Berita

Kadisdikbud Pesawaran Anca Martha Utama saat di SDN 13 Negeri Katon Pesawaran, Lampung/Ist

Nusantara

Bikin Kesal, SD Negeri Ini hanya Dihadiri Siswa Tanpa Guru dan Kepala Sekolah

RABU, 06 OKTOBER 2021 | 09:59 WIB | LAPORAN: DIKI TRIANTO

Kekesalan diungkapkan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Kadisdikbud) Kabupaten Pesawaran, Anca Martha Utama saat mendapati sekolah yang hanya dihadiri oleh siswa tanpa guru dan kepala sekolah di Kecamatan Tegineneng dan Negeri Katon, Kabupaten Pesawaran, Lampung.

Kunjungannya tersebut sejatinya hendak melihat langsung kegiatan belajar mengajar. Namun fakta di lapangan, ada kelas yang hanya diisi para siswa, sedangkan guru dan kepala sekolah tidak tampak.

"Seperti di SDN 13 Negeri Katon, ini terus ngapain muridnya di sekolah? Harusnya kepala sekolah dan guru bisa memberikan pelajaran yang baik, tapi kalau begini gimana mau maju dunia pendidikan kita," kata Anca diberitakan Kantor Berita RMOLLampung, Rabu (6/10).


Ia mengatakan, masih ada persoalan lain yang ditemukannya saat melakukan tinjauan tersebut, mulai dari kurangnya fasilitas sekolah hingga adanya ketimpangan jumlah murid antar sekolah.

"Ada juga tadi sekolah yang kurang fasilitas seperti bangku dan meja belajar, tapi dilain sisi justru ada sekolah yang kursi dan meja belajarnya berlebih sampai ditumpuk di gudang tidak terpakai," ujarnya.

Ia juga mengaku akan segera mencari solusi terkait persoalan yang ada untuk perbaikan sistem pendidikan di Kabupaten Pesawaran ke depan.

"Yang pasti untuk mencari jalan keluar terhadap masalah yang ada, kita harus tahu dulu akar masalahnya, makanya saya sengaja turun langsung untuk melakukan mapping terhadap masalah yang terjadi di bawah," tandasnya.

Populer

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Karyawan dan Konsultan Pajak Hasnur Group Dipanggil KPK Terkait Kasus Restitusi Pajak

Kamis, 09 April 2026 | 12:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

UPDATE

Strategi Perang Laut Iran Miliki Relevansi dengan Indonesia

Minggu, 19 April 2026 | 05:59

Inflasi Pengamat dan Ilusi Kepakaran di Era Digital

Minggu, 19 April 2026 | 05:45

Relawan MBG Kini Wajib Didaftarkan BPJS Ketenagakerjaan

Minggu, 19 April 2026 | 05:23

PB HMI Ajak Publik Pakai Rasionalitas Hadapi Polemik JK

Minggu, 19 April 2026 | 04:55

Perlawanan Iran: Prospek Tatanan Dunia Baru

Minggu, 19 April 2026 | 04:35

PDIP Setuju Parpol Wajib Lapor soal Pendidikan Politik Pakai Uang Negara

Minggu, 19 April 2026 | 04:15

JK: Rismon Mau Ketemu Saya dengan Tujuh Orang, Saya Tolak!

Minggu, 19 April 2026 | 03:53

Komnas HAM Desak Panglima TNI Evaluasi Operasi Militer di Papua

Minggu, 19 April 2026 | 03:30

Belajar dari Era Jokowi, PDIP Ingatkan Partai Koalisi Pemerintah Jangan Antikritik

Minggu, 19 April 2026 | 03:14

Indonesia Harus Belajar Filsafat dan Strategi dari Perang Laut Iran 2026

Minggu, 19 April 2026 | 02:55

Selengkapnya