Berita

Presiden Gus Dur dan Wakilnya Megawati Soekarnoputri/Net

Politik

Bukan Amien Rais, Adhie Massardi Beberkan Bukti Megawati Aktor Penggulingan Presiden Gus Dur

RABU, 06 OKTOBER 2021 | 16:38 WIB | LAPORAN: JAMALUDIN AKMAL

Presiden Abdurrahman Wahid alias Gus Dur dianggap sebagai korban makar atau kudeta yang diyakini ada peran wakilnya Megawati Soekarnoputri.

Hal itu disampaikan oleh Jurubicara Gus Dur, Adhie M. Massardi saat berbincang dengan wartawan senior Hersubeno Arief di kanal YouTube Hersubeno Point bertajuk "Megawati Kudeta Gus Dur. Jubir Gus Dur: Pernyataan Demokrat Banyak Benarnya" yang tayang perdana hari ini, Rabu (6/10).

Dalam perbincangannya, Adhie meluruskan informasi yang telah beredar di masyarakat soal sosok di balik pelengseran Gus Dur adalah Amien Rais.


Sepengetahuan Adhie, Amien hanya berperan sebagai ketua sidang istimewa saat menjabat sebagai Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR).

"Kalau kita lihat refleksi kemudian dibandingkan dengan sekarang, kan kelihatan sekali bahwa Ketua MPR itu hanya memegang ketok palu. Kita lihat misalnya sekarang seperti Bambang Soesatyo, untuk menjelaskan bahwa mau amandemen atau tidak, apakah ada persetujuan perpanjangan presiden, dia kan tidak punya kekuasaan apa-apa," ujar Adhie seperti dikutip Kantor Berita Politik RMOL, Rabu sore (6/10).

Adhie melihat pada waktu itu, Amien Rais hanya sebagai pemegang palu dari sidang istimewa. Karena jika benar Amien di balik sosok yang mengkudeta Gus Dur, dianggap ganjil karena PAN pada waktu itu hanya sedikit anggotanya.

"Waktu itu, dalam sidang MPR itu kan mula-mula ditanya, waktu itu tidak ada voting zaman itu. Ditanya, menurut jumlah fraksinya dulu. Saya lihat ya Pak Amien menawarkan, 'siapa yang setuju pelengseran Gus Dur?' kira-kira begitu lah. Dan semua anggota PDIP berdiri, semua anggota PDIP berdiri yang terbesar," kata Adhie.

Selanjutnya anggota yang terbanyak lainnya berasal dari Golkar, Fraksi ABRI dan lainnya.

"Yang menarik itu, kalau lihat rekamannya itu, dari PKB ada satu orang, namanya Pak Matori Abdul Jalil berdiri satu orang. Karena PKB yang lain kan karena tidak setuju dengan sidang istimewa ini. dianggap ilegal, inkonstitusional, mereka walkout. Jadi cuma seorang Pak Matori yang kemudian oleh Megawati setelah selesai pelengseran Gus Dur diangkat menjadi Menteri Pertahanan sebagai imbalan jasa, kira-kira gitu," terang Adhie.

Sehingga kata Adhie, pada saat itu posisi Amien hanya sebagai Ketua sidang istimewa. Adhie meyakini Amien bukanlah aktor di balik makar terhadap Gus Dur.

"Saya juga merasa yakin waktu itu bahwa Pak Amien kan punya wawasan politik yang bagus, juga seorang yang demokratis. Kalau kita jelaskan dari proses pelengseran Gus Dur bagaimana fraksi-fraksi partai-partai di parlemen itu setuju, ya semua pasti setuju, jadi ketua sidang hanya tinggal ketok palu saja," terang Adhie.

Adhie pun juga menjawab terkait pernyataan Gus Dur saat diwawancarai di stasiun televisi swasta waktu itu yang mengatakan ada dua orang yang bertanggung jawab atas pelengseran yaitu Amien dan Megawati.

