Berita

Pengamat hukum Universitas Nahdlatul Ulama Indonesia (Unusia) Erfandi/RMOL

Hukum

Erfandi: Ketegasan Kapolri Tindak Oknum Pelanggar Aturan Harus Didukung Kepercayaan Masyarakat

RABU, 20 OKTOBER 2021 | 21:59 WIB | LAPORAN: ANGGA ULUNG TRANGGANA

Ketegasan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menindak oknum anggotanya yang melanggar aturan perlu mendapat dukungan dari seluruh lapisan masrakat Indonesia.

Demikian kata pengamat hukum Universitas Nahdlatul Ulama Indonesia (Unusia) Erfandi saat berbincang dengan Kantor Berita Politik RMOL, Rabu malam (20/10).

Menurut Erfndi, beberapa kejadian yang dilakukan oknum aparat yang menciderai institusi Polri, harus menjadi momentum bagi Korps Bhayangkara itu untuk melakukan perbaikan menjadi lembaga yang tetap profesional dan transparan.


"Belajar dari kasus-kasus yang menimpa institusi Polri ini jadi momentum Polri untuk menjadikan lembaga ini tetap profesional dan akuntable," demikian kata Erfandi.

Pria yang saat ini sedang menempuh Doktor Ilmu Hukum di Universitas Indonesia (UI) ini mengajak lapisan masyarakat untuk mempercayakan penanganan kasus yang menimpa anggotanya kepada institusi Polri.

Meski demikian, masyarakat tetap harus menjalankan fungsi pengawasannya agar aparat kepolisian lebih maksimal menjalankan tugasnya sebagai pengayom dan pelindung warga negaranya.

"Ada mekanisme hukum yang sudah diatur untuk memproses kasus-kasus yang menimpa anggota Polri itu. Kita hormati proses hukum itu semua sekaligus kita mengawasi prosedurnya. Saya kira itu jauh lebih bijaksana," pungkas Erfandi.

Beberapa pekan ini Polri dilanda beberapa insiden, mulai dugaan oknum Kapolsek yang memperkosa anak tahanannya, oknum polisi yang memeriksa handphone warga dan diindikasikan melanggar aturan dan juga tindakan kekerasan berlebihan pada mahasiswa demonstran di depan kantor Bupati Tangerang, Banten.

Populer

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

KPK Dikabarkan Tetapkan Tangan Kanan Nusron Wahid Hingga Pihak Summarecon sebagai Tersangka

Selasa, 15 September 2026 | 09:40

UPDATE

Anies dan KDM Bisa Wassalam Jika Wacana Dua Fraksi untuk Capres Diterapkan

Senin, 21 September 2026 | 16:22

Keluarga Ikhlas Namun Masih Berharap Lima Wartawan yang Hilang Bisa Pulang

Senin, 21 September 2026 | 16:01

Begini Respons Nusron Ditanya Alasan Mundur dari Kepengurusan Golkar

Senin, 21 September 2026 | 15:53

Turki Siap Kirim Bantuan Militer ke Arab Saudi Jika Terdesak

Senin, 21 September 2026 | 15:47

Bupati Bolmut Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Senin, 21 September 2026 | 15:41

Menkop Dorong Koperasi Sawit Miliki Pabrik CPO Sendiri

Senin, 21 September 2026 | 15:15

Lima Wartawan Hilang saat Liput Anak Krakatau Jadi Pahlawan Pers

Senin, 21 September 2026 | 15:07

Arab Saudi Gempur Yaman 760 Kali, Houthi Ancam Balas Lebih Keras

Senin, 21 September 2026 | 14:56

Dukung Prabowo Kuatkan Sanksi Pelaku Karhutla

Senin, 21 September 2026 | 14:50

Jangan Ukur Keberhasilan Pariwisata Hanya dari Jumlah Wisatawan

Senin, 21 September 2026 | 14:40

Selengkapnya