Berita

Ilustrasi/Net

Dunia

Derita Tukang Kayu asal Uighur, Dijebloskan ke Penjara Xinjiang Untuk Ketiga Kalinya tanpa Alasan yang Masuk Akal

SABTU, 09 OKTOBER 2021 | 15:37 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Seorang tukang kayu asal Uighur ditahan untuk ketiga kalinya di wilayah Xinjiang China. Arkin Iminjan, yang menghabiskan lebih dari delapan tahun dalam tahanan negara, ditangkap lagi pada 1 September lalu.

Pekerjan Arkin sehari-hari adalah melakukan pekerjaan pertukangan dan memasak. Menurut teman sekolahnya yang memberikan keterangan kepada Radio Free Asia, Arkin pernah dipenjara selama enam tahun atas tuduhan mengganggu ketertiban umum dan berusaha memecah belah negara karena memiliki 'bahan ilegal' di ponselnya. Suatu tuduhan yang dikatakan tidak berdasar.

Pada 2017, Arkin yang baru saja keluar dari penjara, ditahan lagi selama dua tahun dan dikirim ke kamp penahanan di Xinjiang. Pengiriman Iminjam ke kamp itu "karena dia adalah mantan tahanan".


Arkin mengeluh bahwa dia telah dipenjara selama enam tahun tanpa alasan dan masih berusaha untuk mendapatkan kompensasi dari pemerintah.

Namun, usahanya untuk mendapatkan kompensasi malah berbuah penahanan lagi.

"Ketika dia berusaha melakukannya, dia ditahan lagi. Dia dibawa pergi dari rumahnya untuk belajar 15 hari. Dia baru dibebaskan tepat dua tahun kemudian," tambah teman sekelasnya itu.

Sekarang Arkin telah ditahan untuk ketiga kalinya pada 1 September. Pihak berwenang China mengenakan tudung hitam di atas kepalanya saat membawa Arkin.

Arkin tinggal di kotapraja Jaghistay di mana sekitar 20 persen populasi Uighur di sana telah ditahan sejak 2017.

“Artinya satu dari lima tetangga kami menjadi orang yang ditandai, sehingga tidak mungkin untuk menghindari kontak dengan orang yang ditandai di wilayah tersebut,” kata teman Arkin itu.

Sejauh ini, Uighur menghadapi diskriminasi di wilayah otoritas Xinjiang Uighur (XUAR) di bawah pemerintahan Beijing.  Otoritas di sana mencoba untuk mengasimilasi kelompok etnis dengan membatasi praktik keagamaan dan penggunaan daerah Uighur.

Sebanyak 1,8 juta orang Uighurs dan minoritas Muslim lainnya berada di dalam kamp penahanan Xinjiang sejak 2017, sepertu dilaporkan RFA.

China telah dikecam oleh dunia internasional terkait pelanggaran HAM dengan menindak Muslim Uighur di Xinjiang dengan mengirim mereka ke kamp-kamp penahanan massal.

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

UPDATE

Industri Sawit Terintegrasi Disiapkan PTPN di Sei Mangkei

Kamis, 30 April 2026 | 22:15

Gubernur NTB Tolak Cabut Laporan Aktivis Kemanusiaan

Kamis, 30 April 2026 | 21:41

APBN Tekor Rp240,1 T, Kemenkeu Tiadakan Konferensi Pers

Kamis, 30 April 2026 | 21:37

DPR Soroti Peran Strategis Proyek Danantara bagi Industri dan Lapangan Kerja

Kamis, 30 April 2026 | 20:41

Sejarah Hari Pendidikan Nasional 2 Mei, Asal Usul dan Peran Ki Hadjar Dewantara

Kamis, 30 April 2026 | 20:21

Mitigasi Dampak Perubahan Iklim, PLN-UNOPS Dorong Utilisasi EBT Nasional

Kamis, 30 April 2026 | 20:16

Apa Itu Sinkhole yang Muncul Kebun Warga Gunungkidul Yogyakarta?

Kamis, 30 April 2026 | 19:46

Sejarah Outsourcing dari Zaman Kolonial hingga Jadi Tuntutan di Hari Buruh 2026

Kamis, 30 April 2026 | 19:32

Kebijakan Energi RI Terjebak Pola Pikir Jangka Pendek Menahun

Kamis, 30 April 2026 | 19:27

Komisaris PT Loco Montrado Dicecar KPK soal Pengembalian Kerugian Negara Rp100 Miliar

Kamis, 30 April 2026 | 19:25

Selengkapnya