Berita

Ketua Majelis Syuro PKS, Salim Segaf Aljufri bersama Ketua Fraksi PKS DPR RI, Jazuli Juwaini/Ist

Politik

Ketua Majelis Syuro PKS: Pandemi Harus Diatasi dengan Kerja Sama Global

RABU, 06 OKTOBER 2021 | 15:11 WIB | LAPORAN: DIKI TRIANTO

Dibutuhkan kerja sama negara-negara di belahan dunia untuk mengatasi pandemi Covid-19 yang hingga kini belum selesai. Negara di dunia harus bersatu mengerahkan kemampuan ilmu pengetahuan dan teknologi dalam penanganan wabah.

Demikian ditegaskan Ketua Majelis Syuro PKS, Salim Segaf Aljufri dalam Ambassador's Talks bertema "Diplomacy in Times Covid-19 Pandemic" yang digelar Fraksi PKS DPR RI, Selasa (6/10).

"Pandemi harus mendorong kerja sama dan solidaritas global," kata Salim Segaf dalam keterangan tertulisnya, Rabu (6/10).


Ia melanjutkan, kondisi pandemi Covid-19 juga harus mampu mentransformasi stuktur dan sistem global untuk kesejahteraan warga dunia.

"Yang tak kalah penting, pandemi harus menghentikan ambisi permusuhan, konflik, bahkan peperangan," tekan Salim.

Dalam pandangan PKS, pandemi tidak bisa diselesaikan secara parsial dan sendiri-sendiri oleh setiap negara. Negara tidak mungkin mengisolasi diri selamanya, karena mobilitas global sulit dicegah.

Oleh karenanya, kerja sama global sangat dibutuhkan, semisal dalam pengadaan vaksin dan obat-obatan yang dirasa masih timpang antara negara maju/kaya dengan negara berkembang.

Sementara itu, Menteri Luar Negeri Retno Marsudi mengonfirmasi bahwa kunci penyelesaian pandemi Covid-19 ada pada kerja sama dan solidaritas global. Upaya tersebut terus dikomunikasikan dan didorong Pemerintah RI dalam forum-forum global.

"Ini yang terus kita dorong agar ada equal distribution untuk vaksin ke seluruh negara. Alhamdulillah untuk Indonesia kita telah mampu mengamankan lebih dari 270 juta dosis vaksin," jelas Retno.

Di sisi lain, Ketua FPKS, Jazuli Juwaini menyebut, Ambassador's Talks hendak menghimpun gagasan, pemikiran, dan pengalaman diplomasi dalam konteks penyelesaian pandemi Covid-19.

"Ini adalah komitmen PKS sebagai bagian dari komunitas global untuk menyelesaikan pandemi melalui diplomasi internasional untuk mendorong kerja sama dan solidaritas antarnegara di dunia," tutup Jazuli Juwaini.

Populer

PIK-2 dan Ancaman Kedaulatan Negara

Rabu, 19 Agustus 2026 | 04:42

Satlap Tri Cakti Diduga Hadang Polisi di Belitung, IPW Desak Ada Tindak lanjut

Senin, 17 Agustus 2026 | 14:30

KPK OTT Rektor Unsoed Prof Akhmad Sodiq

Jumat, 21 Agustus 2026 | 08:01

Profil Akhmad Sodiq, Rektor Unsoed yang Terjaring OTT KPK

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 09:02

TNI Kuasai Wilayah OPM di Intan Jaya dan Sita Sejumlah Senjata

Minggu, 16 Agustus 2026 | 01:24

Belasan Teman Jokowi Bagusnya Batal Jadi Saksi Sidang soal Ijazah

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 03:14

KPK Sebut Iptu Dias Tak Bisa Dijerat Dewas, Penanganan Etik Diserahkan ke Polri

Senin, 24 Agustus 2026 | 11:47

UPDATE

Protelindo Masuk BTEL, Kuasai 10,86 Persen Saham Bakrie Telecom

Rabu, 26 Agustus 2026 | 10:26

Prabowo ke NTT Hari Ini, Pastikan Penanganan Korban Gempa Berjalan Baik

Rabu, 26 Agustus 2026 | 10:17

Pengamat: Rekam Jejak Mumpuni Bikin KH Marsudi Syuhud Unggul di Bursa Ketum PBNU

Rabu, 26 Agustus 2026 | 10:13

Presiden Prabowo Dijadwalkan Buka Muktamar ke-35 NU Besok

Rabu, 26 Agustus 2026 | 10:12

Emas Antam Merosot Rp18.000, Satu Gram Jadi Segini

Rabu, 26 Agustus 2026 | 10:03

DEEP Ingatkan Percepatan Pemilu Harus Punya Alasan Konstitusional

Rabu, 26 Agustus 2026 | 09:55

IHSG Balik Arah ke Zona Merah, Rupiah Menguat ke Rp17.690 per Dolar AS

Rabu, 26 Agustus 2026 | 09:44

SHOW Token Dorong Transformasi Industri Hiburan Global lewat Teknologi AI dan Blockchain

Rabu, 26 Agustus 2026 | 09:21

Bursa Asia Variatif, Investor Pantau Pergerakan Timur Tengah

Rabu, 26 Agustus 2026 | 09:06

THMP Bantah Pertemuan Jokowi-Relawan Bahas Pemilu 2029

Rabu, 26 Agustus 2026 | 09:03

Selengkapnya