Berita

Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Lavrov/Net

Dunia

Rusia: Banyak Senjata dan Peralatan Militer NATO yang tertinggal di Afghanistan, Semoga Tidak Digunakan untuk Tujuan Merusak

SELASA, 12 OKTOBER 2021 | 15:09 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Penarikan pasukan dari Afghanistan menyisakan banyak senjata di negara itu. Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Lavrov mengingatkan, agar senjata yang ditinggalkan itu tidak igunakan untuk tujuan yang merusak.

“Penarikan pasukan yang tergesa-gesa semakin memperumit kontradiksi Afghanistan. Banyak senjata dan peralatan militer tertinggal di negara itu. Penting bahwa mereka tidak digunakan untuk tujuan yang merusak,” kata Lavrov, berbicara pada pertemuan para menteri luar negeri dalam Konferensi tentang Interaksi dan Tindakan Membangun Kepercayaan di Asia (CICA) pada Selasa (12/10).

Taliban harus memenuhi janji mereka untuk mencegah ketidakstabilan. Lavrov mengingatkan, Taliban telah menyatakan bahwa kelompok itu berjanji untuk memerangi perdagangan narkoba dan terorisme, bukan untuk menyalurkan ketidakstabilan ke negara-negara tetangga, serta membentuk pemerintahan yang inklusif.


"Hal utama adalah memastikan semua janji ini ditepati," ujar Lavrov, seperti dikutip dari The Moscow Time.

Gerakan Taliban melancarkan operasi besar-besaran untuk membangun kendali atas seluruh wilayah negara itu setelah Amerika Serikat pada musim semi lalu mengumumkan keputusan untuk menarik pasukannya.

Pernyataan Lavrov keluar sebagai pengingat untuk NATO yang menghindari tanggung jawab atas kehadirannya selama dua puluh tahun di Afghanistan. Ketika ketidakstabilan terjadi di Afghanistan belakangan ini, para tetangga Afghanistanlah yang lebih banyak menghadapi berbagai permasalahan sementara NATO tidak terlihat aksinya.

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

UPDATE

Industri Sawit Terintegrasi Disiapkan PTPN di Sei Mangkei

Kamis, 30 April 2026 | 22:15

Gubernur NTB Tolak Cabut Laporan Aktivis Kemanusiaan

Kamis, 30 April 2026 | 21:41

APBN Tekor Rp240,1 T, Kemenkeu Tiadakan Konferensi Pers

Kamis, 30 April 2026 | 21:37

DPR Soroti Peran Strategis Proyek Danantara bagi Industri dan Lapangan Kerja

Kamis, 30 April 2026 | 20:41

Sejarah Hari Pendidikan Nasional 2 Mei, Asal Usul dan Peran Ki Hadjar Dewantara

Kamis, 30 April 2026 | 20:21

Mitigasi Dampak Perubahan Iklim, PLN-UNOPS Dorong Utilisasi EBT Nasional

Kamis, 30 April 2026 | 20:16

Apa Itu Sinkhole yang Muncul Kebun Warga Gunungkidul Yogyakarta?

Kamis, 30 April 2026 | 19:46

Sejarah Outsourcing dari Zaman Kolonial hingga Jadi Tuntutan di Hari Buruh 2026

Kamis, 30 April 2026 | 19:32

Kebijakan Energi RI Terjebak Pola Pikir Jangka Pendek Menahun

Kamis, 30 April 2026 | 19:27

Komisaris PT Loco Montrado Dicecar KPK soal Pengembalian Kerugian Negara Rp100 Miliar

Kamis, 30 April 2026 | 19:25

Selengkapnya