mencapai Afghanistan untuk upaya pengumpulan intelijen yang sedang berlangsung. Namun sejauh ini tidak ada kesepakatan formal yang dapat memastikan akses berkelanjutan ke bagian penting wilayah udara yang diperlukan AS untuk mencapai Afghanistan.

Pemerintahan Joe Biden sendiri saat ini tengah berupaya untuk mengerahkan kekuatan dalam operasi kontraterorisme terhadap ISIS-K setelah angkat kaki dari Afghanistan.

Kendati begitu, dikutip India Narrative, Perdana Menteri Pakistan Imran Khan telah berulang kali mengatakan dia tidak akan mengizinkan AS menggunakan wilayah udaranya untuk mengakses operasi kontraterorisme di masa depan di Afghanistan dan juga tidak akan mengizinkan serangan pesawat tak berawak di dalam Pakistan.

Sumber lain menyebut, perjanjian dibahas ketika para pejabat AS mengunjungi Pakistan, tetapi belum jelas apa yang diinginkan Pakistan atau berapa banyak yang akan AS berikan sebagai imbalannya.

Di samping itu, Presiden Joe Biden masih belum menelepon Perdana Menteri Khan.

Sejauh ini, belum ada reaksi dari pemerintah Pakistan dan rezim Taliban terkait laporan tersebut.

Populer

Kolaborasi dengan Turki

Minggu, 11 Januari 2026 | 04:59

KPK Panggil Sekretaris Camat hingga Direktur Perusahaan dalam Kasus OTT Bupati Bekasi

Rabu, 14 Januari 2026 | 12:09

Ijazah Asli Kehutanan UGM

Rabu, 14 Januari 2026 | 05:09

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Bukti cuma Sarjana Muda, Kok Jokowi Bergelar Sarjana Penuh

Rabu, 14 Januari 2026 | 05:00

RH Singgung Perang Bubat di Balik Sowan Eggi–Damai ke Jokowi

Jumat, 09 Januari 2026 | 20:51

UPDATE

VFive Group Salurkan Zakat Usaha Lebih dari Rp10 Miliar

Minggu, 18 Januari 2026 | 19:48

Parpol Ditantang Buat Komitmen Nasional Anti-Politik Uang

Minggu, 18 Januari 2026 | 19:32

Black Box Pesawat ATR 42-500 Ditemukan!

Minggu, 18 Januari 2026 | 18:55

KPK Masih Kuliti Dugaan Rasuah BPKH

Minggu, 18 Januari 2026 | 18:24

Denny JA Ungkap Akar Etika Kerja dan Kejujuran Swiss dari Reformasi Zurich

Minggu, 18 Januari 2026 | 18:20

Potongan Bangkai Pesawat ATR 400

Minggu, 18 Januari 2026 | 17:53

Haji Suryo Bangun Masjid di Tanah Kelahiran

Minggu, 18 Januari 2026 | 17:32

Lawatan LN Perdana 2026, Prabowo Sambangi Inggris dan Swiss

Minggu, 18 Januari 2026 | 17:15

Kebijakan Paket Ekonomi Lanjut Prioritaskan UMKM dan Lapangan Kerja

Minggu, 18 Januari 2026 | 16:56

Prabowo Jadi Saksi Nikah Sespri Agung Surahman, Jokowi Ikut Hadir

Minggu, 18 Januari 2026 | 16:55

Selengkapnya