Berita

Perusahaan listrik Afghanistan (Breshna) berencana untuk menjual aset para politisi yang berutang untuk melunasi utang perusahaan ke negara-negara tetangga yang memasok listrik ke Afghanistan/Net

Dunia

Afghanistan Mau Jual Aset Politisi Demi Lunasi Utang Listrik

RABU, 06 OKTOBER 2021 | 22:54 WIB | LAPORAN: ABDUL MANSOOR HASSAN ZADA

Perusahaan listrik Afghanistan (Breshna) berencana untuk menjual aset para politisi yang berutang untuk melunasi utang perusahaan ke negara-negara tetangga yang memasok listrik ke Afghanistan.

Begitu kata Kepala Breshna Safiaullah Ahmadzai pada Rabu (6/10). Dia mengatakan bahwa beberapa tokoh politik dan mantan pejabat pemerintah berutang uang kepada Breshna untuk konsumsi listrik.

Ahmadzai menambahkan, perusahaan juga mampu menagih sebagian sisa utang dari masyarakat.


Di sisi lain, dia menjelaskan bahwa proses pembayaran utang Breshna ke negara-negara pemasok listrik tertunda karena masalah perbankan.

Afghanistan berutang hingga 65 juta dolar AS untuk listrik dari negara-negara tetangga, di antaranya adalah Uzbekistan, Tajikistan, Turkmenistan, dan Iran selama dua bulan terakhir.

Populer

PIK-2 dan Ancaman Kedaulatan Negara

Rabu, 19 Agustus 2026 | 04:42

KPK Bakal Dalami Data Intelijen soal Dugaan Suap ke Purbaya dan Anggota Komisi XI DPR

Kamis, 27 Agustus 2026 | 02:24

KPK OTT Rektor Unsoed Prof Akhmad Sodiq

Jumat, 21 Agustus 2026 | 08:01

Dakwaan Lemah, Perkara Chromebook Murni Rekayasa

Kamis, 27 Agustus 2026 | 14:31

Profil Akhmad Sodiq, Rektor Unsoed yang Terjaring OTT KPK

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 09:02

Tidak Benar Menag Nasaruddin Umar Mundur

Rabu, 26 Agustus 2026 | 18:06

KPK Sebut Iptu Dias Tak Bisa Dijerat Dewas, Penanganan Etik Diserahkan ke Polri

Senin, 24 Agustus 2026 | 11:47

UPDATE

Jasa Kiai Kampung

Minggu, 30 Agustus 2026 | 04:26

Waketum MUI Usul Gaji Guru Pesantren di Atas UMR

Minggu, 30 Agustus 2026 | 04:16

Jangan Takut Kritik Pemerintah

Minggu, 30 Agustus 2026 | 04:04

Saham BYAN Mencuat, IAW Ingatkan soal Pengawasan Regulator

Minggu, 30 Agustus 2026 | 03:20

Melawan Amplop di Muktamar NU

Minggu, 30 Agustus 2026 | 03:08

Program Streamlining Danantara Tak Boleh Identik dengan PHK

Minggu, 30 Agustus 2026 | 02:38

Investor Diajak Terlibat 37 Proyek Investasi Strategis di Jakarta

Minggu, 30 Agustus 2026 | 02:17

Budi Arie Tolak Cabut Analisis Pemilu sebelum 2029

Minggu, 30 Agustus 2026 | 02:02

Jangan Berhenti pada Janji 15 Desember

Minggu, 30 Agustus 2026 | 01:35

Pajak Diduga Bocor Rp5 Triliun, Purbaya Kantongi 40 Nama Perusahaan Baja

Minggu, 30 Agustus 2026 | 01:21

Selengkapnya