Berita

Mantan Dubes Afghanistan untuk AS Adela Raz/Net

Dunia

Mantan Dubes Afghanistan untuk AS: Sulit Bagi Saya Mempercayai Joe Biden, Dia Juga Tidak Peduli Nasib Perempuan

SELASA, 05 OKTOBER 2021 | 13:33 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Sulit bagi rakyat Afghanistan untuk mempercayai presiden Amerika Serikat lainnya, terutama setelah 'pengkhiatan' yang terjadi di bawah pemerintahan Joe Biden.

Begitu disampaikan Adela Raz, mantan duta besar Afghanistan untuk AS tentang penarikan militer yang kacau saat tampil di "Axios on HBO" pada Minggu (3/10).

Dia mengatakan bahwa banyak orang di negaranya tidak mempercayai pemerintah AS dan pemerintahan Biden, termasuk dirinya sendiri.


“Saya percaya dan percaya pada orang-orang (Amerika). Maksud saya, saya telah kehilangan kepercayaan pada kebijakan AS, dan saya pikir mungkin kebijakan pemerintah, termasuk kepemimpinan dan kebijakan pemerintah saya sendiri,” katanya, seperti dikutip dari RT, Selasa (5/10).

Ia menambahkan bahwa dia mempertanyakan seberapa efektif dia sebagai duta besar.

Ditanya kemudian apakah AS masih menjadi "pemimpin dunia bebas", seperti yang sering disebut selama ini, Raz mengatakan itu adalah gagasan yang kemungkinan besar akan dia pertanyakan dan tertawakan.

Meskipun demikian dia tetap memuji warga dan militer AS karena dukungan mereka terhadap warga Afghanistan, sambil mengecam pejabat AS karena tidak melindungi pencapaian mereka.

Raz berargumen bahwa dia awalnya bersemangat untuk masa jabatan Biden dan dukungannya untuk penarikan dari Afghanistan, sesuatu yang telah dinegosiasikan oleh pemerintahan Donald Trump sebelumnya dengan Taliban, meskipun dia mengatakan ini telah memberi kelompok itu legitimasi politik.

Menurut Raz, bagaimanapun, penjadwalan ulang Biden dari garis waktu penarikan AS memberi kesempatan untuk menempatkan pembatasan yang lebih keras pada Taliban, tetapi dia tidak melihat upaya seperti itu.

“Anda terlibat dalam membangun satu di Afghanistan, dan orang-orang mempercayainya, mereka berjuang untuk itu, tetapi ketika negosiasi tiba dengan Taliban itu bukan prioritas untuk dinegosiasikan,” katanya.

Ditanya apakah dia yakin Biden peduli dengan nasib wanita muda yang mungkin menderita di bawah aturan yang menindas, Raz hanya berkata, “Saya rasa tidak.”

“Dia mengatakan AS tidak bisa menjadi polisi dunia untuk melindungi perempuan di negara lain mana pun,” tambahnya.

Terlepas dari pemerintahan Taliban, Raz masih menganggap dirinya sebagai duta besar negara yang sah dan mengatakan dia terus bekerja dengan staf kecil di kedutaan Afghanistan di Washington, tetapi mengklaim bahwa pemerintahan Biden bahkan menolak untuk berkomunikasi dengannya.

“Dengan bertemu saya secara resmi, mungkin mereka akan melegitimasi posisi itu, dan itu mungkin akan membuat marah Taliban,” katanya, mengungkapkan pejabat Biden yang membatalkan beberapa pertemuan dengannya selama bulan September.

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

UPDATE

Industri Sawit Terintegrasi Disiapkan PTPN di Sei Mangkei

Kamis, 30 April 2026 | 22:15

Gubernur NTB Tolak Cabut Laporan Aktivis Kemanusiaan

Kamis, 30 April 2026 | 21:41

APBN Tekor Rp240,1 T, Kemenkeu Tiadakan Konferensi Pers

Kamis, 30 April 2026 | 21:37

DPR Soroti Peran Strategis Proyek Danantara bagi Industri dan Lapangan Kerja

Kamis, 30 April 2026 | 20:41

Sejarah Hari Pendidikan Nasional 2 Mei, Asal Usul dan Peran Ki Hadjar Dewantara

Kamis, 30 April 2026 | 20:21

Mitigasi Dampak Perubahan Iklim, PLN-UNOPS Dorong Utilisasi EBT Nasional

Kamis, 30 April 2026 | 20:16

Apa Itu Sinkhole yang Muncul Kebun Warga Gunungkidul Yogyakarta?

Kamis, 30 April 2026 | 19:46

Sejarah Outsourcing dari Zaman Kolonial hingga Jadi Tuntutan di Hari Buruh 2026

Kamis, 30 April 2026 | 19:32

Kebijakan Energi RI Terjebak Pola Pikir Jangka Pendek Menahun

Kamis, 30 April 2026 | 19:27

Komisaris PT Loco Montrado Dicecar KPK soal Pengembalian Kerugian Negara Rp100 Miliar

Kamis, 30 April 2026 | 19:25

Selengkapnya