Berita

Menteri Luar Negeri Taiwan Joseph Wu/Net

Global

Nyatakan Siap Perang, Menlu Taiwan Klaim China akan Sangat Menderita Jika Berani Menyerang

SELASA, 05 OKTOBER 2021 | 14:55 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Taiwan dan China kembali bergejolak, menyusul provokasi yang baru-baru ini dilakukan Beijing dengan menerbangkan hampir 100 pesawat militer ke zona pertahanan udara mereka.

Menanggapi situasi tersebut, Menteri Luar Negeri Taiwan Joseph Wu mengatakan saat ini negaranya sedang mempersiapkan perang dengan China sambil terus memantau dengan cermat situasi domestik negara komunis itu.

Wu juga mengatakan selama wawancara dengan program 'China Tonight' dari ABC Australia pada Senin (4/10), bahwa negaranya melihat tanda-tanda bahwa Beijing mungkin mencoba menggunakan kekuatan untuk mengalihkan perhatian masyarakat dari permasalahan domestiknya, salah satunya krisis listrik.


Ketika ditanya pembawa acara Stan Grant apakah Taiwan merasa terancam oleh China. Wu menanggapi dengan menjawab "ya", menunjukkan bahwa kegiatan militer China di seluruh negeri menimbulkan ancaman nyata.

"Pada 23 September, Angkatan Udara Tentara Pembebasan Rakyat (PLAAF) mengirim 24 pesawat militer melalui Selat Bashi untuk mensimulasikan serangan terhadap pangkalan yang terletak di timur dan tenggara Taiwan," kata Wu, seperti dikutip dari Taiwan News, Selasa (5/10).

Dia mengatakan bahwa serangan simulasi semacam itu telah dilakukan beberapa kali.

"China menjalankan operasi infiltrasi untuk mendirikan 'kroni di dalam Taiwan', serta kampanye informasi yang salah dan perang hibrida," katanya.

Dia menambahkan bahwa tujuan China memblokir partisipasi Taiwan dalam organisasi internasional untuk mencegah hubungan yang lebih baik dengan negara lain.

"Melihat keadaan hubungan kedua negara, ancaman yang ditimbulkan oleh China terhadap Taiwan tampaknya lebih serius dari sebelumnya," kata Wu.

Menteri luar negeri juga mengatakan bahwa Taiwan sangat khawatir bahwa China akan melancarkan perang melawan Taiwan di beberapa titik.

"Ancaman itu mungkin tidak akan segera terjadi, tetapi mungkin ada situasi di mana China akan menggunakan kekuatan untuk melawan Taiwan," ujarnya.

Dia mengatakan bahwa satu skenario yang masuk akal adalah bahwa jika situasi domestik China menjadi lebih serius dari sebelumnya, dan berdasarkan perilaku masa lalu dengan rezim otoriter, mereka mungkin meluncurkan krisis eksternal untuk mengalihkan perhatian domestik.

Oleh karena itu, Wu mengatakan bahwa Taiwan sedang memantau dengan cermat krisis pemadaman listrik saat ini di China.

Wu memperingatkan bahwa jika ketidakpuasan domestik atau perlambatan ekonomi menjadi sangat serius maka Taiwan mungkin menjadi target rezim otoriter untuk mengalihkan perhatian publiknya dari masalah internal.

Ketika ditanya soal kesiapan negara lain untuk membantu Taiwan jika terjadi perang dengan China, Wu mengatakan negaranya akan berdiri mempertahankan dirinya sendiri.

"Kata-kata tidak akan cukup untuk menghalangi China. Pertahanan Taiwan ada di tangan kami sendiri dan Jika China melancarkan perang melawan Taiwan, Kami akan berjuang sampai akhir," tegas Wu.

Ketika Grant bertanya bagaimana Taiwan yakin dapat memenangkan perang, Wu menunjukkan bahwa negaranya memiliki Angkatan Laut, Angkatan Udara, strategi asimetris, dan industri pertahanan domestiknya sendiri.

"Jika China menyerang Taiwan, mereka juga akan sangat menderita," ujarnya.

Menggunakan analogi David vs. Goliath, Wu menegaskan bahwa pada akhirnya, demokrasi akan menang dan Taiwan akan menang.

Populer

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Gagal Atasi Karhutla, Pecat Menhut Raja Juli!

Jumat, 16 Oktober 2026 | 23:30

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

UPDATE

Dino Patti Djalal Endus Tim Siluman Mulai Bergerak

Minggu, 25 Oktober 2026 | 19:51

Trump Ancam Serang Iran Besok

Minggu, 25 Oktober 2026 | 19:50

Wajah Indonesia di WCCE 2026, Mulai Film Jumbo hingga Komedi Pandji

Minggu, 25 Oktober 2026 | 19:34

Survei: 64 Persen Publik Tidak Puas dengan Program MBG

Minggu, 25 Oktober 2026 | 19:21

Dino Patti Djalal Buka Suara soal Kabar Ketemu Dubes Singapura dan Saiful Mujani

Minggu, 25 Oktober 2026 | 18:46

Istiqomah Bela Palestina, Syahrul Aidi Dukung MUI Tolak Konser Andrea Bocelli

Minggu, 25 Oktober 2026 | 18:28

Zurich Topas Life Digugat ke PN Jaksel

Minggu, 25 Oktober 2026 | 18:06

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

Anak-anak Korban Karhutla Diminta Tetap Semangat Belajar

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:37

Kedubes Singapura Tegaskan Kabar Pertemuan Saiful Mujani dan Dino Patti Djalal Hoaks

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:19

Selengkapnya