Berita

Pengungsi Afghanistan/Net

Dunia

Swedia: Kehancuran Afghanistan Datang Lebih Cepat dari yang Kita Duga

MINGGU, 24 OKTOBER 2021 | 06:14 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Afghanistan berada di ambang kehancuran. Negara itu bisa runtuh jika masyarakat internasional tidak bertindak cepat.

Begitu peringatan yang disampaikan oleh dua menteri Swedia dan Pakistan ketika berada di Dubai pada Sabtu (23/10), seperti dikutip Reuters.

"Negara ini berada di ambang kehancuran dan keruntuhan itu datang lebih cepat dari yang kita duga," kata Menteri Pembangunan Swedia Per Olsson Fridh.


Ia mengatakan, kondisi ekonomi yang terus memburuk dapat memberikan lingkungan bagi kelompok teroris untuk berkembang.

Untuk itu, Frind menyoroti pentingnya dilanjutkan kembalinya bantuan kemanusiaan kepada warga Afghanistan tanpa kehadiran Taliban.

Menteri Informasi Pakistan Fawad Chaudhry kemudian menjelaskan bahwa keterlibatan langsung dengan Taliban adalah satu-satunya cara untuk mencegah bencana kemanusiaan, dan menyerukan miliaran dolar aset Afghanistan yang dibekukan di luar negeri untuk dibebaskan.

"Apakah kita akan mendorong Afghanistan ke dalam kekacauan atau kita akan mencoba dan menstabilkan negara?" ujarnya.

Setelah Taliban merebut kendali pada Agustus lalu, banyak negara dan lembaga internasional yang menghentikan bantuan kemanusiaan ke Afghanistan.

Fridh mengatakan Taliban sejauh ini gagal membuktikan bahwa mereka telah melepaskan kebijakan yang menindas yang menandai periode kekuasaan mereka sebelumnya dari 1996-2001.

Populer

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Karyawan dan Konsultan Pajak Hasnur Group Dipanggil KPK Terkait Kasus Restitusi Pajak

Kamis, 09 April 2026 | 12:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

UPDATE

Strategi Perang Laut Iran Miliki Relevansi dengan Indonesia

Minggu, 19 April 2026 | 05:59

Inflasi Pengamat dan Ilusi Kepakaran di Era Digital

Minggu, 19 April 2026 | 05:45

Relawan MBG Kini Wajib Didaftarkan BPJS Ketenagakerjaan

Minggu, 19 April 2026 | 05:23

PB HMI Ajak Publik Pakai Rasionalitas Hadapi Polemik JK

Minggu, 19 April 2026 | 04:55

Perlawanan Iran: Prospek Tatanan Dunia Baru

Minggu, 19 April 2026 | 04:35

PDIP Setuju Parpol Wajib Lapor soal Pendidikan Politik Pakai Uang Negara

Minggu, 19 April 2026 | 04:15

JK: Rismon Mau Ketemu Saya dengan Tujuh Orang, Saya Tolak!

Minggu, 19 April 2026 | 03:53

Komnas HAM Desak Panglima TNI Evaluasi Operasi Militer di Papua

Minggu, 19 April 2026 | 03:30

Belajar dari Era Jokowi, PDIP Ingatkan Partai Koalisi Pemerintah Jangan Antikritik

Minggu, 19 April 2026 | 03:14

Indonesia Harus Belajar Filsafat dan Strategi dari Perang Laut Iran 2026

Minggu, 19 April 2026 | 02:55

Selengkapnya