Berita

Staf Khusus Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Arya Sinulingga/Net

Politik

Stafsus Erick Thohir Jamin Kereta Cepat Jakarta-Bandung Tidak Dikorupsi

SENIN, 11 OKTOBER 2021 | 09:22 WIB | LAPORAN: DIKI TRIANTO

Proyek kereta cepat Jakarta-Bandung dipastikan tidak ada penyelewengan meski belakangan ada pembengkakan anggaran.

"Tidak ada potensi korupsi maupun penyelewengan, itu tidak akan kita akomodir," kata Staf Khusus Menteri BUMN, Arya Sinulingga kepada wartawan, Senin (11/10).

PT Kereta Api Indonesia (KAI) sebelumnya menjelaskan, ada pembengkakan proyek kereta cepat Jakarta-Bandung yang semula direncanakan 6,07 miliar dolar AS naik menjadi 8 miliar dolar AS.


Soal pembengkakan ini, Arya Sinulinga beralasan terjadi karena masalah lahan. Ada penyesuaian kondisi geografis dan geologis di kawasan konstruksi proyek yang kini ditangani China tersebut.

Pandemi Covid-19 juga memaksa proyek tersebut didesain ulang karena ada penyesuaian pengerjaan hingga berimbas pada membengkaknya kebutuhan anggaran.

Alhasil, Presiden Joko Widodo menerbitkan Peraturan Presiden (Perpres) 93/2021 tentang Perubahan Atas Perpres 107/2015 tentang Percepatan Penyelenggaraan Prasarana dan Sarana Kereta Cepat antara Jakarta-Bandung.

Isinya, proyek kereta cepat akan mendapat suntikan dana dari APBN melalui penyertaan modal negara (PMN) kepada KAI. KAI juga diperbolehkan menerbitkan obligasi bagi lembaga keuangan di dalam dan luar negeri serta multilateral dengan jaminan pemerintah.

Namun demikian, Kementerian BUMN memastikan tidak ada kelebihan anggaran. Kementerian BUMN telah meminta Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) mengaudit keseluruhan kebutuhan dana proyek tersebut yang ditargetkan selesai pada Desember 2021.

"Jadi tidak ada namanya kelebihan anggaran atau akibat pembayaran ini, kita jaga itu," tandas Arya Sinulingga.

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Abu Janda Cs Jangan Sampai Lolos

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:00

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Wali Murid Sekolah Islam Terpadu di Tangerang Korban Investasi Bodong Lapor Polisi

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:13

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

Profil Achmad Syahri Assidiqi: Legislator Gerindra 'Gamer' Anak Eks DPR RI

Selasa, 12 Mei 2026 | 20:12

PSI Ketar-ketir Lawan Jusuf Kalla

Jumat, 08 Mei 2026 | 06:47

UPDATE

Masalah Klasik Tak Boleh Terulang di Musim Haji 2026

Kamis, 14 Mei 2026 | 16:15

BSI Semakin Diminati, Tabungan Tumbuh Tertinggi di Industri

Kamis, 14 Mei 2026 | 16:13

Jembatan Rusak di Pandeglang Diperbaiki Usai Tiga Siswa Jatuh

Kamis, 14 Mei 2026 | 16:05

ATR/BPN Rumuskan Pola Kerja Efektif Berbasis Kewilayahan

Kamis, 14 Mei 2026 | 15:53

Tim Kuasa Hukum Nilai Tuntutan Nadiem Tak Berdasar Fakta Persidangan

Kamis, 14 Mei 2026 | 15:44

Kelantan Siapkan Kota Bharu Jadi Hub Asia, Sasar Direct Flight Bangkok hingga Osaka

Kamis, 14 Mei 2026 | 15:33

PLN Luncurkan Green Future Powered Today

Kamis, 14 Mei 2026 | 15:30

Riki Sendjaja dan Petrus Halim Dikorek KPK soal Kredit Macet di LPEI

Kamis, 14 Mei 2026 | 15:27

Juri LCC MPR Harus Minta Maaf Terbuka

Kamis, 14 Mei 2026 | 15:21

Polisi Jaga Ratusan Gereja di Jadetabek

Kamis, 14 Mei 2026 | 15:14

Selengkapnya