Berita

Sekelompok perempuan Afghanistan turun ke jalanan di ibukota Kabul untuk menuntut pendidikan, pekerjaan dan makanan/Net

Dunia

Sekelompok Perempuan Afghanistan Turun ke Jalan, Tuntut Pekerjaan, Roti dan Pendidikan

JUMAT, 22 OKTOBER 2021 | 01:46 WIB | LAPORAN: ABDUL MANSOOR HASSAN ZADA

Afghanistan masih membutuhkan perhatian dunia, terutama dalam hal perjuangan akan hak perempuan. Pada Kamis (21/10), sekelompok perempuan Afghanistan turun ke jalanan di ibukota Kabul untuk menuntut tiga hal, yakni pekerjaan, roti dan pendidikan. Mereka menyuarakan suara kekhawatiran akan semakin memburuknya situasi HAM di Afghanistan di bawah penguasa baru, yakni Taliban.

Sejumlah perempuan itu meneriakkan slogan-slogan seperti, "Jangan mempolitisasi pendidikan!".

Taliban menanggapi protes itu dengan kekerasan untuk membubarkan paksa kelompok pengunjuk rasa itu.


Aksi unjuk rasa para perempuan itu bukan tanpa alasan. Setelah menggulingkan pemerintah yang diakui secara internasional di Kabul pada pertengahan Agustus, Taliban mengklaim akan menunjukkan sikap yang lebih moderat daripada selama pemerintahan brutalnya dari tahun 1996 hingga 2001, ketika anak perempuan tidak diizinkan bersekolah dan perempuan dilarang bekerja, pendidikan, dan olahraga.

Namun, janji itu sejauh ini hanya manis di bibir. PBB dan kelompok-kelompok hak asasi manusia mengecam janji-janji Taliban yang "dilanggar" untuk mengizinkan perempuan bekerja dan anak perempuan memiliki akses ke semua tingkat pendidikan. Faktanya, tidak semua perempuan Afghanistan yang bisa memiliki akses itu.

Sejauh ini, hanya anak-anak perempuan di lima dari 34 provinsi Afghanistan yang diizinkan bersekolah di sekolah menengah, dan sebagian besar perempuan diperintahkan untuk tidak kembali bekerja.

Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

Legislator PAN Minta Menteri Imipas Tangguhkan Pengunduran Diri Dirjenpas Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 17:36

Gaji 26 Wantimpres Prabowo Tembus Rp1,9 Miliar Tiap Bulan, Belum Termasuk Fasilitas

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 19:06

Jenderal Dedi Langsung Tancap Gas Siapkan Struktur Organisasi BRAN

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:43

Suyudi Pede Gusur Puluhan Pati-Pamen Loyalis Listyo

Selasa, 06 Oktober 2026 | 05:09

Pergantian Kapolri untuk Antisipasi Putusan MK soal Gibran

Kamis, 01 Oktober 2026 | 18:19

UPDATE

Pengusaha Tembakau Dicecar KPK soal Dugaan Gratifikasi Oknum Bea Cukai

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 00:41

Resmi Dilantik, 13 Pengurus DPD Peradi Profesional Siap Kawal Keadilan di Sulsel

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 00:13

Sekolah Tahfidz Al-Qur’an Puan Maharani Mulai Dibangun di Malang

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 00:10

Perbup Bogor soal Site Plan jadi Sorotan Usai Kasus HGB Summarecon Bergulir

Jumat, 09 Oktober 2026 | 23:49

BEI Tagih Penjelasan Emiten Haji Isam soal Gadai Saham ke Bank Mandiri

Jumat, 09 Oktober 2026 | 23:24

Rocky Gerung Dicurigai Sengaja Dipasang untuk Serang Gibran dari Dalam Kekuasaan

Jumat, 09 Oktober 2026 | 22:42

Kasus TPPU Rita Widyasari Menyeret Bos Dealer VW-Audi

Jumat, 09 Oktober 2026 | 22:28

Penyederhanaan BUMN: Pengaturan Outsourcing Lewat Anak Perusahaan Jadi Sorotan

Jumat, 09 Oktober 2026 | 22:18

PDIP soal Ijazah Gibran: Anak dan Bapak Masalahnya Sama Saja

Jumat, 09 Oktober 2026 | 21:57

Pegawai Bea Cukai Dedi Congor Mangkir Lagi

Jumat, 09 Oktober 2026 | 21:42

Selengkapnya