Berita

Ilustrasi/Net

Dunia

Ajukan Ratusan Protes Diplomatik atas Klaim Laut China Selatan, Filipina Makin Berani Pada Beijing

MINGGU, 24 OKTOBER 2021 | 12:26 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Filipina tampaknya mengambil tindakan yang lebih keras terhadap China dalam beberapa waktu terakhir. Hal itu dibuktikan dengan meningkatnya jumlah protes Manila terhadap Beijing atas klaim di Laut China Selatan.

Radio Free Asia (RFA) dalam laporannya menyebutkan jumlah protes diplomatik yang dilayangkan Filipina ke China atas klaim Laut China Selatan tahun ini merupakan yang tertinggi dalam lima tahun terakhir.

Mengutip data dari Departemen Luar Negeri (DFA), Filipina sudah mengajukan 153 dari total 211 nota verbal atau nota diplomatik kepada China atas klaim Laut China Selatan pada tahun 2021 saja.


"Langkah Filipina mengisyaratkan sikap yang lebih keras dalam hubungan Manila dengan China," tulis RFA.

Pengungkapan itu terjadi setelah DFA mengungkapkan tentang memprotes "tindakan provokatif" China terhadap otoritas Filipina yang berpatroli di perairan negara itu.

"DFA memprotes penerbitan lebih dari 200 tantangan radio secara tidak sah, membunyikan sirene, dan  klakson oleh kapal pemerintah China terhadap otoritas Filipina yang melakukan patroli yang sah, adat, dan rutin di sekitar wilayah dan zona maritim Filipina," kata DFA di Twitter.

Lebih lanjut, DFA menekankan bahwa tindakan provokatif China ini mengancam perdamaian, ketertiban, dan keamanan Laut China Selatan dan bertentangan dengan kewajiban China di bawah hukum internasional.

"Protes terbaru dikeluarkan pada 30 September, jadi ya insiden pada bulan Agustus tercakup, tetapi jenis peringatan ini adalah SOP (prosedur operasi standar) oleh China seperti halnya Penjaga Pantai kami juga mengeluarkan peringatan," kata Asisten Sekretaris DFA, Eduardo Menez.

Salah satu protes diplomatik paling awal yang diajukan oleh Filipina tahun ini adalah pada bulan Maret ketika ratusan kapal China terlihat berlabuh di Whitsun Reef di Kepulauan Spratly.

Filipina mengatakan terumbu karang yang disebutnya dengan Julian Felipe itu terletak sepenuhnya di dalam zona ekonomi eksklusif (ZEE), tetapi Vietnam dan China juga memiliki klaim terpisah.

Jumlah kapal China di Whitsun menyusut menjadi satu digit pada pertengahan Mei tetapi meningkat lagi pada pertengahan Juni.

Pada saat itu, Filipina telah mengajukan 100 protes diplomatik sejak Juni 2016 terhadap berbagai serangan China, termasuk di perairan Pag-asa, juga dikenal sebagai Pulau Thitu.

Populer

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

Usai Dimaafkan Jusuf Hamka, KAKI Dorong Polri Buka Kembali Kasus NCD Unibank

Sabtu, 05 September 2026 | 19:53

UPDATE

Bahlil Ungkap Defisit Minyak RI Hampir 1 Juta Barel per Hari

Selasa, 15 September 2026 | 10:24

Pemerintah Terus Perbaiki DTSEN agar Bansos Tepat Sasaran

Selasa, 15 September 2026 | 10:15

Jelang Sertijab Menteri Keuangan, Rupiah Melemah ke Rp17.674 per Dolar AS

Selasa, 15 September 2026 | 10:10

Pitra Romadoni Pilih Restoratif Justice soal Kasus ITE di Polres Bogor

Selasa, 15 September 2026 | 10:05

Bahlil Buka Suara soal Antrean BBM Subsidi di Makassar

Selasa, 15 September 2026 | 10:05

KPK Benarkan Presiden Direktur Summarecon Agung Turut Terjaring OTT

Selasa, 15 September 2026 | 10:02

IBC Mulai Produksi Baterai di Karawang, Kapasitas Awal 6,9 GWh

Selasa, 15 September 2026 | 09:57

Ruang Akademik Menuju Ekosistem Hak Asasi Manusia

Selasa, 15 September 2026 | 09:48

Turun Dua Hari Beruntun, Emas Antam Ambruk ke Rp2,5 Juta per Gram

Selasa, 15 September 2026 | 09:44

KPK Dikabarkan Tetapkan Tangan Kanan Nusron Wahid Hingga Pihak Summarecon Usai OTT

Selasa, 15 September 2026 | 09:40

Selengkapnya