Berita

Darmadi Durianto saat reses di wilayah Glodok, Jumat (15/10)/Repro

Politik

Pelaku UMKM Kawasan Glodok Pinangsia Terancam Digusur, Darmadi Durianto Janji Bantu Cari Jalan Keluar

JUMAT, 15 OKTOBER 2021 | 20:48 WIB | LAPORAN: DIKI TRIANTO

Para pelaku UMKM kawasan Glodok Pinangsia, Jakarta tengah resah. Keresahan timbul karena tempat mereka mencari nafkah yang sudah berdiri puluhan tahun terancam digusur oleh proyek pembangunan akses jalan lahan parkir milik Dishub DKI Jakarta.

Menyikapi hal tersebut, Legislator dari dapil DKI Jakarta III meliputi Jakarta Barat, Utara dan Kepulauan Seribu, Darmadi Durianto berjanji akan membantu mencarikan solusi terbaik terhadap keberadaan para pelaku UMKM di kawasan gang Gloria Glodok Pinangsia, Jakarta agar tidak digusur.

"Saya selaku wakil rakyat akan membawa aspirasi ini dengan memperjuangkannnya dengan segenap kemampuan. Saya akan coba buka komunikasi dengan sejumlah stakeholder terkait guna mencari jalan keluar yang terbaik," kata Politikus PDIP itu saat serap aspirasi di wilayah Glodok, Jumat (15/10).


Darmadi menambahkan, konsep pembangunan semestinya tidak mengganggu keberadaan para pelaku UMKM. Sebab, Kontribusi UMKM terhadap pembangunan cukup signifikan.

"Mestinya mereka diperhatikan bukan diabaikan. Apalagi keberadaan mereka sudah begitu lama di kawasan tersebut. Dan yang harus diperhatikan juga bagaiamana nasib keluarga mereka jika tempat mencari nafkahnya tergusur. Saya kira ini mestinya jadi perhatian serius. Pembangunan proyek jangan sampai mengorbankan nasib rakyat kecil," tegas Bendahara Megawati Institute itu.

Masih ditempat yang sama, Koordinator Komunitas UMKM Gang Gloria, Glodok Pinangsia Jakarta, Eko meminta agar proyek pembangunan tersebut tidak berefek terhadap keberadaan pelaku UMKM di Gang Gloria.

"Gang Gloria ini menjadi ikon destinasi wisata, karena produk-produk UMKM, yang ada di situ, yang sering menarik wisatawan, bahkan UNESCO pernah berkunjung ke sana. Juga pejabat negara seperti Bapak Jokowi, Ahok, Gubenur Anies, pernah mampir ke tempat tersebut. Dan juga sering di buat lokasi syuting untuk Iklan, film dokumenter," ungkap Eko.

Dengan adanya rencana pembangunan proyek tersebut, Eko yang mewakili para pelaku UMKM mengaku khawatir gang Gloria yang sudah ditempati puluhan tahun oleh pelaku UMKM dan memiliki ikatan historis yang cukup kuat akan sirna begitu saja.

"Dengan adanya rencana tersebut di atas, kami kuatir gang Gloria tinggal menjadi bagian sejarah saja. Walaupun sampai saat ini status Kami belum menjadi binaan UMKM pemprov DKI Jakarta sedangkan pengajuan IUMK sudah lama kami lakukan," lirih Eko yang sesekali menyeka air mata.

Eko mengungkapkan, perencanaan kewajiban Fasos  dan Fasum dari PT Supra Megah Utama, untuk pembukaan akses jalan lahan parkir Dishub DKI Jakarta sebagai dampak rencana penutupan Jalan Pintu Besar Selatan akibat pembangunan MRT fase II CP 203 yang jadi pangkal keberadaan para pelaku UMKM di Gang Gloria terancam digusur.

"Rencana lokasi pembangunan Fasos dan Fasum tersebut adalah di Gang Gloria Pancoran Glodok Pinangsia, yang mana di Gang Gloria tersebut terdapat 48 pelaku UMKM yang sudah lama melakukan kegiatan usahanya sejak tahun 1960," ungkapnya.

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Abu Janda Cs Jangan Sampai Lolos

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:00

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Wali Murid Sekolah Islam Terpadu di Tangerang Korban Investasi Bodong Lapor Polisi

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:13

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

Profil Achmad Syahri Assidiqi: Legislator Gerindra 'Gamer' Anak Eks DPR RI

Selasa, 12 Mei 2026 | 20:12

PSI Ketar-ketir Lawan Jusuf Kalla

Jumat, 08 Mei 2026 | 06:47

UPDATE

Masalah Klasik Tak Boleh Terulang di Musim Haji 2026

Kamis, 14 Mei 2026 | 16:15

BSI Semakin Diminati, Tabungan Tumbuh Tertinggi di Industri

Kamis, 14 Mei 2026 | 16:13

Jembatan Rusak di Pandeglang Diperbaiki Usai Tiga Siswa Jatuh

Kamis, 14 Mei 2026 | 16:05

ATR/BPN Rumuskan Pola Kerja Efektif Berbasis Kewilayahan

Kamis, 14 Mei 2026 | 15:53

Tim Kuasa Hukum Nilai Tuntutan Nadiem Tak Berdasar Fakta Persidangan

Kamis, 14 Mei 2026 | 15:44

Kelantan Siapkan Kota Bharu Jadi Hub Asia, Sasar Direct Flight Bangkok hingga Osaka

Kamis, 14 Mei 2026 | 15:33

PLN Luncurkan Green Future Powered Today

Kamis, 14 Mei 2026 | 15:30

Riki Sendjaja dan Petrus Halim Dikorek KPK soal Kredit Macet di LPEI

Kamis, 14 Mei 2026 | 15:27

Juri LCC MPR Harus Minta Maaf Terbuka

Kamis, 14 Mei 2026 | 15:21

Polisi Jaga Ratusan Gereja di Jadetabek

Kamis, 14 Mei 2026 | 15:14

Selengkapnya