Berita

Ilustrasi/Net

Dunia

Doyan Main Gim Free Fire, Lima Bocah Diculik Kartel Meksiko untuk Direkrut menjadi Anggota

SELASA, 12 OKTOBER 2021 | 13:43 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Kepopuleran gim tembak-menembak Free Fire yang banyak disukai anak remaja hampir di seluruh dunia dimanfaatkan sebuah kelompok kartel di Meksiko.

Kisah ini dialami lima pemuda di Oaxaca, yang diselamatkan pada Sabtu (9/10) lalu, setelah mereka direkrut dengan iming-iming gaji besar oleh Kartel Timur Laut yang berbasis di Tamaulipas, Meksiko.

Anak-anak berusia 12 hingga 15 tahun itu diculik dan dipaksa masuk ke dalam kendaraan di Tlacolula de Matamoros, sekitar 30 kilometer dari kota Oaxaca,
seperti laporan dari dari Mexico News, Selasa (12/10).

seperti laporan dari dari Mexico News, Selasa (12/10).

Sebelumnya, di grup WhatsApp yang terkait dengan game Free Fire, mereka ditawari pekerjaan yang menguntungkan dengan kartel karena minat mereka yang nyata pada senjata.

Orang tua anak-anak itu mengajukan pengaduan ke Kantor Kejaksaan Agung negara bagian setelah mereka menghilang dan mengunggah foto mereka di media sosial untuk meminta bantuan.

Salah satu anak laki-laki meninggalkan sepucuk surat kepada orang tuanya yang isinya memberi tahu mereka agar tidak khawatir karena dia pergi bekerja di Monterrey, Nuevo León, dan akan mengirim banyak uang.

Petugas keamanan melacak pergerakan para pemuda melalui lokasi ponsel mereka. Jalan mereka membawa mereka ke sebuah rumah di sisi timur kota.

Ketika petugas keamanan tiba di sebuah bangunan, mereka diberitahu bahwa ada pesta anak-anak di dalam. Ketika para petugas memasuki properti, mereka mendapati bahwa para pemuda itu disandera dan bahwa penculik berencana untuk membawa mereka dari Oaxaca.

Seorang wanita ditangkap dan lima pemuda telah dipersatukan kembali dengan keluarga mereka.

Populer

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harta Zita Anjani PAN Melonjak Seribu Persen dalam Dua Tahun

Selasa, 16 Juni 2026 | 17:30

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

Ganti Rugi Lahan Belum Tuntas, Warga Medan Polisikan Developer

Minggu, 07 Juni 2026 | 01:40

UPDATE

Dialog BEM di Makassar: Gerakan Mahasiswa Harus Independen dan Berbasis Data

Rabu, 17 Juni 2026 | 20:17

DPR Apresiasi Perbaikan Haji di Era Prabowo, Antrean Jemaah Turun Jadi 26 Tahun

Rabu, 17 Juni 2026 | 20:14

KPK Soroti Nama Besar yang Muncul dalam Persidangan Kasus Bea Cukai

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:59

Polri Serius Garap Universitas Kepolisian yang Bisa Diakses Masyarakat Umum

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:42

Tiyo Ardianto dan Tradisi Panjang Anak Rakyat dalam Sejarah Pergerakan Indonesia

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:33

RUU Perkoperasian Buka Jalan Koperasi Jadi Soko Guru Perekonomian

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:25

Masyarakat Kemuning Ngadu ke BAM DPR soal Klaim Kawasan Hutan

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:21

FPHI Ultimatum OJK, Minta Kejelasan Laporan Keuangan Danantara

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:10

KPK Tagih Perbaikan Sistem MBG di Era Kepala BGN Baru

Rabu, 17 Juni 2026 | 18:56

Kinerja Bertumbuh, Pelindo Setor Rp7,81 Triliun kepada Negara

Rabu, 17 Juni 2026 | 18:50

Selengkapnya