Berita

Tim Densus 88 tengah menggelandang terduga terorisme/Net

Presisi

Ogah Tanggapi Fadli Zon, Mabes Polri Pamer Kinerja Densus 88

SELASA, 12 OKTOBER 2021 | 02:37 WIB | LAPORAN: IDHAM ANHARI

Markas Besar (Mabes) Polri melalui Kabag Penum Divisi Humas Polri Kombes Ahmad Ramadhan enggan berkomentar banyak soal pernyataan Fadli Zon yang menginginkan agar Densus 88 Antiteror dibubarkan.

"Prinsipnya kita tetap bekerja, kita tidak mendengar hal-hal terkait tersebut. Kita tetap melakukan upaya-upaya dalam hal pencegahan dan penegakkan terorisme di Indonesia," kata Ramadhan kepada wartawan di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Senin (11/10).

Ramadhan lebih memilih untuk memaparkan kinerja tim yang berlogo burung hantu ini dalam penegakan dan pencegahan terorisme di Indonesia. Menurutnya, kinerja tim elite Polri itu telah terlihat sejak pertama kali berdiri.


"Kita lihat upaya-upaya yang dilakukan Densus 88 sejak berdirinya Densus sudah melakukan upaya-upaya yang banyak. Dan upaya-upaya tersebut juga tidak hanya melakukan upaya penindakan hukum, tapi upaya deradikalisasi yang dilakukan oleh Densus seperti yang kita sampaikan kemarin," jelasnya.

"Yang dimana beberapa napiter yang tengah menjalani pidananya melakukan sumpah setia kepada NKRI. Ini menunjukkan bahwa upaya melakukan deradikalisasi yang dilakukan oleh Densus itu berhasil," sambungnya.

Ramadhan juga menjelaskan keberhasilan tim Densus 88 juga terlihat dalam ikrar setia mantan napiter Imam Mulyana kepada NKRI. Dia diketahui sebagai eks anggota Jamaah Ansharut Daulah (JAD) yang terlibat sejumlah aksi teror.

Tak lama setelah ikrar setia NKRI, kata Ramadhan, Imam langsung mengungkap pernah menyimpan 35 kg bahan peledak atau bom di Gunung Ciremai, Jawa Barat.

"Setelah ia melakukan sumpah setia kepada NKRI. Salah satu napiter atas nama IM menyebut bahwa ia telah masih menyimpan 35 Kg bubuk TATP yang mana kita sampaikan kemarin. Terkait dengan apa yang disampaikan, Polri dalam hal ini Densus terus melakukan bekerja, terus mengerjakan tupoksinya untuk melakukan pemberantasan terorisme," ujar dia.

Atas dasar itu, Ramadhan memastikan Densus 88 Antiteror Polri tidak akan bergeming untuk bekerja memberantas terorisme di Indonesia.

"Jadi kita tak bergeming dengan apa yang disampaikan kita tetap bekerja. Demi menyelamatkan bangsa ini dari aksi terorisme," pungkasnya.


Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Abu Janda Cs Jangan Sampai Lolos

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:00

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Wali Murid Sekolah Islam Terpadu di Tangerang Korban Investasi Bodong Lapor Polisi

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:13

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

PSI Ketar-ketir Lawan Jusuf Kalla

Jumat, 08 Mei 2026 | 06:47

UPDATE

Konversi LPG Ke CNG Jangan Sampai Jadi "Luka Baru" Indonesia

Rabu, 13 Mei 2026 | 20:11

Apa Itu Love Scamming? Waspada Ciri-Cirinya

Rabu, 13 Mei 2026 | 20:04

Rano Karno Ingin JIS Sekelas San Siro

Rabu, 13 Mei 2026 | 19:49

Prabowo Geram Devisa Hasil Ekspor Sawit-Batu Bara Tak Disimpan di Indonesia

Rabu, 13 Mei 2026 | 19:42

KPK Didesak Tetapkan Tersangka Baru Kasus Korupsi DJKA

Rabu, 13 Mei 2026 | 19:38

Ini Strategi OJK Jaga Bursa usai 18 Saham RI Dicoret MSCI

Rabu, 13 Mei 2026 | 19:35

Cot Girek dan Ujian Menjaga Kepastian Hukum

Rabu, 13 Mei 2026 | 19:27

Prabowo Bakal Renovasi 5 Ribu Puskesmas dari Duit Sitaan Satgas PKH

Rabu, 13 Mei 2026 | 19:25

Prabowo Siapkan Satgas Deregulasi demi Pangkas Keruwetan Izin Usaha

Rabu, 13 Mei 2026 | 19:11

Kementerian PU Bangun Akses Tol, Maksimalkan Konektivitas Kota Salatiga

Rabu, 13 Mei 2026 | 19:02

Selengkapnya