Berita

Presiden Sierra Leone Julius Maada Bio/Net

Dunia

Sierra Leone Jadi Negara Ke-23 Afrika yang Resmi Menghapus Praktik Hukuman Mati

SABTU, 09 OKTOBER 2021 | 13:51 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Rancangan undang-undang tentang penghapusan hukuman mati akhirnya diresmikan pemerintah Sierra Leone pada Jumat (8/10) waktu setempat.

Keputusan itu datang setelah Presiden Julius Maada Bio menandatangani RUU itu menjadi undang-undang setelah legislator di bekas jajahan Inggris itu memberikan suara dengan suara bulat mendukungnya pada 23 Juli lalu.

Ini menjadikan negara Afrika Barat berpenduduk 7,8 juta jiwa itu sebagai negara Afrika ke-23 dan ke-110 di seluruh dunia yang mengakhiri hukuman mati.


Bio menyatakan bahwa negara Afrika Barat itu telah mengusir kengerian masa lalu yang kejam setelah kampanye panjang untuk mengakhiri hukuman mati.

“Kami hari ini menegaskan keyakinan kami pada kesucian hidup,” katanya, seperti dikutip dari AFP, Sabtu (9/10).

Di bawah undang-undang baru, eksekusi akan diganti dengan hukuman penjara seumur hidup atau hukuman penjara minimal 30 tahun untuk kejahatan seperti pembunuhan atau pemberontakan.

RUU itu juga memberi hakim keleluasaan tambahan ketika mengeluarkan hukuman, yang menurut penentang hukuman mati sangat penting dalam kasus di mana orang yang dihukum adalah korban kekerasan seksual.

Kelompok-kelompok masyarakat sipil telah berjuang selama bertahun-tahun agar hukuman mati dihapuskan di negara yang masih dalam proses pemulihan setelah beberapa dekade dilanda perang saudara itu.

“Hukuman mati adalah hukuman yang paling kejam, tidak manusiawi dan merendahkan martabat yang tidak memiliki tempat di dunia kita,” kata Amnesty International pada saat pemungutan suara.

Wakil Menteri Kehakiman Umaru Napoleon Koroma mengatakan kepada bahwa eksekusi pertama Sierra Leone yang tercatat terjadi pada tahun 1798 – sekitar satu dekade setelah Inggris mendirikan koloni untuk budak yang dibebaskan pada tahun 1787.

"Sembilan puluh empat orang hidup di bawah hukuman mati pada akhir 2020," katanya.

Hukuman mati di Sierra Leone meningkat menjadi 39 pada tahun 2020 dibandingkan dengan 21 pada tahun 2019. Negara Afrika Barat itu telah menerapkan moratorium eksekusi, tetapi narapidana yang dijatuhi hukuman mati masih hidup terpisah dari narapidana lain, yang menurut para aktivis tidak manusiawi.

Terakhir kali hukuman mati dilakukan di negara itu pada tahun 1998, ketika 23 tentara dieksekusi oleh regu tembak pada puncak perang saudara 11 tahun. Namun hukuman mati terus dijatuhkan.

Menurut Amnesty International, 108 negara telah sepenuhnya menghapus hukuman mati pada akhir tahun 2020, sementara 144 negara telah menghapusnya baik dalam undang-undang maupun dalam praktik.

Populer

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harta Zita Anjani PAN Melonjak Seribu Persen dalam Dua Tahun

Selasa, 16 Juni 2026 | 17:30

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

Ganti Rugi Lahan Belum Tuntas, Warga Medan Polisikan Developer

Minggu, 07 Juni 2026 | 01:40

UPDATE

Dialog BEM di Makassar: Gerakan Mahasiswa Harus Independen dan Berbasis Data

Rabu, 17 Juni 2026 | 20:17

DPR Apresiasi Perbaikan Haji di Era Prabowo, Antrean Jemaah Turun Jadi 26 Tahun

Rabu, 17 Juni 2026 | 20:14

KPK Soroti Nama Besar yang Muncul dalam Persidangan Kasus Bea Cukai

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:59

Polri Serius Garap Universitas Kepolisian yang Bisa Diakses Masyarakat Umum

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:42

Tiyo Ardianto dan Tradisi Panjang Anak Rakyat dalam Sejarah Pergerakan Indonesia

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:33

RUU Perkoperasian Buka Jalan Koperasi Jadi Soko Guru Perekonomian

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:25

Masyarakat Kemuning Ngadu ke BAM DPR soal Klaim Kawasan Hutan

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:21

FPHI Ultimatum OJK, Minta Kejelasan Laporan Keuangan Danantara

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:10

KPK Tagih Perbaikan Sistem MBG di Era Kepala BGN Baru

Rabu, 17 Juni 2026 | 18:56

Kinerja Bertumbuh, Pelindo Setor Rp7,81 Triliun kepada Negara

Rabu, 17 Juni 2026 | 18:50

Selengkapnya