Berita

Wakil Perdana Menteri Moldova, Andrei Spinu/Net

Dunia

Spinu: Moldova Lakukan Kontrak Jangka Panjang dengan Gazprom, Pastikan Negara Aman dari Krisis

SELASA, 12 OKTOBER 2021 | 10:41 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Krisis enerji yang melanda dunia juga dirasakan Moldova. Wakil Perdana Menteri Moldova, Andrei Spinu, mengatakan apa yang dialami Moldova saat ini adalah bagian dari krisis yang lebih luas yang mempengaruhi harga dan pasokan gas alam di seluruh Eropa dan dunia.  

Namun, ia yakin, meskipun ada kekhawatiran akan pasokan, pemerintah telah berupaya untuk mencari jalan keluar.

“Kami telah membahas peningkatan pasokan gas, sehingga tidak ada konsumen, baik individu atau perusahaan, yang terpengaruh akan krisis ini”, kata Spinu, menambahkan bahwa ia telah melakukan kunjungan ke Rusia dan bertemu dengan para petinggi Rusia, termasuk dengan pihak Manajemen Gazprom, perusahaan gas raksasa milik Rusia.


Begitu juga dengan pasokan listrik yang belakangan menjadi kekhawatiran masyarakat. Spinu meyakinkan bahwa Moldova bisa melalui krisis tersebut.

"Listrik akan disuplai pada level yang menjamin ketahanan energi,” tegasnya sebagaimana dikutip dari TASS, Senin.

Pekan ini, tim Gazprom dan Moldovagaz memulai pembicaraan tentang rencana kerja. Moldovagaz dan Gazprom memutuskan untuk memperpanjang kontrak pasokan gas yang berakhir pada September hingga akhir Oktober.

Di musim panas, biaya gas untuk Moldova dihitung dengan mempertimbangkan situasi di pusat gas Jerman NCG, di mana harga biasanya turun pada waktu itu sepanjang tahun. Di musim dingin, yang menyumbang hingga 80 persen dari gas yang dikonsumsi oleh Moldova, biayanya terkait dengan situasi di pasar bahan bakar diesel dan bahan bakar minyak.

Mengenai harga, kedua belah pihak akan mencari rumus terbaik.

“Kami menyiapkan bahan bakar cadangan, siap menggunakan bahan bakar alternatif dan, jika perlu, mengurangi konsumsi gas,” katanya.

Kemudian, langkah selanjutnya mengenai pemberian bantuan kepada masyarakat luas yang membutuhkan bantuan. Krisis enerji yang menyebabkan tingginya harga gas akan berdampak kepada banyak pihak.

“Kami sedang mengerjakan pengembangan paket sosial untuk musim dingin untuk keluarga dan orang-orang yang rentan secara sosial, termasuk industri yang akan paling terpengaruh. Yang paling rentan akan menerima lebih banyak bantuan,” tutup Spinu.

Populer

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harta Zita Anjani PAN Melonjak Seribu Persen dalam Dua Tahun

Selasa, 16 Juni 2026 | 17:30

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

Ganti Rugi Lahan Belum Tuntas, Warga Medan Polisikan Developer

Minggu, 07 Juni 2026 | 01:40

UPDATE

Dialog BEM di Makassar: Gerakan Mahasiswa Harus Independen dan Berbasis Data

Rabu, 17 Juni 2026 | 20:17

DPR Apresiasi Perbaikan Haji di Era Prabowo, Antrean Jemaah Turun Jadi 26 Tahun

Rabu, 17 Juni 2026 | 20:14

KPK Soroti Nama Besar yang Muncul dalam Persidangan Kasus Bea Cukai

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:59

Polri Serius Garap Universitas Kepolisian yang Bisa Diakses Masyarakat Umum

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:42

Tiyo Ardianto dan Tradisi Panjang Anak Rakyat dalam Sejarah Pergerakan Indonesia

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:33

RUU Perkoperasian Buka Jalan Koperasi Jadi Soko Guru Perekonomian

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:25

Masyarakat Kemuning Ngadu ke BAM DPR soal Klaim Kawasan Hutan

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:21

FPHI Ultimatum OJK, Minta Kejelasan Laporan Keuangan Danantara

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:10

KPK Tagih Perbaikan Sistem MBG di Era Kepala BGN Baru

Rabu, 17 Juni 2026 | 18:56

Kinerja Bertumbuh, Pelindo Setor Rp7,81 Triliun kepada Negara

Rabu, 17 Juni 2026 | 18:50

Selengkapnya