Berita

Pengamat politik Universitas Malikulsaleh, Teuku Kemal Fasya/RMOLAceh

Politik

Kemendagri Diminta Tak Tunjuk Taqwallah sebagai Penjabat Gubernur Aceh, Ini Alasannya

SELASA, 19 OKTOBER 2021 | 02:02 WIB | LAPORAN: AGUS DWI

Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) diminta untuk menunjuk sosok yang netral dan bebas kontroversi sebagai penjabat Gubernur Aceh. Sosok tersebut juga harus bisa menjaga aspek harmoni selama menjabat hingga Gubernur Aceh hasil Pemilihan Kepala Daerah 2024 sudah terpilih.

Pengamat politik Universitas Malikulsaleh, Teuku Kemal Fasya, juga menyarankan pemerintah pusat tidak menunjuk Sekretaris Daerah Aceh, Taqwallah, untuk mengisi posisi tersebut.

“Menurut saya, kita lihat bagaimana gelombang masyarakat selama ini. Ada banyak kritik kepada Sekda terhadap peningkatan pembangunan yang lebih top down,” kata Kemal kepada Kantor Berita Politik RMOLAceh, Senin (18/10).


Kemal tidak menampik peran penting Taqwallah saat menggantikan tugas Gubernur Aceh dalam beberapa situasi. Namun pemerintah pusat punya pilihan lain dengan mempertimbangkan urgensi situasi kondusif di Aceh, terutama dalam pelaksanaan Pilkada Aceh 2024 dan Pemilihan Presiden 2024.

“Mungkin akan dicari orang yang lebih layak dan jangan banyak kontroversinya,” tegas Kemal.

Kemal menambahkan, pemerintah pusat tengah menyiapkan tujuh sosok pelaksanaan tugas untuk menggantikan sejumlah kepala daerah yang segera mengakhiri masa jabatan pada 2022.

Meski semua berada di tangan Kemendagri, mereka juga perlu mempertimbangkan masukan dari daerah itu sendiri. Yang penting, seorang penjabat atau pelaksana tugas (Plt) tidak berafiliasi dengan partai politik.

Penting bagi Kemendagri untuk menunjuk sosok yang netral juga tangguh menghadapi dinamika masyarakat Aceh.

“Jangan orang cepat baperan atau ilfeel dengan situasi di Aceh,” singkatnya.

Kemal mengaku sosok Taqwallah digadang-gadang untuk menjadi pelaksana tugas atau penjabat Gubernur Aceh. Namun dia juga mendengar sejumlah nama yang saat ini menduduki jabatan direktur di direktorat jenderal dan perwira tinggi kepolisian yang berpeluang mengisi jabatan tersebut.

Populer

Mantan Jubir KPK Tessa Mahardhika Lolos Tiga Besar Calon Direktur Penyelidikan KPK

Rabu, 24 Desember 2025 | 07:26

Connie Nilai Istilah Sabotase KSAD Berpotensi Bangun Framing Ancaman di Tengah Bencana

Rabu, 31 Desember 2025 | 13:37

Kejagung Copot Kajari Kabupaten Tangerang Afrillyanna Purba, Diganti Fajar Gurindro

Kamis, 25 Desember 2025 | 21:48

Sarjan Diduga Terima Proyek Ratusan Miliar dari Bupati Bekasi Sebelum Ade Kuswara

Jumat, 26 Desember 2025 | 14:06

Mantan Wamenaker Noel Ebenezer Rayakan Natal Bersama Istri di Rutan KPK

Kamis, 25 Desember 2025 | 15:01

8 Jenderal TNI AD Pensiun Jelang Pergantian Tahun 2026, Ini Daftarnya

Rabu, 24 Desember 2025 | 21:17

Camat Madiun Minta Maaf Usai Bubarkan Bedah Buku ‘Reset Indonesia’

Selasa, 23 Desember 2025 | 04:16

UPDATE

DPR Dukung Pasutri Gugat Aturan Kuota Internet Hangus ke MK

Jumat, 02 Januari 2026 | 23:51

Partai Masyumi: Integritas Lemah Suburkan Politik Ijon

Jumat, 02 Januari 2026 | 23:28

Celios Usulkan Efisiensi Cegah APBN 2026 Babak Belur

Jumat, 02 Januari 2026 | 23:09

Turkmenistan Legalkan Kripto Demi Sokong Ekonomi

Jumat, 02 Januari 2026 | 22:39

Indonesia Kehilangan Peradaban

Jumat, 02 Januari 2026 | 22:18

Presiden Prabowo Diminta Masifkan Pendidikan Anti Suap

Jumat, 02 Januari 2026 | 22:11

Jalan dan Jembatan Nasional di 3 Provinsi Sumatera Rampung 100 Persen

Jumat, 02 Januari 2026 | 21:55

Demokrat: Diam Terhadap Fitnah Bisa Dianggap Pembenaran

Jumat, 02 Januari 2026 | 21:42

China Hentikan One Child Policy, Kini Kejar Angka Kelahiran

Jumat, 02 Januari 2026 | 20:44

Ide Koalisi Permanen Pernah Gagal di Era Jokowi

Jumat, 02 Januari 2026 | 20:22

Selengkapnya