Berita

Ilustrasi/Net

Dunia

Jalani Lockdown Terlama di Dunia, Melbourne Sambut Kehidupan New Normal

KAMIS, 21 OKTOBER 2021 | 13:29 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Kota terbesar kedua di Australia, Melbourne, ditetapkan telah memberlakukan kebijakan lockdown terlama di dunia untuk menghentikan penyebaran Covid-19.

Totalnya, kota berpenduduk lima juta itu memberlakukan lockdown selama 262 hari atau hampir sembilan bulan, yang terhitung sejak Maret 2020 dengan enam kali kebijakan lockdown.

Itu merupakan kebijakan lockdown terpanjang di dunia, melebihi Buenos Aires yang mengunci diri selama 234 hari dari Covid-19.


Melbourne sendiri saat ini tengah bersiap untuk membuka diri, dan mulai menerapkan strategi hidup bersama Covid-19.
 
Para pejabat telah berjanji untuk mencabut lockdown setelah vaksinasi dosis kedua untuk orang berusia di atas 16 tahun melebihi 70 persen di negara bagian Victoria, di mana Melbourne adalah ibukotanya.

Perdana Menteri Australia Scott Morrison pada Kamis menyebut Victoria telah mencapai target tersebut. Ia juga menjanjikan pelonggaran lebih luas ketika vaksinasi mencapai 80 hingga 90 persen.

"Jalan terpanjang telah dilalui di Victoria dan jalan panjang itu benar-benar mulai dibuka malam ini," kata Morrison, seperti dikutip Reuters.

Mulai Kamis malam (21/10), restoran, kafe, hingga pub kembali di buka. Mereka bisa menerima  20 pelanggan yang divaksinasi penuh di dalam ruangan dan 50 di luar ruangan, sementara salon dapat mengizinkan masuk untuk lima pelanggan.

Walau begitu, masker tetap menjadi kewajiban, baik di dalam maupun di luar ruangan.

Terlepas dari gelombang Delta, Australia hanya mencatat sekitar 152.000 kasus dan 1.590 kematian, jauh lebih rendah daripada banyak negara-negara lainnya.

Populer

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Karyawan dan Konsultan Pajak Hasnur Group Dipanggil KPK Terkait Kasus Restitusi Pajak

Kamis, 09 April 2026 | 12:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

UPDATE

Strategi Perang Laut Iran Miliki Relevansi dengan Indonesia

Minggu, 19 April 2026 | 05:59

Inflasi Pengamat dan Ilusi Kepakaran di Era Digital

Minggu, 19 April 2026 | 05:45

Relawan MBG Kini Wajib Didaftarkan BPJS Ketenagakerjaan

Minggu, 19 April 2026 | 05:23

PB HMI Ajak Publik Pakai Rasionalitas Hadapi Polemik JK

Minggu, 19 April 2026 | 04:55

Perlawanan Iran: Prospek Tatanan Dunia Baru

Minggu, 19 April 2026 | 04:35

PDIP Setuju Parpol Wajib Lapor soal Pendidikan Politik Pakai Uang Negara

Minggu, 19 April 2026 | 04:15

JK: Rismon Mau Ketemu Saya dengan Tujuh Orang, Saya Tolak!

Minggu, 19 April 2026 | 03:53

Komnas HAM Desak Panglima TNI Evaluasi Operasi Militer di Papua

Minggu, 19 April 2026 | 03:30

Belajar dari Era Jokowi, PDIP Ingatkan Partai Koalisi Pemerintah Jangan Antikritik

Minggu, 19 April 2026 | 03:14

Indonesia Harus Belajar Filsafat dan Strategi dari Perang Laut Iran 2026

Minggu, 19 April 2026 | 02:55

Selengkapnya