"Tapi kan posisinya memang berbeda. Kalau Pak Amien sebagai ketua sidang, kalau Bu Mega sebagai Wakil Presiden yang sekaligus memimpin partai terbesar. Ini kan yang menjadi aneh. Jadi sebetulnya kalau dilihat dari kacamata sekarang tuh, tidak ada lain kecuali makar, kudeta. Karena wakil presiden, instrumen di parlemennya jalan untuk pelengseran ya jalan," tutur Adhie.

Dalam konstruksi ketatanegaraan sambung penjelasan Adhie, sidang istimewa pelengseran Gus Dur merupakan sebuah kudeta yang sangat tidak layak dilakukan.

Sebab, menurut Adhie, PDI Perjuangan bukanlah partai oposisi kekuasaan. Megawati sebagai ketua umum saat ini menjabat Wakil Presiden Gus Dur

"Jadi kira-kira kalau dalam pribahasanya, menggunting dalam lipatan. Tapi yang menarik sebetulnya begini, yang Gus Dur sendiri tahu bahwa ini permainan politik, bagian dari permainan politik itu adalah dapat risiko politik dan Gus Dur menanggung itu, tidak ada masalah. Karena setelah itu masih baik-baik dengan Pak Amien, juga dengan Bu Mega masih baik-baik saja," pungkas Adhie.

Populer

Kematian Penjaga Rumah Febrie Harus Diusut Tuntas

Senin, 27 Juli 2026 | 19:53

Jubir IKN Troy Pantouw Sempat Telepon Keluarga Sehari Sebelum Ditemukan Meninggal

Minggu, 26 Juli 2026 | 20:58

Oknum Brimob Jadi Tersangka, KPK Pastikan Sanksi Pidana hingga Etik Menanti

Jumat, 31 Juli 2026 | 13:44

15 Jeriken Bensin yang Menenggelamkan Jabatan Ayah

Senin, 27 Juli 2026 | 01:03

Putusan Eksepsi Dokter Tifa Berujung Antiklimaks

Minggu, 02 Agustus 2026 | 05:20

Dana Nasabah Rp2,58 Miliar Raib, BCA Digugat ke PN Jakpus

Selasa, 28 Juli 2026 | 16:02

Kiprah Yadyn, Jaksa yang Antar Febrie Adriansyah ke KPK

Sabtu, 25 Juli 2026 | 21:55

UPDATE

IKA BEM Nusantara Ajak Elemen Bangsa Dukung Program Ketahanan Pangan

Senin, 03 Agustus 2026 | 01:56

Bergerak Bersama Menuju Sila Kelima Pancasila

Senin, 03 Agustus 2026 | 01:30

TNI Tembus Medan Terjal Salurkan 2 Ton Logistik di Kabupaten Puncak

Senin, 03 Agustus 2026 | 01:09

Buka Turnamen Tenis Beregu

Senin, 03 Agustus 2026 | 00:42

531 Atlet Taekwondo Terbaik Asia Siap Bertarung Demi Kehormatan Negara

Senin, 03 Agustus 2026 | 00:24

Prabowo Harus Rombak Kabinet Buntut Tingkat Kepuasan Publik Melorot

Senin, 03 Agustus 2026 | 00:04

Zanzabella Singgung "Si Ono" dan Rekaman CCTV: Pertengkaran Pasti Ada Sebabnya

Minggu, 02 Agustus 2026 | 23:35

Pelaporan ESG Tahun 2026 Indonesia

Minggu, 02 Agustus 2026 | 23:05

Ustaz Novel: LGBT Bahaya Laten dengan Daya Rusak Luar Biasa

Minggu, 02 Agustus 2026 | 22:39

Tragedi KM Mutiara Sentosa 2: Keluarga Cemas Banyak Penumpang Tak Masuk Manifes

Minggu, 02 Agustus 2026 | 21:53

Selengkapnya