Berita

Presiden Kenya Uhuru Kenyatta/Net

Dunia

Bahas HAM hingga Perubahan Iklim, Presiden Kenya Uhuru Kenyatta Kunjungi Gedung Putih untuk Bertemu Biden

RABU, 13 OKTOBER 2021 | 08:02 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Untuk pertama kalinya sejak menjabat, Presiden Joe Biden akan melakukan pertemuan dengan Presiden Kenya Uhuru Kenyatta di Washington pada Kamis (14/10) waktu setempat.

Juru bicara Gedung Putih Jen Psaki mengungkapkan bahwa kedua pemimpin itu akan membahas upaya perdamaian, masalah hak asasi manusia, serta pertumbuhan ekonomi dan perubahan iklim.   

Kenya memegang jabatan presiden bergilir Dewan Keamanan PBB bulan ini. Amerika Serikat dan Kenya telah lama bekerja sama dalam inisiatif ekonomi dan keamanan termasuk kontraterorisme.


Gedung Putih juga mengatakan Biden dan Kenyatta akan membahas tentang perlunya membawa transparansi dan akuntabilitas ke sistem keuangan domestik dan internasional, seperti dilaporkan Reuters, Rabu (13/10).

Kunjungan Kenyatta datang tak lama setelah namanya muncul dalam kebocoran Pandora Papers, sebuah laporan berisi kumpulan dokumen rahasia yang merinci apa yang dikatakan sebagai upaya oleh banyak pemimpin global untuk menimbun uang di surga pajak.

Kenyatta belum menanggapi tuduhan itu tetapi mengatakan dia akan melakukannya nanti.

Sementara rencana pertemuan berjalan, Pemerintahan Biden saat ini sedang mempertimbangkan tindakan hukuman terkait krisis yang memburuk di negara tetangga Kenya, Ethiopia, di mana ribuan orang tewas dan jutaan membutuhkan bantuan kemanusiaan.

Bulan lalu, Biden menandatangani perintah eksekutif yang membuka jalan bagi kemungkinan sanksi, termasuk terhadap pemerintah Ethiopia dan Front Pembebasan Rakyat Tigray (TPLF), jika mereka berperan dalam memperpanjang konflik, menghalangi akses kemanusiaan atau melakukan pelanggaran hak asasi manusia yang serius.

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

UPDATE

Industri Sawit Terintegrasi Disiapkan PTPN di Sei Mangkei

Kamis, 30 April 2026 | 22:15

Gubernur NTB Tolak Cabut Laporan Aktivis Kemanusiaan

Kamis, 30 April 2026 | 21:41

APBN Tekor Rp240,1 T, Kemenkeu Tiadakan Konferensi Pers

Kamis, 30 April 2026 | 21:37

DPR Soroti Peran Strategis Proyek Danantara bagi Industri dan Lapangan Kerja

Kamis, 30 April 2026 | 20:41

Sejarah Hari Pendidikan Nasional 2 Mei, Asal Usul dan Peran Ki Hadjar Dewantara

Kamis, 30 April 2026 | 20:21

Mitigasi Dampak Perubahan Iklim, PLN-UNOPS Dorong Utilisasi EBT Nasional

Kamis, 30 April 2026 | 20:16

Apa Itu Sinkhole yang Muncul Kebun Warga Gunungkidul Yogyakarta?

Kamis, 30 April 2026 | 19:46

Sejarah Outsourcing dari Zaman Kolonial hingga Jadi Tuntutan di Hari Buruh 2026

Kamis, 30 April 2026 | 19:32

Kebijakan Energi RI Terjebak Pola Pikir Jangka Pendek Menahun

Kamis, 30 April 2026 | 19:27

Komisaris PT Loco Montrado Dicecar KPK soal Pengembalian Kerugian Negara Rp100 Miliar

Kamis, 30 April 2026 | 19:25

Selengkapnya