Berita

Aryan Khan/Net

Hiburan

Putra Tertua Shah Rukh Khan Ditangkap Gara-gara Pesta Narkoba, Anggota Partai Oposisi Ikut Bicara

SENIN, 04 OKTOBER 2021 | 08:55 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Salah seorang putra bintang legendaris Bollywood Shah Rukh Khan, Aryan Khan, ditangkap pihak berwenang India dalam sebuah aksi penggerebekan yang dilakukan Biro Pengendalian Narkotika (NCB). Aryan ditangkap saat sedang melakukan pesta narkoba sebuah kapal pesiar mewah di lepas pantai Mumbai pada Minggu (3/10) waktu setempat.

Pejabat dari NCB dilaporkan telah menaiki kapal dengan berpura-pura sebagai penumpang pada Sabtu malam (2/10) sebelum melakukan serangan berdasarkan masukan dari intelijen khusus dan investigasi yang berlangsung selama dua minggu. Kapal itu dialporkan sedang menuju Goa.

Dalam sebuah pernyataan pada hari Minggu, NCB mengatakan telah menahan Aryan dan tujuh orang lainnya untuk diinterogasi setelah menemukan obat terlarang seperti MDMA, ekstasi, kokain, MD atau mephedrone, dan grafik dari kapal pesiar.


“Kedelapannya, termasuk Aryan Khan, sedang diinterogasi. Setelah diinterogasi, kedelapan terdakwa akan dihadirkan di pengadilan, dan akan diambil keputusannya,” kata NCB, seperti dikutip dari Indian Express, Senin (4/10).

Aryan dan dua lainnya telah dibawa untuk tes medis ke Rumah Sakit JJ pada hari Minggu dan dibawa ke pengadilan pada hari Minggu, di mana NCB berencana untuk meminta penahanan mereka untuk diinterogasi lebih lanjut.

Aryan yang saat ini berusia 23 tahun itu menyelesaikan sekolahnya di Inggris sebelum lulus dari University of Southern California. Dia adalah putra tertua Shah Rukh dan Gauri Khan.

Pasangan ini juga memiliki seorang putri, Suhana Khan, dan seorang putra lainnya, AbRam.

Penangkapan Aryan memicu kritik dari aktor Bollywood Sunil Shetty yang datang untuk membela Aryan pada hari Minggu, mendesak publik untuk memberi anak itu nafas.

“Saat penggerebekan dilakukan di suatu tempat, banyak orang yang ditahan. Kami berasumsi bahwa anak laki-laki tertentu pasti telah mengkonsumsinya (obat-obatan). Prosesnya aktif. Mari beri anak itu nafas. Biarkan laporan nyata keluar,” katanya saat debat TV.

Kritikan juga Partai Kongres oposisi yang mempertanyakan alasan NCB menahan Aryan yang mereka sebut sebagai  ‘ikan kecil’, sambil menuduh pemerintah mengabaikan pemberantasan narkoba yang lebih besar di tempat lain.

“NCB menjadi sangat sibuk menangkap ikan kecil di kapal pesiar, tetapi jika menyangkut ikan terbesar dari semuanya �" heroin seberat 3000 kg yang diselundupkan dari pelabuhan Mundra Adani, NCB benar-benar bungkam,” cuit juru bicara partai Kongres Dr. Shama Mohamed di akun Twitternya pada Minggu.

Cuitan Sharma merujuk pada penyitaan 3.000 kg heroin disita di bandara Mundra di negara bagian Gujarat barat ada 21 September lalu. Hingga saat ini pemerintah India belum meluncurkan penyelidikan ke dalam pengangkutan narkoba, yang diperkirakan bernilai 3,1 juta dolar AS.

Pihak berwenang, bagaimanapun, mengatakan mereka akan bertindak secara tidak memihak, meskipun ada beberapa hubungan Bollywood dalam kasus ini.

“Dalam prosesnya, jika beberapa koneksi ke Bollywood atau orang kaya muncul, biarlah. Kami harus bertindak dalam lingkup hukum,” kata Kepala NCB SN Pradhan kepada wartawan.

Dia menambahkan bahwa NCB telah melakukan lebih dari 300 serangan seperti itu dalam satu tahun terakhir di Mumbai saja.

“Kami harus terus bekerja di Mumbai. Jika melihat data, pasti ada lebih dari 300 razia dalam satu tahun terakhir. Ini akan terus berlanjut baik yang melibatkan warga negara asing, industri film maupun orang kaya yang terlibat,” ujarnya.

September tahun lalu, beberapa aktor Bollywood yang paling menonjol, termasuk Deepika Padukone, diinterogasi oleh NCB dalam penyelidikan narkoba yang luas sehubungan dengan kematian Sushant Singh Rajput, seorang aktor terkenal, yang ditemukan tewas di kediamannya Juli tahun lalu.

Populer

Keppres Pengangkatan Adies Kadir Digugat ke PTUN

Rabu, 11 Februari 2026 | 19:58

Enak Jadi Mulyono Bisa Nyambi Komisaris di 12 Perusahaan

Kamis, 12 Februari 2026 | 02:33

Kasihan Jokowi Tergopoh-gopoh Datangi Polresta Solo

Kamis, 12 Februari 2026 | 00:45

Rakyat Menjerit, Pajak Kendaraan di Jateng Naik hingga 60 Persen

Kamis, 12 Februari 2026 | 05:21

Jokowi Layak Digelari Lambe Turah

Senin, 16 Februari 2026 | 12:00

Dua Menteri Prabowo Saling Serang di Ruang Publik

Kamis, 12 Februari 2026 | 04:20

Jokowi Makin Terpojok secara Politik

Minggu, 15 Februari 2026 | 06:59

UPDATE

Mudik Gratis 2026 Pemprov Jabar, Berikut Rute dan Cara Daftarnya

Sabtu, 21 Februari 2026 | 14:13

DPR Komitmen Kawal Pelaksanaan MBG Selama Ramadan

Sabtu, 21 Februari 2026 | 13:32

Harga Minyak Bertahan di Level Tertinggi Enam Bulan, Dibayangi Ketegangan AS-Iran

Sabtu, 21 Februari 2026 | 13:21

DPR Soroti Impor Pickup Kopdes Merah Putih

Sabtu, 21 Februari 2026 | 12:58

Prabowo Temui 12 Raksasa Investasi Global: “Indonesia Tak Lagi Tidur”

Sabtu, 21 Februari 2026 | 12:49

DPR Tegaskan LPDP Harus Tegakkan Kontrak di Tengah Polemik “Cukup Saya WNI, Anak Jangan”

Sabtu, 21 Februari 2026 | 12:26

Pemerintah Inggris Siap Hapus Andrew dari Daftar Pewaris Takhta

Sabtu, 21 Februari 2026 | 12:14

Kemenag: Tidak Ada Kebijakan Zakat untuk MBG

Sabtu, 21 Februari 2026 | 12:04

Korban Banjir Lebak Gedong Masih di Huntara, DPR Desak Aksi Nyata Pemerintah

Sabtu, 21 Februari 2026 | 11:25

Norwegia Masih Kuat di Posisi Puncak Olimpiade, Amerika Salip Tuan Rumah

Sabtu, 21 Februari 2026 | 11:13

Selengkapnya