Berita

Pengamat komunikasi politik dari Universitas Esa Unggul Jamiluddin Ritonga/Net

Politik

Jamiluddin Ritonga: Yang Tidak Dapat Kendalikan Amarah Tidak Layak Jadi Pemimpin

SENIN, 04 OKTOBER 2021 | 09:16 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Aksi Menteri Sosial Tri Rismaharini yang kembali melampiaskan kemarahannya dengan menunjuk-nunjuk seorang pendamping PKH di Gorontalo, Kamis (30/9) lalu dinilai sudah keterlaluan.

Gaya politik Risma yang selalu marah-marah itu sebaiknya disudahi. Sebab, Risma adalah pemimpin lembaga negara, sehingga tidak baik bagi pemerintah maupun rakyat.

"Pemimpin yang tak dapat mengendalikan amarahnya tentu tak layak menjadi pemimpin. Apalagi kalau dia sambil marah-marah mengambil keputusan, tentu akan berbahaya bagi lembaganya," kata pengamat komunikasi politik dari Universitas Esa Unggul Jamiluddin Ritonga kepada wartawan, Senin pagi (4/10).


Menurutnya, aksi marah-marah Risma juga selalu membuat gaduh. Akibatnya, masyarakat justru semakin lebih tahu perilaku Risma yang hanya mengedepankan gaya marah-marah ketimbang kinerja.

"Karena hal itu sudah berulang dan selalu membuat gaduh, maka Risma sesungguhnya menjadi beban bagi Presiden Joko Widodo. Karena itu, selayaknya Jokowi mengevaluasi Risma sebagai menteri sosial," kata Dekan FIKOM IISIP Jakarta 1996 - 1999 ini.

Harapannya, kata Jamiluddin, saat ada reshuffle kabinet, selayaknya Risma termasuk di dalamnya. Hal itu semata agar perilaku Risma tidak terus menerus menjadi beban presiden.

"Lagi pula masih banyak anak negeri yang memiliki kemampuan jauh lebih baik daripada Risma untuk mengurus masalah sosial. Jokowi tinggal memilih putra terbaik bangsa untuk menjadi menteri sosial. Masalahnya, apakah Jokowi berani mereshuffle Risma yang sama-sama kader PDIP?" pungkasnya.

Populer

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

KPK Dikabarkan Tetapkan Tangan Kanan Nusron Wahid Hingga Pihak Summarecon sebagai Tersangka

Selasa, 15 September 2026 | 09:40

UPDATE

Cek Siaran Langsung Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026

Selasa, 22 September 2026 | 02:21

DPRD DKI Apresiasi Kebijakan Penutupan TPS Ilegal

Selasa, 22 September 2026 | 02:01

Indonesia Rebut 7 Medali di Aichi-Nagoya

Selasa, 22 September 2026 | 01:42

Ditjen AHU Perkuat Pengawasan Korporasi

Selasa, 22 September 2026 | 01:23

Wamendagri Ribka Haluk Berduka Tiga ASN Jadi Korban KKB

Selasa, 22 September 2026 | 01:01

Hasil Audit BPK Ditunggu dalam Kasus Toba Pulp Lestari

Selasa, 22 September 2026 | 00:37

Tiga Bulan Nganggur, Karyawan De Club Arjuna Geruduk Balai Kota

Selasa, 22 September 2026 | 00:26

Kejagung Periksa Dirut PT Migas Kota Bekasi terkait Dugaan Korupsi KSO

Selasa, 22 September 2026 | 00:01

80 Negara Siap Hadapi Wajib Sertifikasi Halal

Senin, 21 September 2026 | 23:47

KPK Harus Periksa Nusron Wahid demi Kepastian Hukum

Senin, 21 September 2026 | 23:31

Selengkapnya