Berita

Anggota Komisi VI DPR RI Deddy Yevri Hanteru Sitorus/Net

Politik

Sebelum Gunakan APBN, PDIP Minta Ada Audit Proyek Kereta Cepat Jakarta Bandung

SENIN, 11 OKTOBER 2021 | 16:38 WIB | LAPORAN: RAIZA ANDINI

Presiden Joko Widodo meralat pernyataan bahwa proyek kereta cepat yang saat ini direncanakan pemerintah tidak menggunakan APBN malah membuat bengkak pengeluaran duit negara. Dalam aturan lamanya, pendanaan proyek ini dari sistem obligasi oleh konsorsium BUMN atau patungan.

Namun, dalam beleid yang telah direvisi, pemerintah membuka peluang agar dana proyek pembuatan kereta cepat Jakarta-Bandung bisa menggunakan dana APBN.

Perubahan mekanismen pendanaan yang menggunakan APBN ini menjadi polemik di kalangan masyarakat. Sebab, pemerintah dianggap tidak konsisten dengan pernyataannya.


Anggota Komisi VI DPR RI Deddy Yevri Hanteru Sitorus menyampaikan harapannya agar pemerintah konsisten untuk tidak menyentuh duit negara untuk mega proyek itu.

Selain itu, Jurubicara PDIP itu meminta pengunaan anggarannya perli diawasi oleh beberapa instansi terkait.

"Harus ada audit menyeluruh terhadap proyek ini sebelum mengambil keputusan bahwa negara harus intervensi pembiayaan,” ucap Deddy kepada Kantor Berita Politik RMOL, Senin (11/10).

Legislator dari Fraksi PDI Perjuangan ini menambahkan, pemerintah harus melakukan investigasi dengan melakukan audit menyeluruh. Tujuan audit itu untuk memeriksa dan mengawasi serta mengantisipasi terjadinya penyimpangan dalam rencana pembangunan proyek kereta cepat.

"Harus diperiksa dulu logika dan business plan yang dipakai ketika proyek ini dibuat. Apakah ada penyimpangan dari perencanaan semula? Ataukah memang sejak awal tidak feasible (bisa dilakukan) tetapi dipaksakan secara tidak bertanggung jawab?,” tandasnya.

Populer

Enam Pengusaha Muda Berebut Kursi Ketum HIPMI, Siapa Saja?

Kamis, 22 Januari 2026 | 13:37

Kasi Intel-Pidsus Kejari Ponorogo Terseret Kasus Korupsi Bupati Sugiri

Rabu, 21 Januari 2026 | 14:15

Rakyat Lampung Syukuran HGU Sugar Group Companies Diduga Korupsi Rp14,5 Triliun Dicabut

Kamis, 22 Januari 2026 | 18:16

KPK Panggil Sekretaris Camat hingga Direktur Perusahaan dalam Kasus OTT Bupati Bekasi

Rabu, 14 Januari 2026 | 12:09

Ijazah Asli Kehutanan UGM

Rabu, 14 Januari 2026 | 05:09

KPK Dikabarkan OTT Walikota Madiun Maidi

Senin, 19 Januari 2026 | 15:23

Aneh! UGM Luluskan Jokowi dengan Transkrip Nilai Amburadul

Minggu, 18 Januari 2026 | 00:35

UPDATE

Bomba Peduli Beri Makna Hari Ulang Tahun ke-5

Sabtu, 24 Januari 2026 | 16:06

Dharma Pongrekun Soroti Arah Ideologi Ekonomi dalam Pasal 33 UUD 1945

Sabtu, 24 Januari 2026 | 15:47

BNPB Gelar Operasi Modifikasi Cuaca di Jabar-Jakarta, Dua Pesawat Tambahan Dikerahkan

Sabtu, 24 Januari 2026 | 15:25

Tangan Trump Tiba-tiba Memar Saat Peluncuran Dewan Perdamaian Gaza, Ini Penyebabnya

Sabtu, 24 Januari 2026 | 15:01

DPR Minta Basarnas Gerak Cepat Evakuasi Warga Bandung Barat Terdampak Longsor

Sabtu, 24 Januari 2026 | 14:56

Tanah Longsor di Bandung Barat Tewaskan Delapan Orang

Sabtu, 24 Januari 2026 | 14:40

1.000 Guru Ngaji hingga Ojol Perempuan Belanja Gratis di Graha Alawiyah

Sabtu, 24 Januari 2026 | 14:26

Pencuri Gondol Bitcoin Sitaan Senilai Rp800 Miliar dari Korsel

Sabtu, 24 Januari 2026 | 14:18

Polisi Dalami Penyebab Kematian Influencer Lula Lahfah

Sabtu, 24 Januari 2026 | 13:54

Wakadensus 88 Jadi Wakapolda Bali, Tiga Kapolda Bergeser

Sabtu, 24 Januari 2026 | 13:31

Selengkapnya