Berita

Anggota DPD RI, Fahira Idris/Ist

Politik

Kasus Covid-19 Terus Melandai, Fahira Idris: Kita Baru di Tahap Awal Kendalikan Pandemi

SABTU, 23 OKTOBER 2021 | 00:22 WIB | LAPORAN: AGUS DWI

Kebijakan Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) berjenjang dinilai cukup efektif mengerem laju penyebaran Covid-19 di wilayah Indonesia yang sempat mengalami gelombang besar pada Juli 2021. Dalam dua bulan terakhir ini semua indikator penanggulangan pandemi di Indonesia menunjukkan tren positif.

Penambahan jumlah kasus dan angka kematian mengalami penurunan signifikan. Situasi rumah sakit juga sudah jauh lebih baik karena pasien Covid-19 berkurang drastis.

Namun demikian, dalam penanggulangan pandemi, jika kasus di sebuah negara terus melandai, itu bisa diartikan bahwa negara tersebut masih berada di tahap awal dalam usaha mengendalikan pandemi.


“Artinya, kasus yang terus melandai seperti yang terjadi dalam dua bulan belakangan bukan tujuan akhir dari upaya besar kita mengendalikan pandemi. Ini baru tahap awal keberhasilan kita. Karena tantangan sebenarnya adalah bagaimana strategi kita bisa terus mempertahankan bahkan meningkatkan tren ini hingga kita bisa benar-benar nol kasus atau tidak terjadi lagi penularan," ujar anggota DPD RI, Fahira Idris, di Komplek Parlemen, Senayan Jakarta, Jumat (22/10).
 
"Membaiknya situasi saat ini patut kita syukuri. Caranya mensyukurinya adalah tetap waspada jangan terlalu euforia. Kita harus belajar dari pengalaman negara lain yang situasinya sempat membaik tetapi kini malah terjadi lonjakan kasus kembali,” sambungnya.

Menurut Fahira, dinamika penanggulangan Covid-19 sangat cepat berkembang. Mulai dari ancaman mutasi virus dan varian-varian baru yang dikhawatirkan mampu menurunkan tingkat keampuhan vaksin dan efikasi atau tingkat efektivitas vaksin dalam menangkal Covid-19 yang bervariasi (belum ada yang 100 persen), kebijakan pelonggaran aktivitas, kestabilan jumlah tes, sampai tingkat disiplin protokol kesehatan di masyarakat yang naik turun.

Dinamika ini membuat upaya penanggulangan Covid-19 di Indonesia sifatnya harus antisipatif sekaligus adaptif, sehingga ancaman gelombang ketiga bisa dihindari.

Fahira mengungkapkan, implementasi empat strategi utama yaitu deteksi, terapeutik (perawatan), vaksinasi, dan perubahan perilaku yang menjadi andalan saat terjadi lonjakan kasus kemarin tidak boleh kendor.

Deteksi misalnya, tidak lagi hanya tes epidemiologi dan tes screening, tetapi juga harus diperbanyak tes surveilans genom untuk melacak mutasi virus.

Dalam situasi yang sudah membaik ini, rasio kontak erat yang dilacak juga harus diperluas agar penyebaran bisa dihentikan segera. Jika sebelumnya, sasaran utama vaksinasi adalah daerah-daerah dengan kasus dan mobilitas tinggi, sudah saat vaksinasi kini disebar merata ke seluruh wilayah Indonesia. Realisasi protokol kesehatan juga harus semakin ketat.

“Artinya tidak ada strategi tunggal dalam pengendalian pandemi ini. Tidak bisa hanya vaksinasi saja, tetapi deteksi, terapeutik, protokol kesehatan juga harus maksimal dijalankan," jelasnya

"Selain itu semua strategi ini harus diimplementasikan beriringan, agar dampaknya signifikan dalam mengendalikan pandemi. Jika kita terus konsisten, bukan tidak mungkin, Indonesia bisa nol kasus Covid-19,” pungkas Fahira Idris.

Populer

Mantan Jubir KPK Tessa Mahardhika Lolos Tiga Besar Calon Direktur Penyelidikan KPK

Rabu, 24 Desember 2025 | 07:26

Kejagung Copot Kajari Kabupaten Tangerang Afrillyanna Purba, Diganti Fajar Gurindro

Kamis, 25 Desember 2025 | 21:48

Sarjan Diduga Terima Proyek Ratusan Miliar dari Bupati Bekasi Sebelum Ade Kuswara

Jumat, 26 Desember 2025 | 14:06

Mantan Wamenaker Noel Ebenezer Rayakan Natal Bersama Istri di Rutan KPK

Kamis, 25 Desember 2025 | 15:01

8 Jenderal TNI AD Pensiun Jelang Pergantian Tahun 2026, Ini Daftarnya

Rabu, 24 Desember 2025 | 21:17

Connie Nilai Istilah Sabotase KSAD Berpotensi Bangun Framing Ancaman di Tengah Bencana

Rabu, 31 Desember 2025 | 13:37

Camat Madiun Minta Maaf Usai Bubarkan Bedah Buku ‘Reset Indonesia’

Selasa, 23 Desember 2025 | 04:16

UPDATE

DPR Dukung Pasutri Gugat Aturan Kuota Internet Hangus ke MK

Jumat, 02 Januari 2026 | 23:51

Partai Masyumi: Integritas Lemah Suburkan Politik Ijon

Jumat, 02 Januari 2026 | 23:28

Celios Usulkan Efisiensi Cegah APBN 2026 Babak Belur

Jumat, 02 Januari 2026 | 23:09

Turkmenistan Legalkan Kripto Demi Sokong Ekonomi

Jumat, 02 Januari 2026 | 22:39

Indonesia Kehilangan Peradaban

Jumat, 02 Januari 2026 | 22:18

Presiden Prabowo Diminta Masifkan Pendidikan Anti Suap

Jumat, 02 Januari 2026 | 22:11

Jalan dan Jembatan Nasional di 3 Provinsi Sumatera Rampung 100 Persen

Jumat, 02 Januari 2026 | 21:55

Demokrat: Diam Terhadap Fitnah Bisa Dianggap Pembenaran

Jumat, 02 Januari 2026 | 21:42

China Hentikan One Child Policy, Kini Kejar Angka Kelahiran

Jumat, 02 Januari 2026 | 20:44

Ide Koalisi Permanen Pernah Gagal di Era Jokowi

Jumat, 02 Januari 2026 | 20:22

Selengkapnya