Berita

Ilustrasi/Net

Dunia

Jika 5 Teknologi Ini Dicuri, AS Tak Bisa Lagi Berkutik

MINGGU, 24 OKTOBER 2021 | 08:37 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Para pejabat intelijen Amerika Serikat (AS) menyatakan kekhawatiran atas pencurian teknologi oleh saingan yang bisa mengancam status Amerika sebagai negara adidaya.

Para pejabat menyebut, status adidaya AS akan bertahan jika AS terus memiliki keunggulan pada lima teknologi utama, yaitu kecerdasan buatan (AI), komputasi kuantum, biosains, semikonduktor, dan sistem otonom.

Dalam hal ini, intelijen menyoroti pencurian teknologi, khususnya oleh China, di berbagai sektor, termasuk baja hingga panel surya.


"Kami tidak ingin apa yang terjadi di industri lain itu terjadi di sini. Itu bisa parah. Kami harus fokus pada industri ini karena kami tidak bisa kehilangan mereka," ujar penjabat Direktur Pusat ontra dan Keamanan Nasional, Michael Orlando, seperti dikutip CNBC.

Kecerdasan Buatan (AI)

Dalam laporannya, intelijen menemukan China memiliki kekuatan, bakat, dan ambisi untuk berpotensi melampaui AS sebagai pemimpin dunia dalam AI.

Terkait hal ini, intelijen memberi contoh upaya dua peretas China yang melakukan aksinya selama 10 tahun dengan menargetkan perusahaan-perusahaan AI negara-negara Barat.

Selain China, intelijen juga menyatakan keprihatinan mengenai Rusia yang bekerja sama dengan MIT sejak 2019.

Komputasi Kuantum

Laporan komunitas intelijen menemukan bahwa komputer kuantum akan menimbulkan tantangan keamanan dan ekonomi nasional.

“Komputer kuantum skala besar berpotensi memungkinkan dekripsi protokol keamanan siber yang paling umum digunakan, membahayakan infrastruktur yang melindungi komunikasi keamanan ekonomi dan nasional saat ini,” kata laporan itu.

Intelijen mengatakan, mereka yang bisa memperoleh komputer kuantum dapat merusak setiap sistem enkripsi yang AS miliki, dan radar kuantum dapat mendeteksi pesawat siluman hingga kapal selam AS.

Biosains

Para pejabat intelijen sangat kritis terhadap WuXi Biologics China, yang membeli pabrik Bayer di Jerman, pabrik Pfizer di China, dan CMAB Biopharma Group di China. Perusahaan China juga membangun pabrik di Delaware, Massachusetts dan Irlandia.

Karena kapasitas manufaktur perusahaan yang sangat besar, perusahaan biosains Amerika yang memproduksi vaksin dan produk biotek lainnya mungkin menggunakan pabrik yang dikendalikan China secara default.

Semikonduktor

Laporan tersebut menemukan bahwa AS sangat bergantung pada satu perusahaan di Taiwan. Di dalam laporan disebutkan musuh bisa mendapatkan akses ke rantai pasokan dan menempatkan chip yang dikompromikan dalam sistem komersial dan pertahanan AS.

Para pejabat memilih gelombang akuisisi China di luar angkasa, termasuk perusahaan ekuitas swasta China Wise Road Capital yang membeli MagnaChip yang berbasis di Korea Selatan senilai 1,4 miliar dolar AS pada Maret.

Sistem Otonom

Laporan tersebut menyimpulkan bahwa sistem otonom juga menghadirkan potensi ancaman keamanan, dengan memperluas jenis target yang akan dapat dikejar peretas di masa depan dan dengan mengumpulkan sejumlah besar data tentang pengemudi di AS

Para pejabat mengutip laporan pada September bahwa China secara ilegal membeli sebuah perusahaan drone militer yang berbasis di Italia dalam upaya untuk mengumpulkan teknologi otonom.

Kemudian pada 2019 seorang mantan karyawan Apple yang dituduh mencuri rahasia kendaraan otonom dari Apple dengan rencana untuk menyerahkannya ke pesaing China.

Populer

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Langsung Terbang ke Jakarta, Maukah Chatib Basri Ganti Purbaya?

Jumat, 05 Juni 2026 | 06:58

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Ironis! Terima Penghargaan Negara tapi Terjerat Korupsi

Jumat, 05 Juni 2026 | 01:00

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

UPDATE

Fakta Sidang Blueray Cargo: Kode BC1 Mengarah ke Djaka Budi Utama

Senin, 15 Juni 2026 | 18:15

Anak Buah Bahlil Irit Bicara Usai 7 Jam Diperiksa KPK

Senin, 15 Juni 2026 | 18:08

KPU Patok Anggaran Rp4,6 Triliun di Tahapan Awal Pemilu 2029

Senin, 15 Juni 2026 | 17:59

IHSG-Rupiah Menguat Sore Ini Usai AS-Iran Sepakat Damai

Senin, 15 Juni 2026 | 17:47

Demo Mahasiswa Ucapkan Selamat Atas Kegagalan Prabowo-Gibran

Senin, 15 Juni 2026 | 17:46

Wapres Gibran Terima Perwakilan Mahasiswa di Tengah Unjuk Rasa

Senin, 15 Juni 2026 | 17:23

Sifra Kejar Cita-cita di Sekolah Rakyat Demi Bantu Orang Tua Disabilitas

Senin, 15 Juni 2026 | 17:19

Demi Kepercayaan Masyarakat, Mahasiswa UBK Desak MBG Dihentikan

Senin, 15 Juni 2026 | 17:06

Komisi II DPR: KPU dan Bawaslu akan Tetap Eksis di 2027

Senin, 15 Juni 2026 | 16:47

DPR Minta Kejagung Tingkatkan Anggaran Perkara untuk Kejati dan Kejari

Senin, 15 Juni 2026 | 16:47

Selengkapnya