Berita

Ketua Fraksi PAN DPR RI Saleh Partaonan Daulay/Net

Politik

Dukung PTM, Saleh Daulay Ingin Peserta Didik Jadi Prioritas Vaksinasi

SELASA, 12 OKTOBER 2021 | 10:40 WIB | LAPORAN: JAMALUDIN AKMAL

Perhatian khusus pada pelaksanaan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) harus diberikan pemerintah demi meningkatkan mutu pendidikan dan kualitas sumber daya manusia Indonesia beberapa tahun ke depan. Pelaksanaan PTM harus didukung oleh semua pihak, terutama lintas kementerian lembaga yang ada.

Ketua Fraksi PAN DPR RI Saleh Partaonan Daulay mengatakan bahwa Surat Edaran 4/2021 tentang Penyelenggaraan Pembelajaran Tatap Muka sudah terbit. Surat itu menekankan pentingnya PTM berbasis protokol kesehatan yang ketat.

“Protokol kesehatan ini yang perlu diperkuat sehingga dalam tataran implementasi dapat melindungi seluruh peserta didik, guru, dan tenaga pendukung lainnya,” ujarnya kepada redaksi, Selasa (12/10).


Pelaksanaan PTM, sambung Saleh, memang tidak mudah. Untuk itu, sudah semestinya dipastikan bahwa mereka yang mengikuti PTM harus aman, sehat, dan terhindar dari covid-19.

Salah satu cara yang bisa dilakukan adalah dengan melaksanakan testing secara reguler kepada siswa, guru, dan tenaga administrasi lainnya.

"Setidaknya, guru, anak didik, dan staf administrasi ditest minimal sekali atau dua kali dalam dua minggu. Agar tidak terlalu mahal dan tidak memakan waktu lama, maka testing dilakukan dengan rapid antigen. Dengan begitu, penularan covid-19 di sekolah dan perguruan tinggi dapat dipantau dengan baik,” sambungnya.

Peserta didik yang mengikuti PTM juga harus diprioritaskan untuk mendapatkan vaksinasi.

Lebih lanjut, anggota Komisi IX ini mendorong agar Kementerian Kesehatan melalui Dirjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) melaksanakan kerjasama dengan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Reknologi.

Kerjasama tersebut fokus utamanya pada dua hal, yaitu pelaksanaan testing  dan vaksinasi. Kerjasama ini sangat penting untuk mempercepat pencapaian target pemerintah dalam pelaksanaan vaksinasi terutama menjelang akhir tahun ini.

"Setahu saya, Kemenkes itu memiliki anggaran yang cukup untuk melaksanakan testing dan vaksinasi. Jadi sudah saatnya pelaksanaan testing diarahkan ke sekolah-sekolah dan perguruan-perguruan tinggi,” demikian Saleh.

Populer

Enam Pengusaha Muda Berebut Kursi Ketum HIPMI, Siapa Saja?

Kamis, 22 Januari 2026 | 13:37

Kasi Intel-Pidsus Kejari Ponorogo Terseret Kasus Korupsi Bupati Sugiri

Rabu, 21 Januari 2026 | 14:15

Rakyat Lampung Syukuran HGU Sugar Group Companies Diduga Korupsi Rp14,5 Triliun Dicabut

Kamis, 22 Januari 2026 | 18:16

KPK Panggil Sekretaris Camat hingga Direktur Perusahaan dalam Kasus OTT Bupati Bekasi

Rabu, 14 Januari 2026 | 12:09

Ijazah Asli Kehutanan UGM

Rabu, 14 Januari 2026 | 05:09

KPK Dikabarkan OTT Walikota Madiun Maidi

Senin, 19 Januari 2026 | 15:23

Aneh! UGM Luluskan Jokowi dengan Transkrip Nilai Amburadul

Minggu, 18 Januari 2026 | 00:35

UPDATE

Bomba Peduli Beri Makna Hari Ulang Tahun ke-5

Sabtu, 24 Januari 2026 | 16:06

Dharma Pongrekun Soroti Arah Ideologi Ekonomi dalam Pasal 33 UUD 1945

Sabtu, 24 Januari 2026 | 15:47

BNPB Gelar Operasi Modifikasi Cuaca di Jabar-Jakarta, Dua Pesawat Tambahan Dikerahkan

Sabtu, 24 Januari 2026 | 15:25

Tangan Trump Tiba-tiba Memar Saat Peluncuran Dewan Perdamaian Gaza, Ini Penyebabnya

Sabtu, 24 Januari 2026 | 15:01

DPR Minta Basarnas Gerak Cepat Evakuasi Warga Bandung Barat Terdampak Longsor

Sabtu, 24 Januari 2026 | 14:56

Tanah Longsor di Bandung Barat Tewaskan Delapan Orang

Sabtu, 24 Januari 2026 | 14:40

1.000 Guru Ngaji hingga Ojol Perempuan Belanja Gratis di Graha Alawiyah

Sabtu, 24 Januari 2026 | 14:26

Pencuri Gondol Bitcoin Sitaan Senilai Rp800 Miliar dari Korsel

Sabtu, 24 Januari 2026 | 14:18

Polisi Dalami Penyebab Kematian Influencer Lula Lahfah

Sabtu, 24 Januari 2026 | 13:54

Wakadensus 88 Jadi Wakapolda Bali, Tiga Kapolda Bergeser

Sabtu, 24 Januari 2026 | 13:31

Selengkapnya