Pengamat komunikasi politik dari Universitas Esa Unggul Jamiluddin Ritonga/Net
Pengamat komunikasi politik dari Universitas Esa Unggul Jamiluddin Ritonga/Net
Gaya politik Risma yang selalu marah-marah itu sebaiknya disudahi. Sebab, Risma adalah pemimpin lembaga negara, sehingga tidak baik bagi pemerintah maupun rakyat.
"Pemimpin yang tak dapat mengendalikan amarahnya tentu tak layak menjadi pemimpin. Apalagi kalau dia sambil marah-marah mengambil keputusan, tentu akan berbahaya bagi lembaganya," kata pengamat komunikasi politik dari Universitas Esa Unggul Jamiluddin Ritonga kepada wartawan, Senin pagi (4/10).
Populer
Kamis, 22 Januari 2026 | 13:37
Kamis, 22 Januari 2026 | 18:16
Rabu, 21 Januari 2026 | 14:15
Senin, 19 Januari 2026 | 15:23
Selasa, 20 Januari 2026 | 15:27
Minggu, 18 Januari 2026 | 00:35
Minggu, 18 Januari 2026 | 00:06
UPDATE
Minggu, 25 Januari 2026 | 21:52
Minggu, 25 Januari 2026 | 21:35
Minggu, 25 Januari 2026 | 21:33
Minggu, 25 Januari 2026 | 20:58
Minggu, 25 Januari 2026 | 20:50
Minggu, 25 Januari 2026 | 20:26
Minggu, 25 Januari 2026 | 19:46
Minggu, 25 Januari 2026 | 19:32
Minggu, 25 Januari 2026 | 19:18
Minggu, 25 Januari 2026 | 18:59