Berita

Ethiopian Airlines/Net

Dunia

Ethiopian Airlines Bantah Gunakan Armadanya untuk Angkut Senjata Selama Konflik Tigray

KAMIS, 07 OKTOBER 2021 | 11:30 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Maskapai Ethiopian Airlines memberikan bantahan atas tudingan bahwa mereka menggunakan armadanya untuk mengangkut senjata dari dan ke Eritrea selama konflik Tigray.

Tudingan itu berdasarkan penyelidikan yang dilakukan oleh CNN.

Mengutip dokumen dan manifes kargo beserta laporan saksi mata dan bukti foto, CNN melaporkan pesawat Ethiopian Airlines mengangkut senjata dengan rute bandara Addis Ababa dengan bandara Asmara dan Massawa pada November 2020.


Setidaknya ada enam penerbangan yang dilakukan oleh Ethiopian Airlines dari 9 hingga 28 November tahun lalu. Setelah itu, Ethiopian Airlines menagih puluhan ribu dolar ke Kementerian pertahanan Ethiopia.

Jika benar, klaim tersebut merupakan pelanggaran hukum penerbangan internasional, yang melarang penggunaan pesawat sipil untuk mengangkut senjata militer.

Itu juga dapat membahayakan keanggotaan Ethiopian Airlines di Star Alliance, kelompok berisi 26 maskapai penerbangan global.

Sebagai tanggapan, Ethiopian Airlines mengatakan pihaknya secara ketat mematuhi semua peraturan terkait penerbangan nasional, regional dan Internasional.

"Sepengetahuan dan catatan terbaik, (Ethiopian Airlines) tidak mengangkut persenjataan perang apa pun di rute mana pun oleh pesawatnya," kata maskapai itu, seperti dikutip Al Jazeera.

Konflik Tigray dimulai pada November 2020 ketika pemerintah Ethiopia menuduh Front Pembebasan Rakyat Tigray (TPLF) menyerang pangkalan militer federal. Sebagai tanggapan, Perdana Menteri Ethiopia Abiy Ahmed mengirim pasukan federal ke Tigray untuk kampanye militer melawan TPLF.

TPLF adalah partai penguasa wilayah utara yang telah mendominasi politik nasional selama beberapa dekade.

Populer

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

Usai Dimaafkan Jusuf Hamka, KAKI Dorong Polri Buka Kembali Kasus NCD Unibank

Sabtu, 05 September 2026 | 19:53

UPDATE

Bahlil Ungkap Defisit Minyak RI Hampir 1 Juta Barel per Hari

Selasa, 15 September 2026 | 10:24

Pemerintah Terus Perbaiki DTSEN agar Bansos Tepat Sasaran

Selasa, 15 September 2026 | 10:15

Jelang Sertijab Menteri Keuangan, Rupiah Melemah ke Rp17.674 per Dolar AS

Selasa, 15 September 2026 | 10:10

Pitra Romadoni Pilih Restoratif Justice soal Kasus ITE di Polres Bogor

Selasa, 15 September 2026 | 10:05

Bahlil Buka Suara soal Antrean BBM Subsidi di Makassar

Selasa, 15 September 2026 | 10:05

KPK Benarkan Presiden Direktur Summarecon Agung Turut Terjaring OTT

Selasa, 15 September 2026 | 10:02

IBC Mulai Produksi Baterai di Karawang, Kapasitas Awal 6,9 GWh

Selasa, 15 September 2026 | 09:57

Ruang Akademik Menuju Ekosistem Hak Asasi Manusia

Selasa, 15 September 2026 | 09:48

Turun Dua Hari Beruntun, Emas Antam Ambruk ke Rp2,5 Juta per Gram

Selasa, 15 September 2026 | 09:44

KPK Dikabarkan Tetapkan Tangan Kanan Nusron Wahid Hingga Pihak Summarecon Usai OTT

Selasa, 15 September 2026 | 09:40

Selengkapnya